Hidup adalah pembelajaran oleh karenanya perjalanan hidup seseorang adalah perjalanan pembelajaran seumur hidup (university of life).
Setiap hari semua orang akan menemui pengalaman dan pengetahuan baru yang bisa menjadi pedoman atau dasar untuk membuat hidupnya lebih baik, lebih bermutu.
Hidup sebagai pembelajaran, setia orang adalah pembelajar diuji ketika pandemi Covid 19 terjadi di berbagai belahan bumi secara serempak.
Dari pandemi ini kita bisa belajar ternyata selama ini kita memandang yang disebut belajar adalah pergi ke sekolah, berada dalam kelas yang diasuh oleh guru, dosen atau tutor.
Akibatnya kita kelimpungan ketika para pembelajar tak bisa pergi ke sekolah, ke kampus atau ke ruang belajar lainnya. Kita gagu ketika belajar harus dilaksanakan dalam jaringan (online).
Sudah lama disadari soal kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang merubah banyak praktek dalam kehidupan bersama. Sebagian besar dari kita sudah trampil dan terbiasa belanja online, memanfaatkan transportasi berbasis online dan seterusnya. Namun soal belajar online ternyata ketrampilan dan kemampuan kita masih jauh.
Pada dasarnya mulai ada start up yang mengembangkan mass online course, baik yang berbasis dalam negeri maupun luar negeri. Dari mereka mestinya kita bisa belajar bagaimana menyelenggarakan pembelajaran dalam jaringan secara efektif sambil berkreasi untuk kondisi-kondisi yang tidak memungkinkan seperti ketiadaan jaringan internet dan sarana pendukung lainnya.
Ini adalah kesempatan bagi kita bersama sebagai bangsa untuk merumuskan kembali yang disebut belajar, ruang belajar, pengajaran, pembelajar dan pengajar.
Menarik yang diungkapkan oleh menteri pendidikan tentang merdeka belajar. Elaborasi atas apa yang disebut merdeka belajar dan institusionalisasinya akan menjadi jalan bagi Indonesia untuk merevolusi dunia pendidikan.








