Berapa banyak beras yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia?.
Menurut catatan dari BPS konsumsi beras nasional kurang lebih 29 juta ton per tahun.
Andai saja batubara bisa dimakan maka kebutuhan beras secara nasional akan dipenuhi secara berlebih puluhan kali lipat.
Sebab tambang batubara yang beroperasi di berbagai penjuru Indonesia memproduksi kurang lebih 550 juta ton pada tahun lalu. Target produksi tahun ini kurang lebih juga pada angka yang sama.
Penyumbang terbesar dari produksi batubara itu adalah tambang yang berada di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur.
Produksi besar itu ditopang oleh tambang-tambang besar seperti Kaltim Prima Coal, Adaro, Arutmin, Berau Coal, Indominco Mining Mandiri, Kideco Jaya Agung, Bayan Group, Banpu Kitadin dan lain-lain.
Dengan produksi sebesar itu tak mengherankan jika dalam daftar orang kaya, crazy rich alias tajir melintir selalu muncul nama-nama orang kaya karena batubara.
Mereka yang namanya selalu bertengger di papan atas sebagai orang kaya karena batubara antara lain adalah Garibaldi Thohir (Adaro), Theodore Rahmat (Padang Karunia Group), Peter Sondakh (Rajawali Korpora), Low Tuck Kwong (Bayan Resources) dan Hasyim Djoyohadikusumo (Arsani Group).
Diluar nama-nama itu masih ada sederet lain yang tak kalah kaya karena batubara. Sebut saja Edwin Soeryajaya dan Arini Subianto (Adaro), Kiki Barki (Harum Group), Samin Tan (Borneo Lumbung Energi) dan Aburizal Bakrie (Bumi Resources).
Sebagai penopang produksi batubara nasional dan membuat pengusaha nasional kaya-raya, adakah pengusaha Kalimantan yang juga kaya karena batubara?.
Meski tak masuk dalam daftar orang-orang kaya versi Forbes, namun beberapa pengusaha batubara di Kalimantan Selatan dikenal oleh masyarakat sebagai orang super kaya.
Yang paling populer tentu saja adalah Haji Isam atau Andi Syamsudin Arsyad, pemilik Jhonlin Group.
Lalu Haji Abdussamad Sulaiman pemilik Hasnur Group.
Dan kakak beradik, Haji Ijai dan Haji Ciut pemilik Binuang Mitra Bersama.
Sementara pengusaha tambang Batubara Kalimantan Timur yang kaya raya karena batubara hanya dikenali lewat bisik-bisik di tengah masyarakat.
Ada banyak rumah megah bak istana dan disebut sebagai orang tambang namun berapa jumlah kekayaan dan apa nama perusahaannya tidak diketahui.
Pengusaha Kalimantan Timur yang kerap disebut sebagai orang kaya adalah Jos Sutomo, pengusaha bidang perhotelan yang dahulunya adalah pengusaha kayu hutan.
-000-
Kalimantan bukan hanya punya batubara yang melimpah melainkan juga sumberdaya kain seperti minyak bumi, gas alam dan kayu hutan.
Sumberdaya yang sebenarnya cukup untuk membuat penduduknya sejahtera.
Namun ternyata sebagai penghasil sumber energi ternyata masyarakatnya belum bisa menikmati listrik secara merata. Masih banyak daerah yang hanya bisa menikmati listrik setengah hari, itupun listrik yang dibangkitkan dengan diesel.
Pembangkit Listrik Tenaga Uap yang memakai batubara sebagai bahan bakarnya justru bukan merupakan pembangkit utama.
Ekploitasi besar-besaran sumber daya alam Kalimantan yang menghasilkan banyak konglomerat ternyata juga tidak terkonversi dalam pembangunan infratruktur jalan. Ada banyak wilayah yang jalan daratnya tidak layak. Di musim kemarau jalanan berdebu dan di musim penghujan jalanan berubah layaknya menjadi Medan off-road.
Kalau ada yang diuntungkan oleh pendapatan yang diperoleh dari ekploitasi sumberdaya alam, mereka adalah para pejabat l, birokrat dan wakil rakyat.
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang besar membuat mereka dimanjakan oleh banyaknya tunjangan dan uang perjalanan dinas yang berlebih.
Namun rakyat atau masyarakat umumnya justru makin terhimpit. Operasi industri ekstraktif yang rakus lahan misalnya justru kerap mencaplok lahan-lahan produktif rakyat. Operasi pertambangan juga kerap meluluhlantakan bukit-bukit yang merupakan wilayah tangkapan air.
Pembukaan atau konversi lahan menjadi lahan terbuka juga menghasilkan erosi yang ektrim sehingga menurunkan kualitas air pada badan-badan air alam yang merupakan sumber air bersih masyarakat.
Industri pertanian dan lainnya juga tidak tumbuh dengan baik sehingga Kalimantan mempunyai ketergantungan besar pada daerah di luar pulau untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam arti seluas-luasnya.
Karena kondisi ini maka masyarakat Kalimantan harus membayar lebih mahal dari daerah lainnya untuk ongkos hidup. Segala sesuatu menjadi lebih mahal di Kalimantan.
Deretan ironi ini menjadi semakin parah, tatkala di Kota Samarinda, lubang tambang yang dibiarkan menganga usai dikeruk, telah merenggut puluhan nyawa anak-anak, penerus generasi bangsa.
-000-
Batubara bukan hanya wujudnya yang hitam melainkan juga ceritanya.
Cerita hitam batubara adalah kisah perselingkuhan antara birokrasi, politisi dan pengusaha.
Saat booming batubara di tahun 2000-an, ketika pemerintah daerah mempunyai kewenangan dalam pemberian ijin maka Ijin Usaha Pertambahan banyak diberikan kepada kroni penguasa baik di daerah maupun nasional.
Batubara erat dengan politik. Baik akses untuk perijinan maupun pemanfaatan uang batubara untuk membiayai kiprah dan kampanye politik.
Kebanyakan politisi senior di Kalimantan Timur misalnya mempunyai hubungan dengan tambang baik langsung maupun tidak langsung.
Saat kewenangan pemberian ijin pertambangan batubara masih ada di pemerintah daerah, menjelang dan sesudah pemilu, terutama pemilihan kepala daerah, selalu ada ledakan pemberian ijin pertambangan.
Dan kini setelah kewenangan di tarik oleh pemerintah pusat, menjelang atau sesudah pemilihan kepala daerah, yang marak adalah penambangan illegal.
Lingkaran hitam tambang batubara tidak hanya terjadi di daerah melainkan juga di pusat. Ada banyak usahawan besar yang merupakan kroni dari penguasa. Mereka bukan hanya pengusaha melainkan juga orang yang punya pengaruh politik dalam pemerintahan.
Pertambangan memang selalu melahirkan oligarki. Dengan uang besar yang diperoleh dari tambang, mereka bisa membeli pengaruh dalam pemerintahan. Mereka bahkan bisa mendukung atau mendorong sosok tertentu untuk duduk di kekuasaan.
Coalruption atau korupsi dan kolusi serta nepotisme dalam pertambangan batubara membuat demokrasi berjalan di tempat.
Selain tak mensejahterakan rakyat sepak terjang dan perselingkuhan pengusaha, politisi serta penguasa dalam lingkar pertambangan batubara telah merusak jalan lurus demokrasi.








