KESAH.IDBuriram selalu punya cerita bagi Marc Marquez, namun tahun 2026 menghadirkan narasi yang berbeda. Dari hukuman penalti yang kontroversial di sprint race hingga pecahnya ban yang mengakhiri rekor podium ke-88 Ducati, seri pembuka ini menjadi saksi runtuhnya dominasi pabrikan Borgo Panigale. Apakah ini awal dari era baru Aprilia dan KTM, ataukah sekadar ujian bagi Marc yang masih berjuang melawan batas fisiknya

Masih diunggulkan sebagai salah satu kandidat juara MotoGP 2026, Marc Marquez—yang mengakhiri balapan lebih cepat di seri MotoGP 2025 untuk melakukan operasi dan pemulihan cederanya—ternyata mengawali pemanasan dengan kurang sempurna.

Pada tes pramusim di Sepang dan Buriram, terlihat Marc belum fit 100 persen; masih ada gangguan di fisiknya yang membuat stamina atau daya tahan di atas motornya menurun. Menguji coba berbagai peralatan baru untuk Ducati GP26, Marc Marquez menyampaikan ada perbaikan di motornya dan optimistis bisa tetap bersaing pada seri yang akan datang.

Namun, karena kendala fisik, Marc Marquez akhirnya memilih setelan motor atau aero yang dipakai di GP24. Menurut Marc, setelan GP24 yang paling cocok untuk kondisinya saat ini. Dengan pilihan ini, Marc Marquez harus mengubah gaya balapnya. Saat tes pramusim di Sepang maupun Buriram, mulai kelihatan bahwa Aprilia yang paling siap menjadi penantang terberat Ducati; Honda juga menunjukkan perkembangan yang signifikan.

Jatuh beberapa kali saat menjalani tes pramusim tidak membuat Marc Marquez gentar. Namun, Marc menyadari bahwa lawannya kini telah berubah, bukan sesama pembalap Ducati lagi, melainkan pembalap dari pabrikan lainnya, yakni Aprilia.

Marc tidak seoptimistis tahun lalu menyambut balapan pertamanya di Buriram, sirkuit tempat Marc Marquez hampir selalu menang. Selain perkembangan yang dicapai oleh Aprilia, kondisi fisiknya menjadi tantangan tersendiri. Marc bisa cepat di atas motor tunggangannya, tetapi dalam balapan yang sesungguhnya fisiknya akan diuji. Jika fisik tak mendukung, gaya balap Marc yang menekan motor sampai titik tertingginya akan sulit dicapai.

Model “ngacir” dulu untuk menimbulkan selisih sejauh mungkin sudah sulit dicapai pada balapan MotoGP saat ini, mengingat kemampuan motor tidak punya celah yang jauh. Sekurang-kurangnya, Ducati mulai didekati kemampuannya oleh Aprilia dan KTM; Honda juga mulai menampakkan tanda-tanda menyusul. Hanya Yamaha yang masih kedodoran.

Melihat hasil tes pramusim, dominasi Ducati nampaknya tidak lagi terlihat. Meski Alex Marquez berhasil mencatatkan kecepatan terbaik, namun adik Marc Marquez yang juga akan menaiki GP26 ini tidak memperlihatkan optimisme yang berlebihan. Francesco Bagnaia kelihatan cukup senang dengan hasil tes pramusim; meski begitu, dia juga tidak berani sesumbar tentang prospek Ducati di MotoGP 2026 ini. Dia hanya menyatakan kalau siap untuk bersaing.

Selama tes pramusim juga diwarnai dengan rumor perpindahan pembalap. Nampaknya Quartararo akan meninggalkan Yamaha usai musim 2026; Francesco Bagnaia juga dirumorkan akan meninggalkan Ducati Lenovo. Tapi rumor yang paling panas adalah duet Marc Marquez dan Pedro Acosta di Ducati Lenovo pada tahun 2027 nanti.

Marc Marquez tidak terlalu menanggapi dengan serius rumor itu. Dia masih berfokus pada pemulihan dirinya yang belum benar-benar 100 persen. Bahkan Marc menegaskan kalau dia tak bisa pulih lagi, kemungkinan akan memilih untuk pensiun. Faktor keyakinan Marc Marquez terhadap kondisi fisiknya ini yang membuat kontrak baru dengan Ducati belum ditandatangani. Marc mungkin tak mau menahan beban besar dengan menjadi andalan Ducati tanpa disertai dengan fisik yang prima.

BACA JUGA : Kedaulatan Di Bawah Terik Delta Mahakam – Saat Matahari Menghidupi Dapur Muara Pantuan

Seri pembuka MotoGP 2026 akhirnya kembali dihelat di Thailand, di Sirkuit Buriram. Marc Marquez hampir selalu mencatatkan hasil positif di sirkuit ini sejak pertama dimasukkan dalam kalender MotoGP. Namun, optimisme itu tak terpancar di tahun ini. Mungkin rekor Ducati sulit untuk dipertahankan lagi mengingat Ducati juga kehilangan pembalap mudanya akibat cedera. Fermin Aldeguer harus digantikan oleh pembalap penguji, Michele Pirro.

Dan benar, sejak sesi latihan hingga kualifikasi, Aprilia menggila. Dalam line-up pembalap setelah hasil kualifikasi, hanya Marc Marquez dan Fabio Di Giannantonio yang mewakili Ducati di baris depan. Lima pembalap terdepan didominasi oleh Aprilia. Empat pembalap Aprilia berada di sepuluh besar, dengan posisi lebih baik dari empat pembalap Ducati.

Begitu bendera start sprint race dikibarkan, Marco Bezzecchi segera melaju ke depan; Marc Marquez juga langsung menge-push motornya. Terjadi saling salip antara Marc dan Bezzecchi; pertarungan seru terjadi sejak awal. Penonton mendapat suguhan balapan yang menegangkan sejak bendera start dikibarkan. Namun, di lap-lap awal, Bezzecchi kemudian kehilangan konsentrasi. Motornya mengalami sliding dan terjatuh hingga tak bisa meneruskan balapan lagi.

Marc Marquez memimpin di depan dan menjaga ritme balapan. Namun di belakang, ternyata Pedro Acosta mendapat kecepatannya. Pedro mulai menyusul pembalap-pembalap di depannya dan kemudian berhasil menekan Marc Marquez. Dalam sprint race, Pedro Acosta berhasil menunjukkan kinerja motornya yang sempurna. Motor KTM berhasil melahap tikungan dengan mulus, menang di hampir semua tikungan.

Pedro Acosta sangat nyaman dengan motornya. Dan terjadilah duel yang menarik antara Marc Marquez dan Pedro Acosta; saling salip hingga kemudian terjadi benturan bahu dengan bahu yang membuat Pedro Acosta melebar. Marc tetap berhasil mempertahankan keunggulan di depan. Namun, menjelang balapan berakhir, di titik tikungan akhir muncul pemberitahuan di dashboard; Marc Marquez mendapat hukuman penalti turun satu posisi.

Marc kemudian membiarkan Pedro Acosta melewatinya dan kemudian mengejar, namun tak cukup lagi karena balapan hanya menyisakan satu tikungan. Pedro Acosta akhirnya memenangi balapan sprint race seri pertama MotoGP 2026 di Sirkuit Buriram, Thailand ini; kemenangan yang sudah ditunggu lama.

Namun tak terlalu nampak wajah gembira karena Pedro Acosta merasa kemenangan ini diberikan oleh Marc Marquez. Kebingungan Pedro Acosta terjawab ketika kru KTM memberi tahu bahwa Marc dianggap bersalah dalam senggolan saat balapan dan kemudian dihukum. Meski kecewa, Marc Marquez menerima hukuman yang diputuskan oleh Race Direction. Meski begitu, paddock Ducati nampak gusar; mereka menganggap senggolan itu adalah kejadian biasa, hal normal dalam balapan. Tak ada niat dari Marc Marquez untuk mencelakai atau menendang Pedro Acosta dari jalur balapnya. Bagi publik MotoGP, justru balapan seru seperti itulah yang ditunggu.

BACA JUGA : Warga Inggris

Menebus kesalahan sewaktu sprint race, pada balapan hari Minggu Marco Bezzecchi langsung tancap gas setelah lampu start menyala. Sebaliknya, Marc Marquez justru mengambil langkah berbeda, tidak memaksa motornya sejak awal. Bezzecchi langsung berusaha membuat jarak, dan Marc Marquez perlahan dilewati oleh Raul Fernandez, Jorge Martin, dan Pedro Acosta. Marc memang sempat menunjukkan perlawanan pada Pedro Acosta dan Jorge Martin lewat manuver memukau, namun segera bisa diambil alih oleh Acosta.

Sepertinya Marc Marquez memakai strategi menyimpan ban untuk kemudian akan menekan di lap-lap akhir. Memasuki lap ke-20, Marc Marquez perlahan meningkatkan tekanan; kecepatan mulai melebihi kecepatan Raul Fernandez. Bersama Pedro Acosta, Marc Marquez mulai mendekati Raul untuk bersaing memperebutkan posisi kedua.

Namun kemudian petaka datang; di sebuah tikungan, Marc yang sudah mendekati Fernandez dan Acosta melebar keluar dari lintasan. Marc nampaknya mengalami masalah pada ban sehingga motor mengalami guncangan hebat dan tak bisa meneruskan balapan. Pedro Acosta berhasil melewati Raul Fernandez namun sudah terlalu jauh untuk bisa mengejar Marco Bezzecchi.

Balapan perdana di musim MotoGP akhirnya dimenangi oleh Marco Bezzecchi dengan catatan waktu yang mengesankan. Podium 1, 2, dan 3 tidak diisi pembalap Ducati. Balapan pembuka musim 2026 menorehkan catatan kelam karena rekor podium Ducati yang ke-88 kali akhirnya harus terhenti. Ketika sorot kamera ditujukan ke ban motor Marc Marquez, nampak velg bagian kiri berantakan. Kerusakan pada velg kemungkinan berpengaruh pada ban sehingga pecah. Panasnya Sirkuit Buriram dianggap sebagai penyebabnya, karena beberapa pembalap mengalami permasalahan serupa.

Acosta memuncaki klasemen sementara lewat perolehan poin yang sangat baik di sprint race dan balapan utama, disusul oleh Marco Bezzecchi dan Raul Fernandez. Tidak ada nama pembalap Ducati dalam daftar lima pembalap teratas klasemen sementara. Kini dominasi justru ditunjukkan oleh Aprilia yang menempatkan empat pembalapnya dalam posisi atas.

Empat pembalap Ducati yakni Fabio Di Giannantonio, Marc Marquez, Franco Morbidelli, dan Francesco Bagnaia berurutan menduduki posisi 7 hingga 10 klasemen sementara, disusul oleh pembalap-pembalap Honda. Memang masih balapan pertama, namun jika Marc Marquez belum kembali fit seperti semula, balapan di sirkuit berikutnya mungkin akan kembali kelam untuk Ducati. Karena pada balapan di Buriram, Marc Marquez bahkan seperti tak percaya diri ketika menikung ke kanan; terlihat Marc sering melebar. Padahal di seri 2025 sebelum mengalami kecelakaan dan cedera, Marc bukan hanya jago menikung ke kiri, karena menikung ke kanan pun sama baiknya. Ducati sepertinya harus lebih sabar untuk kembali bersinar.

note : sumber gambar – LIGAOLAHRAGA