KESAH.ID – Ngopi yuk, itu ajakan yang mungkin paling populer saat ini walau nanti di tempat ngopi semuanya belum tentu pesan kopi. Untuk sebagian orang minum kopi memang telah jadi kebiasaan, kebutuhan tepatnya karena asupan kafein bikin nagih. Dan waktu paling tepat adalah pagi dan sore, untuk membangkitkan mood dan mengusir lelah. Minum kopi malam hari bisa bikin susah tidur. Tapi ternyata waktu minum kopi terbaik adalah antara pagi menjelang siang. Minum kopi pada jam 09.00 – 11.30 dianggap tidak akan menggangu keseimbangan hormon dalam tubuh.
Ini bukan tentang restoran Padang yang dianggap paling otentik lantaran belum lama ini ada ribut-ribut perihal Warung Padang tapi sajian menu atau masakannya tak sesuai dengan cita rasa aslinya.
Ribut-ribut yang berujung pemasangan tanda oleh ormas tertentu untuk validasi.
Nama Rumah Makan Padang Pagi Sore pun terangkat karena sejak dulu dikenal dengan kesetiaannya pada cita rasa yang otentik. Pagi Sore dianggap sebagai salah satu resto khas Padang yang legendaris.
Uniknya Pagi Sore sebagai merek dagang ternyata dikendalikan oleh dua manajemen yang berbeda. Dua orang sahabat yang awalnya mendirikan usaha bersama-sama dan kemudian melebarkan sayap bisnisnya kelaur wilayah sendiri-sendiri.
Entah kenapa dinamakan Pagi Sore, mungkin bukanya pagi dan tutupnya sore.
Secara umum pagi dan sore umumnya dikaitkan dengan minum, entah teh atau kopi.
Memang ada kebiasaan dalam masyarakat untuk meminum teh atau kopi di waktu pagi untuk membuka hari. Teh atau kopi pagi dimaksudkan sebagai energizer, menambah semangat di pagi hari.
Sebelum sajian-sajian lain diletakkan di meja makan, biasanya yang lebih dahulu dijerang adalah teh atau kopi.
Saya sendiri terbiasa minum kopi di pagi hari. Begitu bangun langsung meminum kopi. Memang bukan kopi hangat tapi kopi sisa semalam.
Minum kopi ‘basi’ di pagi hari segera akan membuat perut bereaksi, isi perut sisa hasil pencernaan dengan lancar akan segera terbuang. Pagi-pagi perutpun akan terasa lega.
Selain itu setelah bangun pagi biasanya saya juga terus merokok. Jika langsung merokok mulut rasanya tak enak. Sulutan dan hisapan rokok akan terasa lebih nyaman jika lebih dahulu meneguk kopi.
Kopi dan rokok memang kerap dianggap sebagai pasangan serasi.
Makanya banyak orang sering heran ketika melihat orang yang doyan ngopi tapi tak merokok, atau kebal-kebul tapi tak ditemani kopi.
Manifestasi pertemuan antara kopi dan rokok yang paling mesra mengejawantah lewat kebiasaan yang dikenal sebagai cethe atau lelet.
Cethe adalah sebutan untuk ampas kopi. Yang kemudian diolehkan ke rokok .
Kebiasaan melukis rokok dengan ampas kopi ini biasanya dilakukan pada sore hari, setelah mereka pulang bekerja lalu nongkrong dan ngobrol-ngobrol di warung.
Kebiasaan ini muncul di daerah Jawa Timur, hanya saja Tulungagung yang kemudian terkenal dengan kopi cethe-nya. Karena ada banyak warung yang mengkhususkan diri untuk para pengemar kegiatan mengoles atau melukis dengan ampas kopi pada rokok.
Kopi bubuk yang digunakan untuk kebiasaan ini memang berbeda. Bubuk kopinya lebih halus bahkan ada yang dicampur dengan kacang hijau agar ampasnya semakin mudah menempel pada kertas rokok.
Minum kopi sore adalah nglaras, melepaskan lelah dan penat setelah seharian sibuk bekerja.
Ngopi sore lebih santai, diselingi dengan ngobrol-ngobrol karena kewajiban hari itu telah dituntaskan.
Minum kopi di sore hari adalah cara terbaik untuk menikmati hari sebelum pulang ke rumah dan peraduan.
BACA JUGA : Tanpa Gula
Bagi kebanyakan orang memang tak disarankan untuk minum kopi di malam hari, bisa-bisa mata terus melotot sulit untuk terpejam pada waktunya tidur. Maka bagi mereka yang tidak ber-shio bantal tidak disarankan untuk mengkonsumsi kopi di malam hari.
Kopi bisa membuat gangguan tidur karena kandungan kafein. Zat ini akan memicu kerja otak dan syarat lebih aktif. Makanya kopi sering dipakai sebagai ganjal kantuk, untuk mereka-mereka yang mesti terus terjaga.
Tapi sebaliknya untuk mereka yang ingin tidur nyenyak, tidur lelap sebaiknya menghindari minum kopi sebelum tidur. Sebab kafein dalam kopi adalah zat yang mudah larut dalam air dan lemak sehingga cepat diserap oleh tubuh.
Kafein akan menempel pada adenosin yang merupakan reseptor atau pengirim sinyal ke otak. Ditempeli oleh kafein kerja adenosin dalam mengirim sinyal untuk memperlambat kerja syarat dan memperlebar pembuluh darah untuk menimbulkan rasa kantuk menjadi terganggu. Adenosin yang diblokir oleh kafein menyebabkan rasa kantuk tidak muncul.
Jadi kapan waktu terbaik untuk minum kopi, apakah pagi atau sore?. Ternyata waktu terbaik untuk minum kopi justru menjelang siang.
Dan Buettner seorang peneliti Blue Zone atau kawasan yang populasinya berumur panjang, menemukan bahwa ada kawasan yang penduduknya panjang umur karena kebiasaan minum kopi pada waktu antara pagi menuju siang.
Pagi-pagi sekali memang tak perlu minum kopi karena orang masih segar bugar setelah semalam beristirahat.
Waktu terbaik meminum kopi adalah antara pukul 09.00 hingga 11.30.
Penelitian yang dimuat dalam European Heart Jurnal menyebutkan meminum kopi menjelang siang bisa menurunkan resiko penyakit jantung. Peminum kopi menjelang siang mempunyai penurunan resiko 31 persen lebih rendah untuk terkena kardiovaskular.
Berdasarkan jam tubuh, minum kopi antara pukul 09.00 hingga 11.30 dianggap terbaik karena pada saat itu produksi hormon kortisol dalam tubuh sedang turun. Kafein akan bekerja efektif pada saat itu dan tak akan menggangu keseimbangan hormon dalam tubuh.
Jadi ada baiknya untuk tidak segera meminum kopi setelah bangun tidur saat produksi hormon kortisol sedang tinggi-tingginya.
Sebab minum kopi dapat menyebabkan produksi kortisol makin meningkat dan dalam jangka panjang bisa menyebabkan kerusakan pada sistem kekebalan tubuh dan masalah kesehatan lainnya.
Toh, biasa pagi-pagi kita masih bugar dan tidak perlu mood booster.
Sabar sedikit tunggu sekitar satu atau dua jam setelah bangun baru ngopi-ngopi cantik.
Kecuali saya yang mesti merangsang diri untuk ‘setor’ ke belakang dengan kopi basi. Dan rasanya tak apa toh yang saya minum hanya satu dua teguk saja dan setelah itu lega.
Rasa lega baik juga untuk keseharan tubuh dan mental.
BACA JUGA : Ndasmu Mlocot
Tapi soal waktu minum kopi terbaik itu terkadang tergantung pada kebiasaan.
Yang terbiasa minum kopi pada jam tertentu pasti bisa merasakan tubuh seperti meronta-ronta jika asupan kafein belum ada pada jam biasanya.
Kepala terkadang terasa pening, kalau tubuh sedang nagih kafein.
Dan malam-malam untuk yang suka nongkrong biasanya sulit untuk menghindarkan diri dari minum kopi. Tanpa kopi obrolan tidak seru.
Terlebih lagi jika sudah dikenal doyan kopi lalu tiba-tiba pesan teh atau coklat, bisa-bisa jadi bahan bullyan.
Saya dulu hampir tak percaya kalau kopi bisa menjadi ganjal kantuk.
Tapi akhir-akhir ini saya mulai merasakan kalau minum kopi malam hari efeknya badan jadi seperti setrika bumi di kasur. Bolak-balik cari posisi terbaik untuk memejamkan mata tapi mata tak terpejam-pejam. Terkadang sampai mendekati dini hari baru terlelap, dan esoknya bangun dengan mata yang menyisakan perih karena kurang tidur.
Untungnya di pagi hari biasanya ajakan ngopi yang masuk melalui platform perpesanan tak terlalu pagi. Dikirim pada sekitar jam 8-nan, biasanya saya sampai ke tempat ngopi sekitar satu jam kemudian.
Segelas saja cukup.
Dan nanti setelah pulang masih bisa seruput sedikit-sedikit kopi yang dibuat di pagi hari. Segelas kopi itu bisa bertahan hingga sore hari.
Dan disore hari biasanya ada pesan lagi “Info… nyore dimana?”
Nyore artinya nongki-nongki sambil minum kopi di sore hari.
Biasanya di sore hari jika udara cerah masih menyisakan gerah. Dan saya akan lebih memilih Americano Iced, masih nendang tapi lebih soft karena tambahan air dari es yang mencair.
Ngopi siang terbilang jarang. Karena nggak banyak yang meng-endorse. Mungkin bagi kebanyakan orang memang nggak cocok minum kopi setelah makan atau sebelum makan siang.
Tapi pernah ada sebuah kafe di sekitar Jalan Juanda Samarinda yang punya happy hour dengan menawarkan Ngiang atau Ngopi Siang.
Rasanya satu dua kali saya mendatanginya.
Sebenarnya setelah tinggal di Manado, saya memang tak peduli dengan waktu untuk minum kopi. Entah, pagi, siang, sore atau malam saya selalu minum kopi.
Malam malah makin parah karena selain kopi hitam, saya terkadang juga minum kopi minahasa. Cap tikus, kopi yang bisa bikin mabuk dan tertidur di trotoar kalau minumnya kelewatan.
Apapun minumannya kalau kelewatan memang tak baik dan tak menyehatkan.
Pun juga dengan kopi. Jika jumlah yang diminum kelewatan juga tak baik, bukan hanya bikin susah tidur tapi juga bisa menimbulkan gangguan pada organ-organ tubuh seperti lambung misalnya.
Ajaran para tetua memang selalu mengatakan untuk membatasi makan dan minum. Itu memang benar adanya.
note : sumber gambar – TIMURJAWA








