KESAH.ID – Endas atau biasa diucapkan ndas adalah kata biasa dalam bahasa Jawa. Itu bahasa ngoko untuk menyebut kepala. Kata lainnya adalah sirah dan mustoko. Tapi konotasi ndas berubah jika diucapkan dengan penambahan kata mu, kamu atau lu. Konotasi ndasmu menjadi negatif, bermakna olokan atau umpatan untuk orang lain. Jarang sekali kata ndasmu diucapkan oleh orang terhormat, kaum terdidik atau orang-orang dengan kedudukan tinggi.
“Wei cah gundul,” begitu panggilan yang dulu sering dilontarkan sebagai olok-olok.
Kepala gundul memang selalu disamakan dengan Tuyul, tapi lain kali juga identik dengan pentol korek.
Dulu biasanya anak-anak digunduli karena kepalanya korengan. Alasannya biar mudah diobati.
Maka yang gundul karena korengan sering diolok-olok, dibilang ‘nyungi kemenyan’.
Gundul dalam kosa kata Jawa sering menjadi kata penganti untuk kepala. Kata lain yang populer untuk kepala adalah ndas.
Tapi kata ndas tidak eklusif untuk kepala orang. Lokomotif juga sering disebut Ndas Sepur.
Lalu sebutan ndas juga sering disematkan pada sejenis tawon yang ukuran cukup besar. Tawon Ndas, tawon yang sering punya sarang besar bergantung di dahan pohon atau bawah wuwungan rumah.
Disebut Tawon Ndas karena kalau terganggu akan menyerang kepala. Disengat Tawon Ndas bisa celaka karena badan bisa demam semalaman.
Konon bekas sengatannya juga meninggalkan racun yang membuat gangguan pada pigmen rambut. Pada tempat sengatannya rambut kemudian akan memutih.
Saya dulu pernah punya blok memutih di rambut bagian belakang karena dua kali disengat Tawon Ndas. Tapi sekarang nampaknya menghilang, bukan karena menghitam lagi tapi karena membotak.
Walau sengatannya terasa aduhai demamnya, tapi larva Tawon Ndas terbilang enak kalau dibikin pelas atau bothok.
Ndas memang enak. Seperti ndas ayam kalau dibacem atau digoreng, atau ndas wedus yang digulai. Tapi lebih enak lagi ndas babi yang direbus lalu dimakan dengan rica iris sambil minum saquer atau cap tikus.
Yang nda enak itu dikatai ‘Ndasmu’.
Seingat saya ndasmu itu umpatan, tanda kejengkelan seseorang pada orang lain atau situasi kondisi tertentu.
Biasanya kalau ada orang mengatakan argumen yang ngawur, yang lain akan menanggapi dengan mengatakan ndasmu.
Ndasmu artinya otak mu kosong.
Atau nasehat yang ngawur juga biasa ditanggapi dengan ucapan ndasmu. Artinya sungguh tak bijaksana.
Kalau sudah kelewat jengkel maka umpatannya adalah ndasmu mlocot atau gundulmu mlocot.
Mlocot artinya terkelupas. Seperti kulit ari kacang-kacangan yang direndam air panas lalu mudah dikupas.
Ndasmu jelas umpatan yang sangat kasar dalam bahasa Jawa. Jarang sekali orang yang terhormat memakainya.
Ndas yang beradal dari kata endas, adalah bahasa ngoko untuk kepala. Bahasa halusnya sirah atau mustoko.
Jika diucapkan sendiri ndas punya arti biasa saja. Tetapi bila ditambah mu atau lu, makna atau konotasinya menjadi negatif.
Weird Genius pernah terkenal dengan komposisi lagu berjudul Lathi. Judul lagu ini berasal dari pepatah Jawa yang berbunyi “Ajining diri saka ing lathi”. Kehormatan atau keberhargaan orang berasal dari omongannya.
BACA : Rip Usaid
Setelah 100 hari memimpin Indonesia, Presiden Prabowo kembali berpidato politik yang mengelitik. Dari sisi penampilannya, kini Prabowo memang benar-benar gemoy. Nampaknya gemoy memang bukan pencitraan tapi sebuah tranformasi diri. Prabowo kini memang jenaka.
Saya jadi ingat mantan Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor, Kai yang jenaka itu.
Kali ini dengan gaya berbisik, lebih tepatnya ngerundel atau berkata pada dirinya sendiri Prabowo lagi-lagi mengucapkan ndasmu.
Berbisik tetapi karena mendekat pada mic, hadirin mendengar dengan jelas ucapannya.
Yang mendengar kompak tertawa. Padahal yang hadir bukan hanya orang Jawa. Mungkin walau bukan orang Jawa mereka sudah njawani.
Karena yang mengucapkan ndasmu seorang presiden, hadirin menanggapi sebagai gurauan, walau gurauan receh. Recehnya Presiden cukup untuk membuat orang terpingkal-pingkal, kalau keseringan bisa-bisa membuat para comic kehabisan job melucu.
Tapi yang paham pasti tahu kalau Prabowo memang benar-benar jengkel. Dan ucapan ‘Ndasmu’ itu bisa jadi merupakan sinyal peringatan. Prabowo mengingatkan “Hati-hati kamu,”
Ya hati-hati untuk para pengkritiknya. Sepertinya Prabowo menganggap para pengkritiknya ngawur, asal omong saja.
Ini mengingatkan pada mantan mertuanya yang pernah menyebut para pengkritiknya dengan sebutan WTS atau waton suloyo, artinya asal bicara.
Presiden Prabowo sepertinya terganggu dengan gosip-gosip yang mengkritisi kabinetnya yang gemoy. Juga gosip lain soal hubungannya dengan Joko Widodo, Probowo mulai dianggap bukan penerus Jokowi.
Kabinet Prabowo memang gemuk, kalau dikumpulkan beserta wakil-wakilnya bisa bikin penuh satu aula.
Tapi Presiden Prabowo tak ingin perdebatan gemuk kurus. Gemuk karena memang dibutuhkan agar mampu menyelesaikan persoalan yang banyak dengan cepat dan efektif. Bagitu kira-kira argumennya. Jadi tak perlu ribut soal gemuk, karena yang penting adalah hasilnya.
Dan soal Jokowi, Prabowo menegaskan tak mungkin mengkhianati atau meninggalkan Jokowi. Prabowo Jokowi itu satu, singkatannya tetap projo. Makanya pendukung Jokowi yang dulu memakai nama projo tak perlu ganti nama. Karena projo kini artinya pro prabowo jokowi.
Prabowo yang sering mengucapkan ndasmu itu memang jenis orang yang tepo seliro, tahu diri.
Dia tahu kalau Jokowi yang memberikan jalan untuknya, menghapus semua hitam masa lalu. Prabowo yang jelas-jelas dipecat dari militer, diberi gelar Jenderal Penuh oleh Jokowi. Dipundaknya kini ada bintang empat, atribut yang tak ternilai harganya untuk seorang tentara.
Pantas Prabowo mengucap ndasmu karena digosipkan hendak meninggalkan Jokowi, atau Jokowi hendak mengulingkan Prabowo agar Gibran bisa jadi penganti.
Dan dihadapan Jokowi, pagi-pagi Prabowo menyatakan hendak maju kembali dalam pilpres 2029, Jokowipun mengamini. Anggap saja itu untuk semakin mematangkan Gibran. Toh di 2034 nanti Gibran terhitung masih muda juga.
BACA JUGA : Tanpa Gula
Nampaknya ucapan ndasmu untuk meluap kekesalan sudah jadi kebiasaan Prabowo. Sebelumnya Prabowo juga viral dengan ucapan “Etik, ndasmu”. Yang ini lebih parah lagi.
Tapi mungkin sudah lebih lumayan dari bisik-bisik tentang kebiasaannya dulu.
Konon dulu kalau marah, Prabowo tak berucap ndasmu tapi langsung memukul endas orang yang bikin dirinya murka.
Walau kabarnya yang ditempeleng atau ditoyor kepalanya malah merasa beruntung. Karena akan diingat Prabowo. Dan Prabowo yang menyesal karena menempeleng dan menoyor itu kemudian balik merasa kasihan pada yang dimurkainya itu. Diingat-ingat sama Prabowo itu artinya jalan terang ke masa depan terjamin.
Soal pantas tidak pantas mengucapkan ndasmu di ruang publik mungkin bisa diperdebatkan.
Seseorang dengan jabatan yang tinggi memang mesti dugo kiro atau hati-hati dalam memilih diksi.
Hanya yang justru lebih berbahaya jika dibalik ucapan ndasmu itu ada anggapan bahwa mereka yang mengkritik dianggap sebagai lawan. Prabowo menganggap para pengkritiknya sebagai orang yang punya dendam padanya.
Karena itu apa yang dilontarkan oleh pengkritiknya dianggap asal bicara, omon-omon ngawur untuk menghambur ketidaksukaan.
Seperti Suharto, Prabowo selalu mengatakan terbuka terhadap kritik. Apa yang dilakukan oleh pemerintah perlu dan harus dievaluasi. Syaratnya adalah mengkritik dengan konstruktif, kritik membangun. Dan yang lebih lagi harus diungkapkan dengan cara yang sopan.
Padahal yang namanya kritik ya memang kadang-kadang harus keras dan pedas. Kritik memang bermaksud menandaskan, maka ada penegasan-penegasan yang kemudian kerap dibumbui dengan kata-kata yang menusuk telinga agar didengarkan.
Kritik itu wajar saja dalam iklim demokrasi.
Membatas-batasi kritik dengan ini dan itu malah jadi kontraproduktif. Terlebih jika menghadapi kritik dengan emosional, bisa-bisa cita-cita Prabowo untuk maju kembali dalam pilpres 2029 tak kesampaian.
Para penjaga komunikasi publik Presiden Prabowo nampaknya harus bekerja keras. Agar besok-besok Presiden Prabowo dalam kesempatan pidato politik tak keceplosan lagi. Siapa tahu saking jengkelnya besok-besok Prabowo akan mengucapkan “Ndasmu Mlocot,”.
note : sumber gambar – BBC








