Aliran sungai terutama di perkotaan identik dengan sampah, terutama sampah plastik, kemasan dan sampah domestik lainnya. Hingga tak sedikit yang menggelari sungai sebagai tempat sampah terpanjang sedunia.

Selain sampah, sungai juga menjadi saluran pembuangan limbah yang masuk secara langsung dari selokan atau got yang berasal dari seluruh penjuru kota. Akibatnya jika cuaca panas berhari-hari, air sungai menjadi hitam dan menebarkan bau busuk.

Ironinya sungai yang dibenci karena kotor dan berbau ini diambil airnya sebagai sumber air bersih warga, baik secara langsung maupun tidak. Sungai apapun kondisinya di banyak daerah memang merupakan sumber air baku bagi perusahaan air minum daerah untuk diolah menjadi air bersih dan kemudian didistribusikan kepada masyarakat.

Kenyataan bahwa sungai itu penting namun terus dinista adalah gambaran nyata dari bencana sumberdaya umum {common disaster}.  Ada banyak pihak yang tergantung pada keberadaan sungai namun tak satupun dari antara para pihak itu yang mengambil tanggungjawab secara konsisten untuk menjaga dan merawat sungai.

Lima tahun terakhir ini di Samarinda muncul komunitas yang bisa disebut sebagai Komunitas Peduli Sungai. Komunitas yang terus bertumbuh jumlahnya ini mulai mengambil peran dalam kegiatan bersih-bersih sungai, termasuk juga bersih-bersih parit dan got.

Bersih bersih sungai

Coba sesekali pergi ke kawasan permukiman di pinggiran sungai dan tanyakan pada mereka yang tinggal disana, darimana asal sampah yang kerap tertambat di tiang-tiang rumah. Pasti yang ditanya akan menjawab kalau sampah itu datang dari wilayah diatas mereka. “Yang buang sampah itu orang atas sana,” begitu mereka sering menjawab.

Beradalah lebih lama disitu dan nanti akan lihat bagaimana cara mereka membersihkan sampah yang di aliran sungai sekitar tempat tinggal mereka. Sampah bukan dipunggut melain didorong agar hanyut. Bawah rumah atau lingkungan mereka bersih dari sampah karena sampah dikirimkan ke bawah/hilir.

Namun untuk kasus Sungai Karang Mumus, mendorong sampah tidak berarti berhasil mengusir, sebab bisa jadi nanti sampah itu akan kembali karena terdorong air pasang dari Sungai Mahakam. Sampah hanya akan bolak-balik dan lama-lama tenggelam ke dasar sungai.

Tentu saja warga di pinggir sungai sekalipun ingin lingkungannya bersih dan sudah melakukan kegiatan bersih-bersih. Namun cara bersih-bersih yang salah tak akan membuat sampah berkurang dari sungai.

Bersih-bersih sampah di sungai yang benar adalah dengan cara mengangkat sampah dari sungai, terutama sampah apung yang non organik.

Yang perlu disadari kegiatan bersih-bersih sampah di sungai merupakan kegiatan yang berisiko, sebab sungai kita umumnya sudah terpolusi dengan berat. Oleh karenanya diperlukan berbagai peralatan bantu dan alat pengaman.

Alat bantu misalnya kait untuk menarik sampah apung yang jauh, bila tidak tersedia perahu. Sementara alat bantu pengamanan adalah sarung tangan agar kulit tangan tidak langsung menyentuh sampah atau air yang bisa membuat timbul rasa gatal-gatal. Juga sepatu bot jika harus masuk ke badan sungai dan menginjak lumpur. Sebab di dalam lumpur bisa saja terbenam berbagai benda yang bisa melukai kaki.

Setelah itu tumpukan sampah hasil punggutan dari sungai harus segera dibuang ke tempat pembuangan sampah. Jangan dibiarkan tertumpuk di pinggir sungai sampai esok harinya.

Maka ketika merencanakan kegiatan bersih-bersih sungai, sejak semula sudah harus dipikirkan kemana dan bagaimana sampah hasil punggutan akan dibuang. Adalah lebih baik jika bekerja sama dengan dinas terkait untuk pembuangannya.

Serajin-rajinnya komunitas atau masyarakat bergotong royong untuk memunggut sampah dari sungai tak akan membuat sampah di sungai habis jika masyarakat yang membuang sampah ke sungai masih lebih banyak.

Namun upaya untuk bersih-bersih sungai dengan cara memunggut sampah menjadi pertanda bahwa ada sebagian masyarakat yang mulai mengambil peran untuk menjaga dan merawat sungai. Sesuatu yang selama ini absen dari hubungan kita dengan sungai.

Aktivitas memunggut sampah di sungai juga bisa menjadi alarm dan contoh baik sehingga mereka yang membuang sampah ke sungai merasa diperingatkan, bukan lewat nasehat melainkan lewat teladan baik.

Harapannya dengan semakin banyak orang memunggut sampah di sungai dengan sendirinya akan semakin sedikit orang yang tega dan bebal untuk terus membuang sampah ke sungai.

sumber gambar : radarbogor.id