Negara  Kesatuan Republik Indonesia terbentuk dari keberagaman dalam semua aspek kehidupan, baik kewilayahan, suku bangsa, agama, ras, golongan dengan pengetahuan, ekspresi, budaya dan tradisinya masing-masing.

Kenyataan yang menjadi komitmen itu dibingkai dalam semboyan Bhineka Tunggal Ika.

Frasa yang diambil dari pupuh bait 5  Kakawin Sutasoma karya Mpu Tantular mempunyai pengertian berbeda-beda tetapi tetap satu.

Perbedaan atau keragaman jika dipadupadankan akan menjadi sebuah harmoni yang indah.

Aneka Wastra Indonesia ditangan para perancang busana berhasil ditampilkan menjadi karya fesyen yang modis, dinamis dan kekinian.

Dipercaya sebagai mitra Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur, Borneo Fashion Bration berhasil menggandeng para perancang dari kabupaten/kota di provinsi Kaltim dan kota-kota lainnya di Indonesia.

Karya yang menunjukkan keragaman Wastra Borneo dan Wastra Indonesia lainnya ditampilkan dalam ajang Virtual Visit Kaltim Festival 2021 sebagai suguhan yang istimewa.

Event bertajuk Wastra Indonesia dari IKN untuk Nusantara ini dibuka oleh Isran Noor, Gubernur Kalimantan Timur, Sabtu, 16/01/2021.

Lewat acara yang juga dimaksudkan untuk merayakan HUT Provinsi Kaltim ke 64, Isran Noor berharap Industri Kreatif dan Pariwisata kelak bisa menjadi penopang utama pendapatan Kalimantan Timur menggantikan pendapatan yang bertumpu pada ekploitasi sumberdaya alam.

Apa yang disampaikan oleh Gubernur Provinsi Kalimantan Timur itu merupakan tujuan dari pelaksanaan Virtual VKF 2021 ini. 

Sri Wahyuni, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim mengatakan lewat  Virtual Trunk Show Borneo Fashion Bration hendak diperkenalkan kekayaan wastra Kalimantan Timur dan karya-karya yang dikembangkan darinya.

“Dengan mengenal maka wisatawan akan datang, melihat, mengenali sejarah, cara pembuatan  dan kemudian membeli karya pengrajin dan perancangnya,” ucap Sri.

Kreasi Tanpa Batas di Masa Pandemi

Pendemi Covid 19 yang telah berlangsung hampir satu tahun membuat banyak sektor produktif dan kreatif mati suri.

Namun capaian teknologi utamanya teknologi informasi dan komunikasi telah memungkinkan roda kehidupan dan penghidupan tetap berjalan dengan cara yang baru (new normal).

“Virtual is reality” tegas Sri Wahyuni.

Keyakinan ini telah diimplementasikan oleh Sri Wahyuni dan jajarannya di Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur bukan hanya lewat Virtual Visit Kaltim Festival 2020 dan 2021.

Ada rangkaian kegiatan lain sebelumnya yang bertujuan meningkatkan sumberdaya manusia di sektor industri kreatif dan pariwisata untuk memanfaatkan teknologi dalam berkarya dan memasarkan produk serta layanan mereka.

Lewat pelatihan dan bimbingan teknis internet marketing, virtual tour dan virtual event ditanamkan kesadaran bahwa yang utama bukan belanja teknologi melainkan mendayagunakan teknologi.

Seperti halnya pelaksanaan virtual tour dengan memakai jaringan internet dan smartphone yang biasa dipakai sehari-hari dipadu dengan aplikasi dan layanan yang disediakan oleh Google Mobile Service (google virtual tour, google map, Google street view, google place, dll)

Dan terbukti pemanfaatan teknologi secara cerdas dan bijaksana, Borneo Fashion Bration sebagai seri pertama Virtual VKF 2021 mampu menghadirkan karya-karya kreatif yang menerabas batas-batas geografis.

Merayakan Kalimantan Timur dengan Keadaban Baru

Pendar rona bahagia terpancar di wajah Sri Wahyuni usai Virtual Visit Kaltim Festival 2021 selesai dipancar luaskan.

Atmosfer kegembiraan melingkupi ruang aula di lantai 3 Kantor Dinas Pariwisata Kaltim yang disulap menjadi studio untuk melakukan siaran langsung.

Live event yang berlangsung kurang lebih 3 jam ini berhasil menampilkan kekayaan wastra Kalimantan Timur, kain hasil karya pengrajin dan busana karya perancang dari kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Timur.

Lewat video yang dikirimkan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota koleksi busana yang ditampilkan dengan latar destinasi wisata unggulan masing-masing daerah sungguh menggoda mata.

Dari Bontang diperkenalkan Batik Beras Basah. Menampilkan Burung Enggang dengan bertengger pada pepohonan. Sebuah gambaran ingatan akan alam Kalimantan Timur.

Kutai Kartanegara menampilkan Batik Melayu Kutai dan Tenun Ulap Doyo. Lewat tampilan ini diperkenalkan motif batik Sirih Raja, Buah Kelayan dan Jajak Keminting serta motif tenun Limar dan Tenggulun Timang. Dalam tradisi Dayak Benuaq, Limar yang menggambarkan perahu biasa dipakai oleh petani. Sedangkan Tenggulun Timang yang  menggambarkan harimau, dipakai oleh Raja.

Berau tampil dinamis dengan batik yang berani dalam paduan warna. Paduan yang menampilkan nuansa hutan dan pesisir lautnya.

Kutai Timur dengan bentang alam karstnya mempunyai keunikan ragam flora faunanya sendiri. Menampilkan batik paku dan wakaroros. Wakaroros diambil dari kearifan tradisonal Suku Dayak Basap. Yang artinya adalah akar nan menjuntai dari atas ke bawah.

Terkenal mempunyai penangkaran rusa di Api-Api, Penajam Pasir Utara menampilkan koleksi busana batik bermotif rusa.

Ceria extravagansa ditampilkan oleh Balikpapan lewat tampilan busana yang dinamis dan elegan, paduan kekinian  antara batik dan tenun dengan latar Borneo Bay City.

Dari Samarinda, Ibukota Provinsi Kaltim tersaji koleksi busana yang bergaya tanpa meninggalkan wibawa. Busana paduan antara tenun sarung Samarinda dan sulam tumpar.

Rangkaian sajian wastra dan busana kemudian dipuncaki dengan sajian busana karya 50 perancang dari berbagai kota di provinsi Kalimantan Timur dan provinsi lainnya di Indonesia.

Koleksi busana yang dikirim oleh masing-masing perancang diperagakan oleh 40 model. Bukan diatas catwalk melainkan di Taman Rumah Ulin Arya, Arboretum Balai Besar Litbang Ekosistem Hutan Dipterokarpa dan Hutan Pendidikan Fakultas Kehutanan Unmul.

Dan Borneo Fashion Bration kemudian ditutup dengan pengumuman lomba gambar desain wastra borneo. Terpilih 3 pemenang dari 12 gambar desain unggulan yang dipilih dari karya kiriman puluhan desainer dari seluruh penjuru Nusantara, bahkan ada peserta dari Iran.

Anas Maghfur, founder Borneo Fashion Bration akhirnya bisa tersenyum lega karena bisa melewati pengalaman pertama menyelenggarakan pagelaran busana secara virtual.

Senyum yang sama tersungging dari bibir M. Septian Hidayat dari Beleza Creative yang bertindak sebagai event organizer Virtual VKF 2021 kali ini.

Biasa bekerjasama dengan perusahaan dan sektor swasta, kerjasama pertama dengan instansi pemerintah ternyata sungguh asyik menurutnya.

Selalu ada catatan untuk perbaikan pelaksanaan kegiatan kedepan. Dan beberapa catatan kritis disampaikan oleh Sri Wahyuni kepada panitia dan pelaksana kegiatan Virtual Visit Kaltim Festival 2021 yang baru usai terlaksana.

Apapun catatannya, apa yang ditampilkan dalam Virtual VKF 2021 membuktikan Kalimantan Timur memang layak ditetapkan sebagai Ibu Kota Baru Indonesia.

Kekayaan sumber daya  alam, keanekaragaman flora dan fauna, lanskap bentang alam serta budayanya akan mampu menjadi pondasi untuk membangun keadaban baru Indonesia.