Binatang apa yang ketika terlihat melintas di depan kita akan membangkitkan niat untuk membunuh atau memusnahkannya?
Kecoak dan tikus. Sialnya kedua binatang itu hampir mustahil kita tolak keberadaannya di lingkungan tempat tinggal kita.
Padahal sejak kecil, sebagian kita pasti sudah akrab dengan perangkap, penangkap dan racun tikus serta obat semprot pembasmi kecoak.
Hanya sampai bosan mencoba dan memakainya ternyata kecoak dan tikus tidak punah juga. Kecoak dan tikus tidak hilang tapi malah memperkaya para industriawan pembuat racun atau obat pembasminya.
Kecoak memang tak bisa disepelekan kemampuannya bertahan. Ada di bumi lebih dahulu dari dinosaurus yang telah lama punah, kecoak berhasil melewati seleksi alam dari beberapa jaman karena kemampuan adaptasinya yang sangat baik.
Kecil-kecil tapi hebat karenanya para ahli menduga bahwa saat terjadi perang nuklir kecoaklah yang bisa selamat dari radiasi.
Kehebatan kecoak lainnya adlaah mampu tidak makan dan minum berhari-hari, bahkan sebulan. Bisa tahan nafas sekitar 40 menit dan mampu hidup selama seminggu tanpa kepala.
Soal mobilitas,kecoak mampu berlari sejauh 4 km satu jam. Anaknya sekalipun punya kemampuan tidak jauh beda dengan induknya.
Hidup selama berjaman-jaman akhirnya kecoak menemukan habitat paling aman dan nyaman yaitu rumah, hidup dekat dengan manusia tanpa kelihatan.
Tikuspun kemudian menyusul, terutama tikus tanah yang kemudian menjadi tikus rumah dan tikus atap. Juga tikus celurut.
Sama dengan kecoak, tikus juga menjadikan rumah sebagai istana dengan gudang makanan yang berlimpah.
Kehadiran kecoak dan tikus yang tidak diundang serta tak dikehendaki kemudian menjadi gangguan untuk manusia. Apalagi tikus punya kegemaran mengerat, menggigit atau mengerogoti kayu, kardus, kain bahkan besi. Bau kotoran dan kencingnya juga tak sedap.
Sedangkan kecoak teramat suka berada di WC. Tak jarang terlihat keluar masuk dari lubang kloset atau sela-sela lantai dan dinding yang retak.
Kecoak dan tikus kemudian menjadi lambang kejorokan yang menjijikkan.
Hewan Pembersih
Sebenarnya kecoak dan tikus adalah hewan pembersih. Mereka senang memakan sisa-sisa makanan apalagi terbuat dari tepung, daging atau biji-bijian yang jatuh ke lantai atau dibiarkan di tempat sampah yang terbuka.
Apapun yang tercecer di lantai akan disantap oleh mereka tanpa pilih-pilih.
Meski kecoak dan tikus membawa bakteri yang berbahaya. Namun sebenarnya sisa makanan yang tercecer di lantai atau di pojok-pojok rumah jika tidak disikat habis oleh kecoak dan tikus akan membusuk, tumbuh jamur atau mikro organisme lain yang juga tidak kurang berbahaya.
Jadi kehadiran kecoak dan tikus sebenarnya membawa untuk karena mereka menghabisi remah-remah dalam rumah termasuk serangga yang mati sehingga tidak membusuk.
Dari aktivitas bersih-bersih itu bisa jadi kecoak dan tikus kemudian kotor. Juga membawa berbagai bakteri atau kuman di tubuh mereka. Sesuatu yang berbahaya jika kemudian masuk ke dalam makanan dan kemudian kita santap.
Oleh karena yang paling penting untuk menghindari bahaya karena tikus dan kecoa adalah dengan menjaga kebersihan rumah. Tidak membiarkan ada sisa makanan tercecer di lantai, tidak membiarkan makanan terbuka tanpa penutup dan tidak menyimpan sampah sisa makanan di dalam rumah berhari-hari.
Jika kita jorok dan tidak pembersih maka kecoak dan tikus akan datang membersihkan.
Sayangnya kita kerap kali membuat rumah menjadi sarang tikus. Memenuhi ruangan dengan aneka tumpukan barang. Barang yang tidak sering digunakan sehingga menimbulkan ruang sempit, celah-celah gelap yang jarang dibersihkan dan seterusnya.
Dan itulah yang dikehendaki oleh kecoak dan tikus. Suasana yang gelap, lembah namun hangat dan tersembunyi.
Akhirnya tak perlu bercita-cita di menghabisi kecoak dan tikus. Populasi kecoak dan tikus akan terkendali andai predator alamiahnya ada. Seperti burung, ular dan lain sebagainya. Sayangnya predator alami kecoak dan tikus juga sudah menghilang karena habitatnya sudah berubah menjadi permukiman.
Jadi tak ada.jalan lain untuk mengurangi jumlah kecoak dan tikus di rumah selain hidup bersih. Bersih diri dan bersih lingkungan.
Oh, iya ngomong-omomg soal kecoak, untuk mereka yang tinggal di daerah yang suka banjir kecoak bisa menjadi sistem peringatan dini.
Andai hujan deras dan kemudian banyak kecoak merayap di dinding, naik dan keluar dari persembunyiannya itu pertanda bahwa permukaan air akan naik atau banjir akan datang.
Sumber gambar : amp.suara.com








