Para sosiolog mengkategori manusia modern salah satunya berdasarkan periode kelahiran dengan sebutan generasi.
Dimulai dari generasi perang yang terdiri dari perang klasik,perang dunia pertama dan perang dunia kedua.
Kemudian generasi paska perang dunia kedua yang disebut generasi era depresi dan generasi baby boomer.
Setelah itu lahir generasi X yang sesungguhnya juga berada dalam era perang, namun bukan perang terbuka melainkan perang dingin antara blok barat dan timur, blok Ini Soviet dan Blok Amerika Serika, NATO dan Pakta Warsawa, Komunis dan Kapitalis.
Setelah itu lahir generasi Y yang dilatari oleh internet. Dan kemudian disusul generasi Z yang berlatar telepon pintar dan sosial media.
Dan karena daftar huruf sudah habis maka generasi yang lahir berikutnya disebut generasi alpha.
Sebenarnya tidak ada kesepakatan yang pasti soal rentamg tahunnya. Pun generalisasi sifat khas dari masing-masing generasi terkadang juga ditemukan kebalikannya.
Dan generalisasi terkadang mang diperlukan untuk memberikan gambaran umum. Walau kalau ditelisik lebih dalam yang disebut pengetahuan, persepsi, sikap dan perilaku manusia secara individu tidak selalu dipengaruhi kuat oleh lingkungan dan jamannya.
Millenial Yang Mulai Usang
Dulu setiap hari kita kerap menyebut kata globalisasi dalam setiap perbincangan. Seperti menjadi sebuah template karena hampir setiap pidato, karya tulis dan kotbah diawali dengan kata “di era globalisasi”.
Kebiasaan itu kemudian diteruskan dengan kata lain yakni millenial. Dalam beberapa tahun terakhir ini hampir segala hal dikaitkan dengan millenial.
Sebutan millenial dikaitkan dengan anak-anak muda yang lahir antara tahun 1980-an hingga 1990-an. Generasi yang kerap disebut sebagai generasi Y.
Yang tertua dari generasi ini sekarang berumur 40-an dan yang termuda baru saja melewati masa remaja, pemuda yang mulai dewasa.
Dideskripsi sebagai generasi yang lahir dalam era komputer dan internet, akrab dengan segala sesuatu yang serba digital dan online. Lahir dalam jaman dengan ekosistem digital membuat mereka kerap dijuluki sebagai ‘digital native’.
Dan seperti masa-masa sebelumnya selalu saja ada pertentangan antar generasi. Dan pertentangan yang paling kuat saat ini adalah antara generasi X dan Y. Antara digital migran dan digital native.
Hingga kemudian millenial menjadi generalisasi yang berlebihan atau bahkan berkembang menjadi hinaan dan ejekan.
Ya perbincangan tentang sebuah generasi memang kemudian kerap mengarah pada stereotype. Dan kebanyakan orang tak suka dengan hal itu.
Covid 19
Pendemi Covid 19 pada satu sisi menguji kesiapan jaman untuk menjadi serba bergerak dalam jaringan digital dan virtual atau online.
Bayangkan andai pandemi ini terjadi di masa sebelum penemuan teknologi internet dan aneka temuan susulannya bisa jadi korbannya jauh lebih besar dan melumpuhkan.
Waktu bergerak dengan cepat. Pandemi ini juga membuat perhatian kita pada yang serba millenial berkurang karena sudah lahir generasi berikutnya yang mulai menggeliat.
Tepat dengan populernya zoom, generasi Z lah yang kebetulan juga akrab dengannya karena kini mereka belajar atau bersekolah dengan memakai aplikasi tersebut.
Generasi yang lahir di jaman setelah iPhone ini dalam dirinya mungkin terkandung DNA mobile internet.
Mereka kini sudah tumbuh dari remaja menuju pemuda. Dan kemudian segera akan menjadi lawan pertentangan dengan generasi Y atau kelompok millenial.
Namun mungkin saja pertentangan antara generasi X dan Z tidak akan sekental pertentangan generasi sebelumnya. Karena kedua generasi ini lahir dalam ekosistem teknologi yang nyaris sama..
Dan semoga karena lahir di jaman internet,digital dan serba online, kedua generasi ini lebih terbuka pikirannya serta melandaskan persepsi,sikap dan perilakunya pada data, informasi dan pengetahuan yang teruji.
Karena akrab dengan internet, generasi ini diharapkan menjadi lebih pintar mencerna apa yang ada di dunia digital dan virtual sehingga tidak kerap terjebak dalam hoax sebagaimana generasi sebelumnya yang kerap ‘mabuk’ ketika berinteraksi di dunia virtual dan digital.
Sber gambar : Getty image – bbc.com









Bonus demografi
Comments are closed.