Kapan sungai mulai ada di muka bumi?. Setiap sungai pasti punya sejarahnya sendiri, jadi kapan terbentuknya jelas berbeda-beda masanya. Yang pasti bisa ribuan atau bahkan jutaan tahun yang lalu. Sebagian bahkan mungkin sudah mati, hilang tanpa bekas.

Satu hal yang pasti sungai pasti terbentuk sedikit demi sedikit, dari aliran kecil, bertemu dengan aliran lain hingga kemudian membentuk sungai sedang dan sungai besar.

Istilah sungai merujuk pada air tawar alamiah yang mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah. Alirannya akan menuju ke laut, danau atau sungai lainnya yang lebih besar.

Terbentuknya sungai tak bisa lepas dari siklus hirologi atau daur hujan. Hujan yang turun dan kemudian meresap ke dalam tanah menimbulkan mata air. Aliran mata air yang terus menerus dari tempat tinggi kemudian membuat alur aliran air, menjadi sungai-sungai kecil. Pun juga air hujan yang tidak meresap dan kemudian berkumpul lalu membentuk aliran air, jika alur alirnya menetap kemudian juga akan melahirkan aliran sungai.

Ketika air dari mata air atau air hujan menjadi sungai, akan terbentuk aliran yang terdiri dari 3 bagian yaitu hulu, tengah dan hilir. Bagian hulu yang umumnya terletak di pegunungan akan lebih deras alirannya dari bagian hilir. Aliran sungai sering kali juga berkelak-kelok atau berlika-liku tergantung dari kondisi tanah atau daratan yang dikikis olehnya serta pengendapan di sepanjang aliran sungai.

Dibagian hulu pengikisan umumnya terjadi pada dasar sungai. Sementara di bagian tengah kekuatan arusnya mulai berkurang sehingga badan sungai cenderung melebar dan alirannya juga berkelak kelok.

Semakin ke hilir aliran airnya akan semakin lemah sehingga sungai cenderung lebih melebar dan terbentuk endapan-endapan.

Perbedaan sumber air pembentuk sungai akan menentukan jenis dan karakter sungai. Sungai yang tidak mempunyai mata air umumnya akan kering di musim kemarau. Sementara yang mempunyai mata air besar jumlah airnya akan berkurang pada saat musim kemarau. Meski demikian ada sungai yang mempunyai banyak sumber air sehingga sepanjang tahun atau sepanjang musim selalu mempunyai jumlah air yang besar. Sungai seperti ini disebut sebagai sungai permanen. Salah satu sungai permanen adalah Sungai Mahakam.

Sedangkan sungai Karang Mumus termasuk sungai periodik karena airnya akan banyak jika hujan turun. Dan jika hujan tidak turun dalam beberapa minggu maka airnya akan berkurang jauh.

Selain karena sumber airnya jenis atau karakter sungai bisa dibedakan dari berbagai macam hal seperti debit air, struktur geologi, asal usul kejadiannya, kecepatan arus, bentuk aliran dan seterusnya.

Namun apapun bentuk atau model sungainya yang perlu disadari adalah sungai terbentuk oleh sebuah proses yang panjang, sedikit demi sedikit hingga kemudian menjadi aliran air dengan terus menerus menyesuaikan pada kondisi alam setempat. Sungai terus berkembang dinamis berdasarkan faktor-faktor melingkupinya.

Kesadaran ini penting agar kita tidak melakukan intervensi kepada sungai berdasarkan pikiran, pengetahuan yang dangkal dan sesaat serta hanya mengabdi untuk kepentingan jangka pendek manusia.

Fungsi dan Manfaat Sungai

Sebagai bagian dari siklus hidrologi maka sungai berfungsi untuk mengalirkan air dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah. Proses pengaliran air ini didasari oleh prinsip keseimbangan antara air di hulu dan di hilir. Air tidak akan mengalir dengan cepat dari hulu langsung ke hilir yang bisa menyebabkan hulu kering dan hilir banjir.

Untuk menjaga keseimbangan air maka aliran sungai akan berkelak-kelok, lebar sempitnya tidak sama dari hulu ke hilir. Oleh karenanya sungai tidak bisa disamakan dengan got atau kanal yang bertujuan untuk mengeringkan daratan, membuang air secepat mungkin ke laut.

Fungsi lain dari sungai adalah memanen dan menahan air hujan di permukaan.

Dengan fungsi seperti ini maka kemudian sungai mendatangkan manfaat baik bagi manusia, mahkluk hidup lainnya dan iklim. Manfaat sungai antara lain :

  1. Ruang hidup – sungai merupakan ruang hidup bagi aneka mahkluk baik yang ada di dalam air, dataran banjir dan daratan sekitarnya.
  2. Sumber air – sungai menyediakan air bersih untuk kebutuhan masyarakat baik untuk kebutuhan domestik maupun budidaya (pertanian, peternakan dan usaha lainnya).
  3. Sumber penghidupan – sungai menyediakan berbagai macam bahan atau komoditas sebagai sumber pendapatan bagi masyarakat seperti ikan, udang, pasir, batu, rumput di tepiannya dan lain sebagainya.
  4. Sumber energi – dengan bantuan teknologi air sungai bisa dimanfaatkan untuk membangkitkan energi listrik.
  5. Koridor satwa – tetumbuhan yang tumbuh di kanan kiri sungai (riparian) adalah area ruang gerak satwa untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya secara aman.
  6. Menjaga iklim – air dan tetumbuhan di kanan kiri sungai akan menjaga kelembaban udara, memasok oksigen dan menyerap karbon.
  7. Alur transportasi – sungai adalah jalur untuk moda transportasi air menghubungkan satu daerah dengan daerah lainnya.
  8. Sarana olahraga – sungai adalah tempat untuk sarana olahraga seperti mendayung, arung jeram, renang dan lain sebagainya.
  9. Tempat rekreasi – di sungai dan lingkungannya yang indah masyarakat bisa berekreasi menikmati keindahan sungai dan kesegaran airnya.
  10. Sarana pendidikan – ekosistem sungai adalah ekosistem yang kaya dengan keanekaragaman hayati baik tumbuhan maupun satwa yang bisa menjadi perpustakaan alam untuk pelajar, mahasiswa dan peneliti.

Fungsi dan manfaat sungai akan terjaga apabila ekosistem sungai masih seimbang sehingga sungai bisa memberikan jasa atau layanan ekologis berupa kemanfaatan baik untuk alam, manusia dan mahkluk hidup lainnya.

Sungai akan kehilangan fungsinya jika terlalu banyak campur tangan manusia mulai daeri lingkungan daerah aliran sungai, wilayah sungai, sempadan, bantaran dan badan sungai. Jika tata guna lahan pada masing-masing area itu digunakan untuk kepentingan yang tidak berkesesuaian dengan air maka sungai akan kehilangan kemampuan menghasilkan jasa ekologi akibatnya fungsi dan manfaat sungai menurun atau bahkan hilang sama sekali.

Sungai yang mati fungsi dan kehilangan manfaat akan berubah menjadi penyebab musibah atau bencana, terutama disaat musim hujan. Sungai akan menjadi penyebab banjir. Padahal secara alami sungai adalah saluran pengendali dan pencegah banjir.