Saya sama sekali tak punya kenalan presiden. Tapi karena sewaktu sekolah dulu sering ditanya nama-nama presiden, maka jadi terbiasa menghafalkan nama presiden. Bukan hanya presiden tapi juga perdana menteri dan kanselir.

Ada banyak presiden dan perdana menteri namun yang paling terkenal adalah Donald Trump, Presiden Amerika Serikat. Sejak pertama kali terpilih, Trump sudah mulai bikin ulah. Bukan hanya ribut dengan anggota konggres tapi juga mulai cari ribut dengan negara-negara lainnya.

Salah satu yang paling diserang oleh Trump adalah China, bukan hanya pemerintahannya melainkan juga raksasa industrinya yaitu Huawei. Kelakuan Trump ini kemudian menimbulkan perang dagang antara Amerika Serikat dan China.

Entah apa yang dikhawatirkan oleh Trump. Kalau dilihat dari keperkasaan uangnya, Dollar masih berada diatas semua mata uang. Dollar bahkan bukan lagi alat tukar melainkan sudah jadi komoditas. Mata uang China nggak ada apa-apanya. Terbukti tidak ada satu kasus tangkap tangan yang dilakukan oleh KPK menemukan mata uang China, Reminbi bersama para tersangka.

Sewaktu China mulai diserang oleh covid 19, Trump bersorak, merasa menang dan berharap China akan tumbang. Trump lupa kalau China penduduknya terbesar di dunia. Mulailah Trump menghina China, menyebut covid 19 dengan nama virus china.

Tapi akhirnya virus china itu sampai di Amerika. Virusnya mungkin marah sehingga menyerang secara membabi-buta. Jumlah orang yang terinfeksi dan kemudian meninggal karena covid 19 yang terbanyak dari Amerika Serikat. Jumlah korban jiwa tentara Amerika dalam perang dunia ke II kalah banyak dibanding dengan serangan covid 19.

Tapi Trump selalu punya alasan untuk ngeles termasuk dengan cepat menemukan obat untuk mengatasi covid 19. Namun obat yang diusulkan olehnya kemudian terbukti tidak sakti. Masih belum kapok menyampaikan usulan sembarangan, Trump mengatakan covid 19 mungkin bisa disembuhkan dengan menyuntikkan disinfektan ke tubuh penderita.

Tak tahulah apa maksudnya Trump dengan semua kekonyolan. Apakah dia hanya berpikir yang penting tetap terkenal sehingga bisa maju lagi menjadi presiden Amerika Serikat untuk periode kedua November nanti.

Saya sejak dulu kagum dengan Amerika Serikat, namun ketika mereka memilih Trump kekaguman saya mulai meluntur. Trump mungkin memang bukan orang kacangan, dia seorang konglomerat, pengusaha yang berhasil. Tapi ukuran presiden menurut saya Trump adalah presiden terbodoh sedunia.

Sialnya Trump mungkin tak merasa kalau dirinya konyol dan bodoh. Saking percaya dirinya bahkan Trump selalu menyerang balik siapa saja yang mengkritiknya. Dipukul satu kali, Trump akan membalas 10 kali.

Beruntung presiden negeri kita tidak seperti Trump. Walau kadang salah dan ragu dalam mengambil keputusan, namun tidak sekonyol dan setolol Donald Trump.

Tapi sejauh saya tahu ada gubernur yang kelakuannya mirip-mirip Donald Trump. Selalu mengagetkan jika mengomentari segala sesuatu. Bikin mati gaya kata-katanya.

Saya membayangkan andai dalam pemilu Amerika Serikat nanti, Donald Trump mengajak gubernur itu jadi pasangannya dan kemudian rakyat Amerika kembali khilaf sehingga Donald Trump menang, kembali jadi Presiden AS untuk kedua kalinya, maka saya pastikan Amerika Serikat akan ambyar.

kredit foto : Charles Deluvio – unsplash.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

two × 5 =