KESAH.ID –  Di Sirkuit Chang International Marc Marquez dijagokan untuk meraih kemenangan. Peluang untuk memenangkan balapan memang terbuka karena balapan dilaksanakan dengan sirkuit basah. Start yang baik membuat Marc mampu membuntuti Martin dan Pecco. Martin yang melebar kemudian ditinggal oleh Pecco dan Marc. Namun persaingan untuk memenangkan balapan berakhir karena Marc terjatuh saat membuntuti Pecco. Dan balapan di Thailand diakhiri tanpa perang antara Pecco dan Martin.

Pedro Acosta bakal peraih Rookie of The Year Moto GP 2024 – karena dia satu-satunya pembalap Moto 2 yang naik ke Moto GP – mengatakan balapan Moto GP 2024 cenderung membosankan.

Mungkin benar karena yang bersaing di lintasan nampaknya hanya Ducati, kasarnya Moto GP 2024 menjadi Ducati Cup.

Tapi kalau dikulik lebih dalam sebenarnya tidak, meski yang bersaing di depan kebanyakan hanya pembalap Ducati, toh balapan tetap seru terutama karena kehadiran Marc Marquez. Boleh dibilang Marc adalah pembalap paling menghibur di Moto GP 2024 ini.

Betapa tidak, Marc berkali-kali menunjukkan bagaimana dia yang start di grid belakang atau melorot ke belakang karena masalah saat start kemudian bisa kembali merangsek ke depan dan meraih podium.

Tapi Pedro Acosta memang agak jaim terhadap Marc Marquez jadi seperti agak-agak susah untuk memuji pembalap yang sama-sama berasal dari Spanyol itu.

Setelah resmi direkrut oleh tim resmi Ducati untuk balapan tahun 2025 dan 2026, Marc Marquez cenderung tampil lebih santai dan banyak senyum. Tujuannya meninggalkan Honda agar dapat motor yang kompetitif sudah tercapai.

Marc Marquez sama sekali tak ingin menjadikan juara dunia sebagai tujuannya berlaga di sirkuit pada tahun ini. Marc berpindah ke Tim Gresini meninggalkan semua yang bisa diberikan oleh Honda untuk menilai dirinya masih kompetitif atau tidak. Dan bersama Gresini kepercayaan diri Marc Marquez tumbuh kembali.

Meski di klasemen sementara Marc Marquez menduduki peringkat ketiga, Marc tahu kalau Jorge Martin dan Pecco Bagnaia yang akan memperebutkan gelar itu.

Marc sudah senang musim depan akan membalap dengan motor pabrikan. Jadi waktu yang tersisa ini akan didedikasikan untuk menyenangkan Tim Gresini. Tim yang menyediakan diri untuk menjadi batu loncatan.

Dan sejauh ini Tim Gresini juga sudah senang karena Marc Marquez berhasil mempersembahkan 3 kali kemenangan yang penuh cerita. Kemenangan yang dibumbui oleh drama nan fenomenal.

Walau tak akan meraih gelar juara dunia pada tahun ini namun Marc Maquez mengendalikan jalannya perebutan gelar antara Martin dan Pecco. Margin poin antara Jorge Martin dan Pecco tidak dibiarkan jauh. Marc selalu berhasil mencuri poin sehingga jarak antara Jorge dan Pecco tetap dekat. Sehingga kemungkinan siapa yang akan menjadi juara akan ditentukan pada balapan terakhir.

Sial karena motornya meledak di Sirkuit Mandalika, di balapan Jepang Marc Marquez kembali menunjukkan tajinya. Dan kemudian Marc tampil fenomenal di Australia.

Start dari posisi dua, baik di sprint race maupun balapan utama Marquez selalu sial saat start. Pada saat sprint race, Marquez melebar karena kaget dengan pengereman Jorge Martin. Marc melebar untuk menghindari tabrakan dengan Martin. Marc tercecer hingga posisi 8. Namun perlahan pembalap di depannya dilibas hingga kemudian berhasil membututi Martin namun tak mampu mengejarnya.

Dan di balapan utama, keceroohannya membuang plastik penutup visor membuat motornya goyang dombret saat start. Marc melorot hingga posisi 13. Namun lagi-lagi dalam beberapa putaran berhasil kembali menyodok ke depan untuk bersaing naik podium.

BACA JUGA : Prabowo Kiri

Dalam balapan utama di Australia, Marc Marquez kembali menunjukkan kepiawaiannya. Juara dunia 8 kali ini menunjukkan kelasnya sebagai salah satu pembalap terbaik di sirkuit.

Sirkuit Philip Island memang merupakan salah satu sirkuit kesukaan Marc Marquez karena mempunyai tikungan ke kiri yang lebih banyak. Selain itu tikungan dengan titik pengereman yang ekstrim juga tak terlalu banyak.

Bagnaia menjadi kesulitan disini, karena kelebihannya yakni late break, kurang bisa dipraktekkan.

Marc Marquez kemudian bisa melewati Bagnaia dan membuat jarak, lalu mengejar Martin dan membuntuti selama beberapa lap untuk melihat kelebihan dan kelemahan Martin. Percobaan pertama dilakukan Marc untuk melewati Martin dan ternyata dengan mudah Martin kembali merebut posisi pertama karena motornya lebih kencang di track lurus.

Disini kecerdikan Marc Marquez diuji. Marc tahu bahwa Martin tak akan mengambil resiko karena bisa berakhir dengan kecelakaan yang akan membuat kehilangan angka. Dan dengan agresif Marc kembali melewati Martin sebelum masuk ke jalur lurus. Marc kemudian berhasil membuat sedikit jarak sehingga Martin gagal melewati ketika memasuki tikungan lurus.

Akhirnya Marc Marquez mencatat kemenangan ketiganya di Sirkuit Philips Island Australia.

Kepercayaan diri ini yang kemudian dibawa ke Thailand. Dan sejak sesi latihan Marc Marquez menunjukkan kecepatannya.

Sayang di sesi kualifikasi, Marc yang mencoba untuk memperbaiki catatan ternyata terjatuh disaat waktu hampir habis. Beruntung catatan waktunya masih menempatkan Marc di posisi start ke 5.

Marc akan bertarung di Thailand dengan posisi start di belakang Pecco Bagnaia, Enea Bastianini, Jorge Martin dan Marco Bezzecchi.

Melakukan start dengan baik, Marc berhasil berada di posisi kedua di belakang Enea Bastianini karena Jorge Martin dan Francesco Bagnaia melebar. Namun kecepatan Marc tidak cukup sehingga selain tertinggal dari Enea, juga bisa dilewati oleh Bagnaia dan Jorge Martin.

Sepanjang balapan Marc Marquez kemudian stagnan diposisi empat. Walau berhasil membuat jarak dengan Alex Marquez yang berada di posisi 5, namun Marc sulit untuk mengejar pembalap di depannya. Perlahan jarak makin melebar antara Marc dan Pecco yang telah dilewati oleh Jorge Martin.

Keseruan yang ditunggu tidak terjadi. Di Sirkuit Buriram terlihat jelas superioritas GP 2024 dibanding GP 2023.

Akhirnya Bastianini yang memimpin sejak start tak bisa dikejar lagi dan meraih kemenangan. Disusul oleh Jorge Martin dan kemudian Pecco Bagnaia. Marc harus puas dengan finis di posisi empat dan disusul oleh Alex Marquez di posisi 5.

Jorge Martin sedikit menambah keunggulannya dengan Pecco Bagnaia. Setelah sprint race di Thailand, margin poin Jorge Martin adalah 22. Keunggulan yang masih dengan mudah bisa dikejar seandaianya Martin mengalami sial di balapan berikutnya.

Bastianini berhasil memenangkan sesi sprint race namun belum mengeser Marc Marguez dari klasemen sementara. Marc masih unggul kurang lebih 8 point dari Bastianini.

BACA JUGA : Kabinet Oversize

Sprint race di Buriram semakin menegaskan bahwa Moto GP 2024 adalah perang Ducati. Perebutan gelar hanya terkonsentrasi pada penunggang Ducati, khususnya Jorge Martin dan Francesco Bagnaia. Namun secara matematika Enea Bastianini dan Marc Marquez masih punya peluang dengan syarat pada balapan yang tersisa Martin dan Pecco tak memperoleh poin sama sekali.

Dominasi Ducati yang makin mengental terlihat dari 8 motor Ducati yang secara berurutan menguasai posisi atas di 10 besar. Semua pembalap Ducati finish di depan pembalap Yamaha, KTM, Aprilia dan Honda.

Pedro Acosta, rookie yang menunggangi KTM berusaha melawan dominasi Ducati. Namun beberapa balapan terakhir, Pedro kerap nyungsep di gravel karena mengendarai motornya over limit.

Balapan utama di Chang International Sirkuit dilaksanakan dalam kondisi basah. Marc Marquez punya kesempatan untuk unjuk gigi. Dan benar ketika bendera start dikibarkan, Marc berhasil masuk ke posisi 3 dibelakang Martin dan Pecco Bagnaia.

Jorge Martin sempat membuat jarak namun kemudian melebar. Pecco dan Marc kemudian berhasil melewatinya. Dalam beberapa lap, yang bersaing adalah Pecco dan Marquez. Dua kali Marc mencoba melewati Pecco namun diambil alih kembali.

Pecco dan Marc seperti sudah nyaman di depan, Martin mulai ketinggalan dan mungkin tak mau mengambil resiko untuk meningkatkan kecepatan. Dan Marc yang berusaha keras membuntuti Pecco kemudian kehilangan kendali ban depannya dan terjatuh.

Francesco Bagnaia kemudian memimpin di depan. Jaraknya cukup jauh dengan Martin. Keseruan justru terjadi dalam perebutan posisi ketiga. Podium ketiga sudah di depan mata Jack Miller, namun beberapa lap terakhir kecepatan Acosta meningkat. Lewat pertempuran yang seru, Acosta akhirnya mengambil podium Miller.

Dan balapan di Buriram akhirnya dimenangkan oleh Francesco Bagnaia, Jorge Martin dan Pedro Acosta, tanpa pertempuran yang seru diantara ketiganya.

Sang petarung di Buriram yakni Marc Marquez akhirnya harus puas finis di posisi ke 11, namun Marc mendapat hukuman turun satu posisi karena mengendarai motor terlalu agresif hingga menyenggol Alex Rins.

Sampai dengan seri di Buriram, hanya Moto GP yang masih menyisakan persaingan perebutan juara dunia antara Pecco dan Jorge Martin. Sementara Moto 3 sudah dimenangkan oleh David Alonso dan Moto 2 sudah dimenangkan oleh Ai Oigura.

note : sumber gambar – JPPN