KESAH.IDDikenal dengan dramaturgi yang meledak-ledak, siap berdebat keras bahkan kalau perlu mengebrak meja, Noel akhirnya tersandung walau berjanji siap dihukum mati jika korupsi. Nyatanya di panggung belakang sikapnya lain, garang di depan, ternyata menggaruk di belakang. Mungkin benar kebanyakan kita memang hipokrit akut, lain di mulut lain di kelakuan. Integritas menjadi tantangan, maka benar jangan melihat buku dari covernya.

Saya baru tahu kalau ternyata Emanuel Ebenezer yang kerap di panggil Noel itu menyandang nama fam atau marga Gerungan. Informasi itu datang dari sebuah postingan yang bernada keresahan atas apa yang menimpa Noel yang menurut penyampainya tidak sesuai dengan rekam jejaknya.

Yang menyampaikan keresahan itu adalah sesama ‘Tole Minahasa’ yang mulanya berseberangan dengan Noel karena menjadi relewan capres yang berbeda. Namun kemudian berada dalam gerbong yang sama, karena seperti kita tahu pada pemilu 2024 Noel membawa kelompok relawannya menjadi pendukung terdepan Prabowo-Gibran.

Menjelang pemilu 2019, salah satu kelompok relawan yang naik daun adalah JokMan atau Jokowi Mania dengan Ketua Umum Emanuel Ebenezer.

Dikenal keras dan vokal terhadap kelompok yang mengkritisi Jokowi, nama Noel segera terkenal karena kerap menjadi narasumber dalam talkshow televisi yang membahas berbagai isu terkait Joko Widodo.

Menjelang pemilu 2024, Noel bersama JokMan sempat mengarahkan dukungan ke Ganjar Pranowo. Namun kemudian banting stir dan membawa Jokowi Mania mendukung Prabowo. Setelah itu Noel kerap menyerang PDIP. Paska pencalonan Ganjar Pranowo, hubungan PDIP dengan Jokowi cenderung tidak mesra karena ada tanda-tanda Joko Widodo tidak sepenuh hati mendukung Ganjar.

Dukungan terhadap Joko Widodo dan Prabowo Subianto memang berbuah manis. Sebagai ‘pemain’ Noel berada dalam jalur yang tepat.

Setelah pemilu 2019, Noel diganjar kedudukan sebagai komisaris.

Sedangkan setelah pemilu 2024, Noel diganjar kedudukan sebagai Wakil Menteri Tenaga Kerja.

Sebagai Wamen, Noel cukup menonjol karena memang terbiasa vokal. Beberapa kali Noel melakukan manuver di hadapan para tenaga kerja, seperti memastikan Sritex tidak akan ditutup.

Karena masuk ke dalam kabinet melalui jalur relawan, maka Noel merasa mempunyai tugas tambahan hingga kemudian Noel sering juga berkomentar terhadap isu diluar bidang tenaga kerja.

Setelah sekian waktu tidak ada kontroversi dari ucapan dan tindakannya, tiba-tiba saja publik dikejutkan oleh OTT KPK, dimana Imanuel Ebenezer memecahkan rekor sebagai anggota kabinet Prabowo Subianto yang pertama ditangkap oleh KPK karena dugaan korupsi berupa pemerasan untuk sertifikasi K3.

Dalam publikasinya KPK memang agak berlebihan, karena KPK secara demonstratif menunjukkan barang bukti yang disita, berupa puluhan mobil dan motor yang beberapa diantaranya berkategori mewah.

Tidak jelas apakah kesemuanya itu milik Noel atau termasuk milik tersangka lainnya yang jumlahnya cukup banyak.

Namun kemudian di mata publik, kendaraan yang disita itu diasosiasikan sebagai milik Noel.

Dari apa yang ditampilkan oleh KPK, tangkapan percakapan entah di media sosial maupun media lainnya, banyak rekan dekat Noel terheran-heran. Karena berdasarkan bukti yang ditampilkan KPK walau tak ekplisit merujuk pada Noel sudah cukup untuk membuat Noel telah kaya raya, kekayaannya dengan cepat meningkat setelah duduk sebagai Wamen.

Oleh rekan-rekannya, Noel dikenal sebagai orang yang sederhana, bukan orang berharta apalagi sampai mengkoleksi mobil dan motor mewah.

BACA JUGA : Penakluk Sirkuit

Dalam dunia politik dan pemerintahan yang disebut wakil sebenarnya ban serep. Wakil hampir tak punya kewenangan apapun selama yang diwakili masih ada atau tidak berhalangan. Tanda tangan wakil tidak berharga, kecuali wakil rakyat.

Kalaupun wakil bisa berinisiatif, atau membuat inovasi, semua itu dilakukan atas ijin atau perintah dari yang diwakilinya.

Maka dalam sebuah tulisan, Dahlan Iskan menuliskan kalau gaji Wakil Menteri tidaklah besar. Untuk itu harus dicarikan tambahan, dan salah satu tambahannya adalah didudukkan sebagai komisiaris pada perusahaan-perusahaan BUMN. Diharapkan dengan kedudukannya sebagai komisiaris yang biasanya juga tak ikut mengerjakan apapun, Wamen bisa mendapat tambahan penghasilan yang lumayan, entah bulanan, entah tahunan.

Secara strategis, menempatkan Wamen sebagai komisaris juga dianggap bisa membantu BUMN untuk memperlancar proses perijinan. Dengan adanya Wamen di dalam BUMN, maka akan ada orang dalam yang akan membantu BUMN jika kesulitan dalam mengurus perijinan.

Dengan tambahan penghasilan dari BUMN mereka yang berada dalam pemerintahan dengan kedudukan mentereng tapi bergaji tak terlalu besar itu diharapkan tidak korupsi, tidak mencuri uang negara, atau mencari cara lain yang ilegal untuk mendapatkan tambahan penghasilan.

Kita semua tahu dalam politik selalu ada balas jasa. Dan jika sebuah kedudukan diperoleh karena kita memimpin kelompok tertentu atau melewati jalur tertentu maka harus ada balas budi yang diberikan kepada mereka. Dan balas budi paling tinggi adalah uang.

Sebagai ketua kelompok relawan yang kemudian telah mendapat kedudukan, Noel kemudian menjadi sandaran. Bisa jadi setiap hari selalu ada pesan yang didahului dengan sapaan ‘Ketua’ yang kemudian dilanjutkan dengan keluhan atau apapun yang ujung-ujungnya minta uang.

Operasional seorang ketua yang kemudian memperoleh kedudukan menjadi besar.

Noel kemudian mau tak mau harus melakukan apa-apa yang sebelumnya sangat ditentang olehnya. Jelas dari rekam jejaknya ada banyak pernyataan yang ekplisit keluar dari mulutnya kalau dia dan JokMan tak punya pamrih. Dukungan pada presiden atau pemerintahan semata-mata karena kecintaannya pada Indonesia, presiden dan pemerintahan didukung agar bisa bekerja dengan baik dan tenang untuk melakukan pembangunan serta mensejahterakan rakyat.

Tapi begitulah di Indonesia, siapapun yang punya kedudukan dianggap berkelebihan dan selalu diharapkan bisa membantu. Bantuan bisa berupa akses, namun lebih banyak diharapkan bisa membantu dalam bentuk langsung, uang.

Imanuel Ebenezer bukan orang kaya. Kalaupun dalam LHKPN nilai kekayaannya milyaran, kekayaan itu bukan dalam bentuk uang melainkan rumah dan tanah.

Dalam kedudukan sebagai Wamen, Noel tak punya kuasa pada anggaran. Kalaupun ada uang yang cukup besar diberikan untuknya, itu ditujukan sebagai dana operasional. Dan dana operasional tidak bisa dipakai untuk menambah pendapatan.

Tidak ada jalan lain bagi Noel untuk memperoleh pendapatan selain memaksimalkan kedudukannya dengan cara melakukan tindakan ileggal yang bisa menghasilkan uang. Dan dalam birokrasi, kedudukan sebagai Wakil tetap saja punya pengaruh. Semua pasti ingin selamat, menyelamatkan jabatan atau kedudukan, jadi kebanyakan akan cari aman dengan mengikuti perintah yang diberikan oleh pimpinan atau wakil pimpinan.

Pada institusi pemerintahan, bidang perijinan atau sertifikasi terutama untuk sektor swasta menjadi salah satu lahan basah untuk mendulang rupiah.

BACA JUGA : Catatan Kemerdekaan : Batubara, Sungai dan Transisi Energi

Presiden Prabowo segera mengambil langkah cepat. Begitu ditetapkan sebagai tersangka, kedudukan Emanuel Ebenezer sebagai wakil menteri langsung dicopot tanpa basa-basi. Presiden mengambil langkah itu karena dalam berbagai kesempatan selalu menegaskan jangan korupsi, jangan korupsi dan jangan korupsi.

Apresiasi bisa saja diberikan untuk Presiden, namun sebenarnya Presiden juga punya andil karena kurang hati-hati dalam menunjuk menteri, wakil menteri dan pejabat-pejabat setingkat menteri lainnya dalam pemerintahannya.

Apa relevansi Noel dengan isu Ketenagakerjaan, karena di publik Noel lebih dikenal sebagai pembela maju tak gentar. Imanuel Ebenezer tidak dikenal dengan pemikirannya tentang stategi pembangunan. Yang lebih dikenal adalah strateginya membela Jokowi, strateginya menangkis serangan-serangan kelompok kritis pada Jokowi.

Maka yang menjadi soal justru kenapa orang-orang seperti Noel yang jumlahnya banyak ini kemudian diberi jalan untuk masuk dalam kekuasaan, menjadi orang dengan kekuasaan tertentu.

Inilah yang kemudian menjadi persoalan dalam politik kita.

Politik balas budi atas nama hak prerogratif presiden ini justru berpotensi membiakkan tikus-tikus nakal dalam pemerintahan.

Prerogratif bukanlah kebebasan yang tidak bisa diganggu gugat. Justru disana terkandung tanggungjawab. Sebab dengan semua kebebasannya Presiden bisa memilih tanpa pertimbangan orang lain, maka Presiden mestinya turut bertanggungjawab jika yang dipilih olehnya bermasalah.

Presiden tentu ingin yang dipilihnya memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara. Sebuah tuntutan yang sangat besar sehingga yang akan dipilih mesti dipilah-pilah, diperiksa secara menyeluruh agar para pemain tak lolos untuk masuk pemerintahan atau kabinet.

Memastikan yang dipilih adalah orang bersih, itu menjadi bagian yang tersusah.

Dan kita semua tahu dalam kabinet Prabowo Subianto, bukan hanya Noel yang berwatak pemain. Maka kisah bombastis tentang Noel tidak akan menjadi kisah terakhir. Kita masih akan terus menyaksikan orang-orang rakus bermanuver dalam pemerintahan. Soal nanti ditangkap atau tidak oleh KPK, kita memang belum bisa memastikan.

Di layar kaca kita masih menyaksikan para pembela dan penyerang Presiden atau pemerintahan yang kelewatan. Mereka tak malu menunjukkan gesture siap adu jotos di atas panggung yang disiarkan secara publik.

Tradisi dan sistem politik kita memang masih memberi ruang dan jalan pada orang-orang ini untuk berkuasa.

note : sumber gambar – METRONEWS