Gila murah banget!. Asli Elon Musk sewaktu menemui rombongan Luhut Binsar Panjaitan, menko kemaritiman dan investasi RI mestinya menitipkan terimakasih serta penghargaan pada Indra Kenz karena telah membuat nama Tesla melejit di Indonesia.

Milyader muda itu saat gabut iseng-iseng membeli mobil tesla melalui aplikasi market place dan jam 3 dinihari mobil diantar ke rumahnya. Tentu saja bikin heboh dan nama Tesla ikut melambung setelah sebelumnya juga turut dilambung oleh para pesohor lain di Indonesia.

Meski nanti setelah tersandung kasus fakta yang sesungguhnya terbongkar. Berbagai video tentang Tesla yang diupload oleh para pesohor termasuk Indra Kenz, sebagian besar dibuat demi konten belaka, tidak semuanya benar-benar dibeli.

Lekat dengan kehidupan pesohor, Tesla yang tidak dimiliki oleh banyak orang itu kemudian menjadi salah satu merek mobil terkenal di Indonesia. Yang menjadi terkenal adalah pemiliknya, penjualnya plus pembuatnya.

Rasanya tidak pernah ada mobil yang bisa mencapai prestasi seperti itu.

Tesla kemudian identik dengan Elon Musk, pengusaha teknologi yang bukan hanya terkenal melainkan juga menjadi salah satu orang terkaya di dunia lagi-lagi bukan karena produk terjual paling banyak, namun karena gagasan dan proposalnya menarik banyak investor.

Padahal Tesla Motor sesungguhnya tidak dimulai oleh Elon Musk, perusahaan ini dimulai oleh Martin Eberhard dan Marc Tarpenning.

Elon Musk masuk ke Tesla Motor dengan menanamkan investasi putaran pertama di tahun 2004 dan kemudian menjadi CEO pada tahun 2008.

Eberhard ‘terusir’ dari Tesla karena menggugat Elon Musk atas kasus pencemaran nama baik dan Taperning kemudian juga menyusul keluar.

Sebelum Elon Musk menjadi CEO, Tesla Motor telah meluncurkan satu mobil listrik jenis sport yang dinamai Roadster. Mobil dua kursi itu diproduksi sebanyak 2500 unit.

Tahun 2017, Elon Musk merubah nama Tesla Motor menjadi Tesla Inc, perubahan untuk menunjukkan visi Musk bahwa Tesla bukan hanya identik dengan mobil listrik melainkan juga menjadi perusahaan solusi energi di banyak sektor.

Di tangan Elon Musk, Tesla kemudian tampil tidak hanya mengandalkan teknologi melainkan juga gaya, dibranding sebagai mobil generasi mendatang. Elon berkolaborasi dengan rumah fashion dan perusahaan film ternama hingga kemudian mampu menempatkan Tesla diatas mobil-mobil listrik lainnya.

Dan meski bukanlah perusahaan dengan produksi mobil terbesar di dunia, Tesla yang hanya menyumbang 1 persen penjualan mobil global ternyata valuasinya mampu mengalahkan produsen-produsen mobil yang sudah mapan seperti Volkwagen, Ford, General Motor dan Toyota.

Valuasi Tesla tidak diperoleh dengan kapasitas produksi dan penguasaan pasar melainkan karena imagenya sebagai perusahaan teknologi, kepercayaan investor dan pembeli yang eksklusif.

Elon Musk adalah Tesla dan Tesla adalah Elon Musk. Sebuah kenyataan yang membuat banyak orang tidak tertarik untuk mengetahui bahwa nama Tesla sesungguhnya diambil dari sosok yang bernama Nikola Tesla.

BACA JUGA : Ba’do Ketupat Jawa Tondano 

Adakah buku pelajaran di sekolah yang mencantumkan nama Nikola Tesla?. Rasanya tidak ada. Nama-nama penemu dan pembaharu ilmu pengetahuan serta teknologi yang biasa dicantumkan adalah Isaac Newton, Albert Einstein, Charles Darwin, Thomas Alva Edison, Alexander Graham Bell, Marconi dan lain-lain.

Padahal pada suatu waktu ada seseorang yang bertanya kepada Albert Einstein kira -kira begini pertanyaannya “Hai Einstein bagaimana rasanya hidup sebagai orang yang paling cerdas di dunia ini?”

Einstein tidak menjawab, dia menyarankan orang itu untuk bertanya pada Nikola Tesla dengan mengatakan “Entahlah, harusnya kamu menanyakan hal itu kepada Nikola Tesla,”

Aneh bin ajaib, Einstein yang dianggap sebagai manusia paling cerdas di dunia ternyata secara tidak langsung menunjuk bahwa yang tepat dijuluki sebagai manusia paling cerdas di muka bumi adalah Nikola Tesla.

Nikola Tesla lahir pada 10 Juli 1856 pada sebuah desa kecil yang masuk wilayah Kerajaan Austria yang kini menjadi wilayah Kroasia.

Tesla dilahirkan saat cuaca sedang buruk, ada badai, hujan dan petir menyambar-nyambar. Bidan yang membantu kelahirannya mungkin percaya tahayul sehingga mengatakan “Bocah ini akan menjadi anak kegelapan,”

Ibunya yang mendengar tentu saja tersinggung dan membantah dengan mengatakan “Tidak, anak ini akan menjadi anak terang,”

Doa ibu mungkin memang segalanya dan terbukti nanti di SMA, Tesla menjadi seorang murid yang sangat cemerlang, mampu melahap dan menyelesaikan teori-teori serta rumus rumit. Hingga gurunya menyangka Nikola Tesla melakukan kecurangan setiap kali mengerjakan tugasnya.

Tesla ternyata mampu mengingat buku yang dibacanya dengan sangat detail. Kecerdasannya membuat Tesla lulus SMA dengan waktu yang lebih cepat.

Di perguruan tinggi nilai Tesla selalu tertinggi, dua kali lipat dari standar yang ditentukan. Di tahun kedua kuliah, Nikola Tesla terlibat konflik dengan seorang profesor pengajarnya. Tesla menilai teori tentang dinamo yang diajarkan itu ada kesalahan dan Tesla melakukan koreksi untuk menyempurnakannya.

Sejak kuliah Tesla diketahui belajar sangat keras, menghabiskan waktu dari jam 3 subuh hingga 11 siang untuk mengulik berbagai hal yang dirasa kurang benar. Kelak ketika ayahnya meninggal, Tesla menemukan surat dari profesornya yang memperingatkan ayahnya perihal kebiasaan Tesla yang menghabiskan waktu di ruang belajar.

Sang profesor meminta ayahnya untuk mengeluarkan Tesla dari bangku kuliah agar tidak terus berkutat, menghabiskan banyak sekali waktu untuk belajar. “Tesla akan mati muda kalau dibiarkan begitu,” kata profesor dalam suratnya.

Di akhir tahun kedua kuliah, Tesla kehilangan beasiswa yang membuatnya sangat sedih dan depresi hingga kemudian dia tak pernah menyelesaikan kuliahnya.

Berbekal uang 4 sent di kantong Tesla pergi ke Amerika Serikat pada tahun 1880. Dia pergi untuk bekerja di perusahaan Thomas Alva Edison yang tengah membangun pembangkit listrik. Tahun 1889, Tesla mengatakan mampu memperbaiki kinerja mesin DC-nya Thomas agar generatornya menjadi lebih efisien tanpa percikan listrik.

Edison suka dengan gagasan itu meski ragu dan tak percaya kalau itu bisa. Dia saat itu menawarkan 50 ribu USD jika Tesla mampu mewujudkannya. Tesla antusias, uang itu sangat besar dan akan mampu mendukung penelitian-penelitiannya. Dia bekerja keras dan mampu mewujudkannya.

Tapi ketika Tesla menagih janji itu, Edison hanya tertawa dan mengatakan kalau Tesla tak mengerti gurauan orang Amerika. Edison tak menepati janji dan hanya menawarkan kenaikan upah untuk Tesla. Tesla kesal dan meninggalkan perusahaan Edison.

Listrik saat itu merupakan bisnis besar dan Tesla mampu menyempurnakan mesin pembangkitnya lebih efisien dan tidak menimbulkan percikan api yang membuat cepat rusak. Tapi Edison sebagai pengusaha terlalu serakah hingga tak memberi penghargaan yang layak pada Tesla atas temuannya.

Setelah meninggalkan perusahaan Edison, Tesla kemudian memfokuskan diri pada penelitian untuk mengembangkan evolusi listrik, dari DC ke AC. Arus bolak-balik yang memungkinkan konduktornya bukan hanya mengalirkan melainkan juga menarik listrik.

Dia melakukan penelitian untuk menghasilkan listrik secara lebih efisien sambil bekerja serabutan untuk menyambung hidupnya. Tesla kemudian bertemu dengan investor bernama George Westinghouse. Dia berinvestasi atas upaya Tesla menemukan metode baru. Tesla masuk dalam peperangan dengan Thomas Alva Edison, DC melawan AC.

Tahun 1893, sistem AC Tesla terbukti unggul daripada DC Edison. Masa depan Edison suram, tapi Edison tak hilang akal, sekali lagi dia melakukan kelicikan agar sistem AC Tesla dijauhi masyarakat. Edison membuat peragaan menyetrum binatang di depan masyarakat umum. Untuk memberi pesan bahwa sistem AC terlalu berbahaya jika digunakan dalam rumah.

Tesla menghadapi dengan tenang dan membuat demonstrasi tandingan. Dia berdiri diantara dua pemancar listrik sambil memegang dua bola lampu di kedua tangannya. Dan listrik dialirkan melalui tubuhnya, lampu menyala dan Tesla tak terluka sedikitpun. Karena peragaan ini, Tesla mendapat julukan Penyihir.

Skak mat, Edison kalah dan sistem AC Tesla kemudian yang menerangi dunia hingga saat ini.

Tesla makin percaya diri dan kemudian berambisi untuk menciptakan tower yang bisa memancarkan listrik kemana saja. Dia ingin membangun Wardenclyffe Tower atau kemudian dikenal dengan nama Menara Tesla. Menara setinggi 57 meter yang bisa memancarkan energi gratis kepada area sekitarnya.

Desember 1901, Guglielmo Marconi berhasil mengirim kode morse dari Inggris ke Kanada, Marconi mengalahkan Tesla dalam lomba transmisi. Tapi sebenarnya itu hanya merupakan penyempurnaan dari temuan Tesla. Setahun sebelumnya Tesla berhasil membuat mesin yang memancarkan gelombang radio.

Para investor kemudian beralih ke Marconi yang nampaknya lebih menguntungkan ketimbang mendukung proyek Tesla yang bertujuan mentransmisikan energi gratis.

Tesla kekurangan biaya, Menara Teslanya dijaminkan kepada rentenir yang kemudian menyitanya. 1917 menara itu dirobohkan oleh pemilik barunya dan kemudian dibangun menjadi perumahan. Tesla gagal, hancur lebur sampai ke titik terendah dalam hidupnya.

Dibabak akhir hidupnya setelah ‘terkena mental’ akibat kegagalan Tesla Tower, Nikola Tesla mengalami banyak halusinasi, dia sulit membedakan mana fakta dan mana fiksi. Secara klinis, Tesla dinyatakan mengalami gangguan jiwa {ODGJ}.

7 Januari 1943, Nikola Tesla meninggal dunia dalam usia 86 tahun dalam sepi dan kesendirian di kamar Hotel New Yorker.

BACA JUGA : Gletser Ikon Papua Yang Tak Lama Lagi Hilang 

Nikola Tesla bisa dikatakan sebagai bapak jaman modern. Dia melakukan berbagai macam modifikasi atas temua-temuan di jaman industri. Teknologi-teknologi terkini termasuk yang sangat akrab dengan kita yakni smartphone adalah hasil evolusi dari karya Nikola Tesla.

Tesla sangat berjasa dalam teknologi radio, internet, wifi, x-ray, bluetooth, lampu, listrik dan lain-lain. Teknologi yang kini membuat hidup manusia jadi semakin mudah.

Sepanjang hidupnya Nikola Tesla memegang 300 hak paten namun tidak terlalu dipedulikan sehingga sampai akhir hayatnya hidup sebagai orang miskin. Tesla dikenal tidak terlalu peduli uang, menghabiskan uangnya untuk melakukan riset dan penelitian.

Tesla terobsesi dengan teknologi yang memudahkan orang banyak dan kalau perlu bisa dinikmati dengan gratis, sesuatu yang bukan hanya tidak disukai investor melainkan juga ‘diharamkan’.

Jauh sebelum internet ditemukan, Tesla di tahun 1900 sudah membayangkan pengiriman data yang dikoding dan kemudian dibroadcast untuk diterima banyak orang secara bersamaan di berbagai penjuru.

Dan kelak terbukti sistem transmisi baik energi maupun informasi yang dibayangkan oleh Tesla menjadi kenyataan. Tesla tidak menikmatinya.

Itulah ironi seorang penemu yang kemudian tidak punya ketrampilan dan juga ‘keserakahan’ untuk me-monitize temuannya.

Tesla tidak tertarik untuk membuat start up teknologi.

Lain halnya dengan Elon Musk yang sebenarnya tak kalah eksentriknya dengan Nikola Tesla. Sama-sama jenius, tapi Elon lebih pintar dalam memanfaatkan temuannya untuk menghasilkan uang. Elon Musk lewat Tesla dan star up lainnya bahkan bisa menangguk kekayaan saat perusahaan yang didirikan belum mengeruk untung.

note : sumber foto listrikindonesia.com