KESAH.ID – Aspal Sepang baru saja menjadi saksi bisu kembalinya sang predator lintasan, Marc Marquez, setelah menepi selama empat bulan akibat insiden dramatis di Mandalika. Di tengah intrik perpindahan tim, drama sponsor yang seret, hingga kegagalan teknis pabrikan besar seperti Yamaha, MotoGP 2026 menjanjikan narasi yang jauh lebih kompleks daripada sekadar adu cepat di lintasan.
Tahun 2025 menjadi tahun terbaik Marco Bezzecchi walau memperoleh prestasi terbaik bersama dengan Aprilia. Bezz berhasil meraih podium pertama 3 kali di balapan utama dan 5 kali pole position; prestasinya jauh melebihi yang dicapai bersama Ducati. Walau begitu, memasuki musim balap tahun 2026, ternyata tim Aprilia yang gacor saat Marc Marquez istirahat karena cedera tak berhasil memperoleh sponsor utama. Tampilan motor Aprilia untuk tahun 2026 di tes Sepang ternyata tak terlihat tulisan, logo, atau gambar brand yang besar. Motor Aprilia hanya ditempeli tulisan kecil-kecil.
Kenapa Marco Bezzecchi bersama Aprilia tak menarik perhatian sponsor? Apakah ini ada hubungannya dengan peristiwa di Mandalika, di mana Marco Bezzecchi menabrak Marc Marquez hingga mengalami cedera berat? Bisa jadi peristiwa itu memengaruhi image Marco Bezzecchi, namun tak ada yang bisa memastikan. Toh Marc Marquez menerima peristiwa itu sebagai kecelakaan dalam balapan.
Mungkin nasib baik saja yang belum berpihak pada Bezzecchi dan Aprilia. Soal sponsor, setiap pembalap memang punya aura sendiri. Marc yang sudah lama tak merengkuh gelar juara bersama Honda, ketika pindah ke Gresini yang tak memberi gaji, ternyata masih diikuti oleh sponsor pribadinya. Identitas Gresini sendiri saat kedatangan Marc Marquez tak berubah. Gresini memang tak ingin menggaet sponsor Marc untuk menjadi sponsor tim. Mungkin Gresini yakin kalau Marc tak akan lama di sana; Marc hanya sedang mencari batu loncatan untuk kembali bergabung dengan tim pabrikan.
Dan benar, Marc Marquez ternyata berhasil menggeser Jorge Martin di Ducati. Melihat tanda-tanda Marc hanya ingin menjadi pembalap Ducati, Martin memilih mengikat kontrak dengan Aprilia. Berpindah dari Gresini ke Ducati pabrikan, Marc Marquez kehilangan sponsor-sponsor pribadinya karena beberapa sponsor pribadi Marc Marquez adalah rival dari sponsor Ducati. Tapi Marc tak peduli, buat Marc Marquez membalap bukan lagi soal uang, tapi soal membuktikan apakah dirinya masih digdaya atau tidak. Jika Marc kembali bisa meraih gelar juara, niscaya uang besar akan kembali menghampirinya. Marc tak perlu mengejar uang, nanti uang akan memburunya jika mahkota juara kembali direngkuhnya.
Pilihan Ducati benar, sepanjang tahun 2025 dominasi Marc Marquez dengan Ducati sungguh kelewatan. Ketika balapan masih menyisakan 5 seri, gelar juara dunia sudah diraih oleh Marc Marquez. Marc tak bisa menyelesaikan kelima seri tersisa karena ditabrak dari belakang oleh Marco Bezzecchi di Sirkuit Mandalika.
Cedera yang dialami oleh Marc Marquez di Mandalika membuatnya istirahat kurang lebih 4 bulan untuk melakukan pemulihan. Kali ini Marc tak mau berjudi untuk cepat-cepat kembali ke lintasan; Marc tak memaksakan diri. Walau masih haus prestasi, Marc tak lagi kesetanan untuk menambah pundi gelar juara dunia. Dengan prestasinya di tahun 2025, Marc tak bisa diragukan lagi telah menempatkan dirinya sebagai salah satu pembalap terbaik sepanjang sejarah MotoGP.
Juara atau tidak nanti di tahun 2026 dan seterusnya, Marc masih tetap akan menjadi pembalap aktif terbaik di lintasan. Prestasi pembalap lainnya masih jauh, bahkan kemampuan pembalap lain untuk mendekati Marc Marquez juga masih jauh. Seperti tahun 2025, mungkin di tahun 2026 ini, Marc masih belum dapat lawan yang sepadan. Pembalap lain hanya akan memperebutkan posisi 2, 3, dan seterusnya.
BACA JUGA : Realita Buram
Marc Marquez kembali menunjukkan tajinya sebagai pembalap spesialis comeback. Marc telah berkali-kali menunjukkan bahwa setelah istirahat panjang karena cedera parah, dalam waktu tak lama ia kembali digdaya. Dan kali ini Marc Marquez menunjukkan hal itu di tes Sepang. Di hari pertama, Marc yang sudah empat bulan tak membalap ternyata masih menjadi pembalap tercepat. Marc memimpin catatan waktu tercepat dalam satu lapnya.
Padahal kecepatan itu diperoleh oleh Marc dengan moda tidak ngotot. Marc menyebut dirinya masih merasa kaku membawa motor, dan masih merasa cepat lelah ketika harus menggeber motor dalam banyak putaran. Terbukti di hari kedua kecepatan merosot, namun kembali membaik di hari ketiga atau hari terakhir tes.
Meski begitu, Marc terlihat sering tersenyum lebar; itu pertanda Marc puas dengan motornya. Artinya motornya masih cepat dan Marc bisa mengendarai dengan cepat pula. Mengingat belum benar-benar pulih seratus persen, maka Marc tak mau terlalu ngoyo atau nge-push sehingga berisiko mengalami kecelakaan. Yang kini mesti dijaga oleh Marc Marquez adalah tidak jatuh ketika mengendarai motornya, karena kecelakaan akan berakibat fatal untuk dirinya. Marc bisa cedera berulang dan makin parah jika mengalami kecelakaan yang hebat.
Dalam tes di Sepang Malaysia, Marc malah tak bicara soal tes itu sendiri, melainkan justru lebih membahas persiapan menuju balapan pertama di Thailand. Sepertinya Marc sengaja tidak nge-push atau ngotot di Sepang. Marc sudah tahu motornya mampu sehingga yang dicari-cari hanya setting motornya. Jika motor Ducati 2026 ini dirasa sama baik dengan motor Ducati 2025, maka tak ada hal yang perlu dikhawatirkan.
Pada saat tes Sepang, terlihat Aprilia terus menunjukkan perkembangannya, pun juga Honda. Namun tidak demikian dengan Yamaha. Di hari kedua tes Sepang, Yamaha bahkan mengundurkan diri secara resmi dari tes Sepang. Nampaknya mesin Yamaha V4 tak cukup mampu untuk diandalkan; mesin baru Yamaha ini bermasalah sehingga uji cobanya tak diteruskan.
KTM juga menunjukkan potensinya, hanya saja pembalap utama KTM yakni Pedro Acosta sepertinya sudah tidak krasan membalap dengan KTM. Pedro Acosta yang sangat percaya diri itu mulai merasa KTM tidak bisa mengantarnya menjadi juara dunia. Jika ada kesempatan untuk pindah pabrikan yang lebih baik, mungkin Pedro Acosta akan mengikuti jejak Fabio Quartararo untuk meninggalkan timnya. Seperti diketahui, Fabio telah menetapkan tujuannya pada tahun 2027 nanti. Quartararo akan meninggalkan Yamaha ke Honda.
Fabio mungkin sudah bosan di Yamaha yang tidak berhasil mengantarnya kembali merebut gelar juara dunia. Maka Honda yang kemudian dituju, walau belum bisa dipastikan bahwa Honda juga akan berhasil mengantarnya kembali merengkuh gelar juara dunia. Namun sekurangnya, kepindahannya dari Yamaha ke Honda akan membuat pundi-pundinya bertambah tebal.
BACA JUGA : Kecanduan Hantu
Jika diibaratkan sebagai film, tes resmi di Sepang bisa diibaratkan sebagai trailer. Nanti film lengkapnya akan mulai diputar di balapan MotoGP Buriram Thailand. Dari hasil tes di Sepang, nampaknya tak ada motor yang benar-benar dominan, kecuali jika kemudian terbukti Marc Marquez melakukan sandbagging.
Marc memang suka iseng menyembunyikan kekuatan sebenarnya, dan nanti baru akan ditunjukkan di balapan yang sesungguhnya. Seri balapan 2025 lalu terbukti Marc berkali-kali sengaja melambatkan motornya, memberi kesempatan kepada pembalap di belakangnya untuk memimpin agar Marc tak terkena penalti tekanan ban. Dan terbukti, walau mengendorkan gas selama beberapa putaran, Marc pada akhir balapan keluar sebagai pemenang. Ini menunjukkan margin kecepatan Marc Marquez di atas pembalap lainnya.
Jika melihat hasil akhir atau tes pada hari ketiga, nampaknya lawan dari Ducati adalah Ducati sendiri. Yang bisa menguntit atau menyaingi Marc Marquez kemungkinan besar masih saudaranya sendiri, yakni Alex Marquez. Dua tahun menjadi pembalap utama Gresini, Alex akan bertambah dewasa dan kemungkinan prestasinya akan semakin membara. Alex sudah menunjukkan dirinya termasuk salah satu pembalap yang konsisten cepat. Alex akan kembali menjadi kuda hitam yang punya potensi untuk mengacak-acak klasemen di MotoGP 2026.
Tapi Marc masih akan menjadi bintang utama, dia akan terus disorot. Soal apakah dia akan langsung melesat akan tergantung dari kebugarannya; jika Marc Marquez fit 100 persen, akan sulit bagi pembalap lain untuk membendungnya. Namun dengan rentetan cederanya, nampaknya Marc akan lebih bermain taktis mulai awal MotoGP 2026. Marc akan mengatur ritme balapan selama dirinya percaya diri dengan motornya.
Jika di tahun 2025 lalu hanya Aprilia yang berani menantang Ducati, tahun 2026 ini nampaknya Honda akan kembali ke jalur penantang. Joan Mir dalam tes di Sepang telah menunjukkan kecepatan; Honda terbukti konsisten cepat. Demikian juga dengan Aprilia. Mentalitas Aprilia mungkin sedikit terganggu karena meski punya prestasi baik di tahun 2025 lalu, ternyata aura prestasi Aprilia belum mampu menarik perhatian sponsor.
Kejutan mungkin akan datang juga dari Yamaha. Walau menarik diri secara resmi dari tes di Sepang, Yamaha punya peluru baru. Tahun 2026 ini, tim Pramac Yamaha akan diperkuat oleh salah satu pembalap paling berbakat di WSBK, Toprak Razgatlioglu. Kedatangan Toprak akan menjadi darah baru bagi tim Pramac yang pernah berjaya dengan Jorge Martin namun kemudian hengkang dari Ducati. Mungkin Toprak butuh adaptasi, tapi bakat besarnya akan punya warna tersendiri di balapan MotoGP 2026 nanti.
Nama lain yang masih ditunggu-tunggu tajinya adalah Pedro Acosta. Sang bintang MotoGP yang sinarnya belum terlalu terang ini masih punya kesempatan untuk memenuhi harapan mereka yang menaruh harap padanya. Pedro mungkin akan bersinar terang selama dirinya tak terganggu oleh pikiran untuk mencari ti baru di tahun 2027 nanti.
Menarik untuk menunggu seperti apa balapan di seri pertama tahun 2026 ini; akankah hasil balapan pertama nanti akan selaras dengan hasil tes pramusim di Sepang Malaysia, atau akan kembali menunjukkan kedigdayaan Marc Marquez yang semakin piawai memainkan ritme balapan karena tenaga dan staminanya tak sekuat tahun-tahun sebelumnya.
note : sumber gambar – Kecanduan Hantu








