KESAH.ID – Ducati merana di GP Australia, tak ada satupun pembalap yang mendapat posisi front row. Dalam balapan sprint race juga tak ada pembalap Ducati yang podium. Fermin Aldequer mengalami crash dan Pecco Bagnaia di overtake oleh Somkiat Chantra. Untung muka Ducati diselamatkan oleh Fabio Digianntonio yang berhasil meraih podium kedua karena beroleh keuntungan dari hukuman long lap pinalty dari Marco Bezzecchi yang menyeruduk Marc Marquez di seri Mandalika. Marc rehat, Ducati tak bisa melesat.
Diseruduk oleh Marco Bezzecchi di Sirkuit Mandalika saat lap-lap awal, Marc Marquez terhempas dan terlihat kesakitan.
Mandalika kembali menjadi episode buruk untuk Marc Marquez. Jangankan menang, di Sirkuit Mandalika Marc Marquez belum pernah finish pada balapan utama.
Pemeriksaan cepat yang dilakukan oleh dokter, menunjukkan Marc Marquez mengalami cidera di bahu. Marc harus segera ditangani secara medis sehingga langsung dipulangkan ke Madrid.
Atas kesalahan yang dilakukan tanpa kesengajaan, Marco Bezzzecchi kemudian diganjar hukuman double long lap pinalty di seri balapan Sirkuit Philips Island, Australia.
Marc Marquez semula diperkirakan akan beristirahat selama dua seri, Philips Island Australia dan Sepang Malaysia. Pemeriksaan pertama di Madrid menyebutkan Marc Marquez tidak perlu dioperasi, hanya istirahat saja.
Namun keputusan berbeda akhirnya diambil, Marc Marquez harus menjalani operasi dan dokter menyarankan untuk istirahat selama 16 minggu guna melakukan pemulihan.
Belajar dari pengalaman cidera sebelumnya, Marc Marquez menyatakan akan menuruti nasehat dokter, tidak akan menawar dan memaksakan diri untuk membalap.
Dengan demikian, seri balapan yang tersisa tidak akan diikuti oleh Marc Marquez.
Untungnya situasi ini tidak mengganggu target Marc Marquez untuk kembali meraih gelar juara dunia. Gelar tersebut sudah diamankan oleh Marc Marquez di seri Motegi, Jepang.
Keputusan untuk melakukan operasi guna mempercepat penyembuhan hanya membuat Marc Marquez kehilangan kesempatan untuk mempertajam berbagai rekor yang kembali diraih olehnya di tahun 2025 ini.
Marc Marquez nampaknya menerima apapun keputusan dari dokter. Yang justru geram adalah Ducati. Gara-gara Bezzecchi yang ceroboh dan tidak sabar, Ducati kehilangan momentum untuk semakin menegaskan kekuatannya dalam kancah Moto GP.
Tanpa kehadiran Marc Marquez, Ducati merasa seperti sedang makan sayur tanpa garam. Tanpa mengecilkan peran pembalap Ducati yang lain, Marc memang selalu memberi warna tersendiri pada penampilan Ducati di lintasan balap.
Tak ada yang bisa memungkiri, di tahun pertamanya menunggang motor di tim pabrikan, Marc Marquez langsung menunjukkan diri sebagai salah satu pembalap terbaik dalam sejarah Ducati.
Ducati seperti tengah mengalami momen ‘Honda’, saat ketika Marc Marquez baru bergabung dengan Honda di kelas utama Moto GP pada tahun 2013 dan langsung meraih gelar juara dunia di tahun pertamanya.
Tapi momen Ducati lebih istimewa dari Honda karena ketika bergabung di Ducati, Marc Marquez adalah pembalap yang sudah dewasa dan matang, tidak lagi grusa-grusuh seperti ketika masih mengendarai Honda.
Bersama Ducati, Marc berhasil menghilangkan kebiasaannya memacu motor melewati batas sehingga motor menjadi tak terkendali. Ketika menaiki Ducati, rekor Marc Marquez sebagai pembalap yang hampir selalu mencatatkan angka terjatuh paling banyak telah dicoret.
Sayang kiprah istimewa Marc Marquez di Moto GP 2025 harus terhenti di Mandalika. Dalam seri yang tersisa Marc Marquez akan digantikan oleh pembalap penguji Ducati, Michele Pirro.
BACA JUGA : Otak Palsu
Kejuaraan dunia Moto GP 2025 sebenarnya telah selesai di Motegi, Jepang. Sisa balapan setelah Motegi tidak akan merubah apapun. Susunan klasemen pembalap terutama 3 teratas sudah sulit untuk berubah.
Semula Marco Bezzecchi memang seperti punya peluang untuk mengakhiri musim balap 2025 dengan finish sebagai pemenang ketiga akibat penampilan Francesco Bagnaia yang tidak membaik.
Namun kejutan yang diberikan oleh Francesco Bagnaia di Motegi Jepang membuat margin poin antara Pecco dan Bezzecchi kembali menjauh.
Padahal Marco Baezzecchi tengah menunjukkan trend ke arah penampilan terbaik. Seperti yang ditunjukkan saat sprint race di Mandalika. Bezzecchi menunjukkan potensi sebagai pembalap tercepat bersama Aprilia.
Namun keuntungan ini tak bisa dikonversi oleh Bezzecchi dengan baik. Start yang buruk di Mandalika membuat Bezzecchi menjadi kurang hati-hati karena ingin segera mengejar untuk kembali ada di posisi depan.
Kecerobohannya kemudian selain merugikan pembalap lain juga merugikan dirinya sendiri. Bezzecchi gagal menuai poin dan kemudian juga kehilangan kesempatan untuk mengejar poin Pecco di balapan berikutnya karena diganjar hukuman.
Pecco sendiri setelah dipuji-puji di Motegi ternyata juga melempem di Mandalika. Jika Marc Marquez terjatuh karena diseruduk Bezzecchi, Francesco Bagnaia terjatuh karena kesalahan sendiri.
Garasi Ducati seperti mengalami pasang surut yang tinggi. Bergembira di Jepang dan bermuram durja di Indonesia.
Menjelang balapan di Sirkuit Philips Island, Australia, penyelenggara Moto GP mengumumkan jika Marco Bezzecchi mendapat hukuman double long lap pinalty. Hukuman ini akan dilaksanakan pada balapan utama.
Dengan mendapat hukuman untuk melewati jalur yang lebih panjang dua kali, Marco Bezzecchi akan kehilangan waktu kurang lebih 6 detik. Waktu 6 detik dalam balapan Moto GP ini akan memerosotkan posisi seorang pembalap jauh ke belakang.
Jika persaingan antar pembalap di bagian depan sangat ketat, kehilangan waktu 6 detik sama dengan hilangnya kesempatan untuk meraih podium. Dengan hukuman double long lap pinalty, Marco Bezzecchi kemungkinan besar tak akan meraih podium di balapan utama Moto GP Australia.
Sebuah kerugian besar untuk Marco Bezzecchi mengingat pembalap Aprilia ini membuktikan sebagai salah satu yang terkencang di Australia.
Memang ada kejutan ketika kualifikasi kedua, dimana pada lap terakhir, Fabio Quartararo berhasil mencatatkan waktu terbaik, menggunguli Marco Bezzecchi dan Jack Miller.
Keberhasilan Fabio Quartararo menjadi yang tercepat di Australia ini menjadi suksesnya yang kelima kali meraih pole position di Moto GP 2025.
Hasil yang kurang memuaskan diraih oleh para pembalap Ducati. Alex Marquez dan Fermin Aldequer hanya menduduki posisi ke 6 dan 7.
Sedangkan Fabio Di Gianntonio dan Francesco Bagnaia yang mengendarai GP 2025 hanya mencatatkan diri di posisi 10 dan 11. Franco Morbideli bahkan lebih buruk lagi dengan memulai start di posisi 17.
Tanpa Marc Marquez, Ducati mulai dipecundangi oleh lawan-lawannya.
BACA JUGA : Rokok Mogok
Tanpa kehadiran Marc Marquez seperti ada yang kurang dalam balapan di Philips Island, Australia ini. Tapi apa mau dikata, cidera dan operasi membuat Marc Marquez harus melakukan pemulihan yang cukup lama. Marc bahkan mungkin tak bisa membalap di Valencia yang akan menjadi seri penutup Moto GP 2025.
Melakukan start dengan sangat baik, Alex Marquez langsung meraih posisi terdepan disusul oleh Raul Fernandez dan Marco Bezzecchi. Belum genap satu putaran, Alex tak berhasil mempertahankan posisinya dan dilewati oleh Raul dan Marco.
Keduanya langsung membuat jarak. Dan perlahan-lahan Alex dilewati oleh pembalap lainnya yakni Pedro Acosta dan Jack Miller.
Raul Fernandez dan Marco Bezzecchi memimpin di depan, seperti tak terkejar lagi. Jika tak ada aral melintang, posisi 1 dan 2 pasti akan diduduki keduanya. Posisi ketika justru yang diperebutkan antara Pedro Acosta, Jack Miller, Fabio Digianntonio dan Alex Marquez.
Pada lap ke 10 Marco Bezzecchi akhirnya berhasil melewati Raul Fernandez dan setelah itu Bezzecchi nyaman memimpin. Posisi Raul Fernandez juga sulit untuk dikejar oleh pembalap berikutnya. Hingga akhirnya Marco Baezzecchi berhasil memenangkan balapan sprint race dengan mencatatkan rekor sebagai yang tercepat, disusul oleh Raul Fernandez dan Pedro Acosta.
Ducati terlempar dari tiga besar, Fabio Digianntonio dan Alex Marquez berada di posisi kelima dan keenam. Nasib Franco Morbidelli dan Francesco Bagnaia lebih buruk lagi, mereka finish di posisi 15 dan 19. Sang rookie yang berhasil mencatatkan prestasi di Mandalika, juga terpuruk. Fermin Aldequer tak berhasil finish karena terjatuh.
Kehilangan Marc Marquez, Ducati seperti kehilangan segalanya. Tidak ada Ducati di front row, di sesi sprint race tidak ada Ducati yang podium. Dan yang paling menyedihkan, Francesco Bagnaia, juara dunia dua kali dari Ducati di-overtake oleh Somkiat Chantra.
Nasib sial belum lepas dari Francesco Bagnaia yang mengalami crash ketika balapan utama menyisakan beberapa lap saja. Untuk Fabio Digianntonio dan Alex Marquez tampil cukup baik. Digia berhasil meraih podium kedua, sementara Alex tak berhasil mempertahankan podium karena ditekan oleh Marco Bezzecchi.
Balapan di Australia dimenangkan oleh Raul Fernandez, pembalap Trackhouse Aprilia yang di sprint race juga tampil cepat. Raul memperoleh keuntungan dari hukuman long lap pinalty yang diperoleh oleh Marco Bezzecchi. Yang kemudian puas meraih podium ketiga.
Memenangi sprint race dan podium ketiga dalam balapan utama, sementara Francesco Bagnaia tak mendulang satu poinpun, membuat Marco Bezzecchi menggeser Pecco dari posisi ketiga dalam klasemen Moto GP 2025.
Rehatnya Marc Marquez ternyata tak membuat Francesco Bagnaia kembali bersinar.
note : sumber gambar – JAWAPOS








