KESAH.IDPrestasi duo kakak adik Marquez memang kerap menimbulkan kecurigaan kalau keduanya saling menopang. Bahkan kecurigaan ini muncul dari rekan setim Marc Marquez sendiri. Pecco Bagnaia seperti komplain, karena perlawanan Marc dan Alex tidak seagresif saat mereka melawan Pecco. Baik Marc atau Alex saat saling menyalip terlihat lebih hati-hati. Mungkin Pecco lupa, kalau Marc pernah menyodok Alex dari belakang.

Tidak menunjukkan perfoma yang meyakinkan di seri awal pembuka Moto GP, Bagnaia masih dimaklumi. Balapan di Thailand, Argentina dan Amerika Serikat memang dianggap sebagai jatah Marc Marquez. Kebangkitan Francesco Bagnaia ditunggu di Qatar.

Namun fakta di Qatar berbicara lain, Marc Marquez bersinar. Masih ada kilah untuk Pecco Bagnaia, nanti di Eropa bakal bersinar.

Lagi-lagi ketika balapan di Eropa, ternyata Pecco tak juga membaik. Bagnaia masih selalu merasa bermasalah dengan ban. Pecco tak percaya diri untuk melakukan pengereman yang ekstrim di belokan.

Membalap di kandang sendiri, di Sirkuit Mugello, yakin Pecco bakal bertaji. Terlebih sirkuit ini tidak ramah untuk Marc Maarquez saat menunggangi Honda. Marc baru satu kali menang di kelas utama, kemenangan itu diraih di tahun 2014. Pecco selama tiga tahun berturut membuktikan diri sebagai King of Mugello.

Balapan di Mugello menjadi krusial untuk Pecco Bagnaia demi menjaga asa untuk tetap berada dalam orbit sebagai juara dunia Moto GP 2025.

Podium saat sprint race membuat Pecco bahagia. Walau tidak menjadi pemenang, Bagnaia merasa ada peluang untuk merebut kemenangan di balapan utama.

Yang terjadi justru sebaliknya, Pecco gagal meraih podium di balapan utama karena pada lap-lap terakhir motornya kedodoran akibat kehabisan cengkraman ban. Pecco disusul dengan mudah oleh Fabio D’gianntonio.

Gagal mendapat podium setelah tiga tahun berturut-turut merajai Sirkuit Mugello, peluang Pecco untuk bersaing memperebutkan gelar juara dunia seperti sudah tertutup. Margin selisih poin dengan Marc Marquez sudah begitu jauh, lebih dari 100.

Pecco memang pernah punya prestasi membalik keadaan, saat tertinggal jauh dari Fabio Quartararo di klasemen sementara. Pecco berhasil mengejar dan kemudian memenangkan gelar juara dunia. Tapi yang dikejar adalah Fabio, bukan Marc Marquez.

Jangankan Marc, mengejar Alex saja Pecco kesulitan.

Pecco seperti dihalang-halangi oleh Alex Marquez agar tak menyentuh kakaknya.

Situasi ini membuat banyak orang terpancing untuk mengembangkan teori konspirasi. Kakak beradik marquez dianggap curang, bekerja sama untuk menjegal Francesco Bagnaia merebut gelar juara dunia ketiga kalinya.

Memang mudah untuk berpikir seperti itu, terlebih dalam beberapa balapan ketika Pecco berhasil melewati Marc Marquez, Marc tidak langsung terpancing untuk segera mengejar. Marc sering membiarkan adiknya kejar-kejaran dengan Pecco, sambil dikuntit dari belakang. Begitu Pecco kedodoran, Marc baru bangkit, mengejar dan melewati adiknya.

Tapi benarkah Marc dan Alex kongkalikong?. Tentu saja di rumah mereka akan berbagi cerita, tapi soal strategi balap jelas tidak. Marc dan Alex ada dalam dua tim yang berbeda.

Mengikuti jejak kakaknya, Alex sampai saat ini belum pernah menjadi juara dunia di kelas Moto GP, prestasinya berbeda seperti bumi dan langit dengan kakaknya. Alex tentu ingin juara dan tak ingin menjadi pembalap yang melayani kakaknya.

Dan kesempatan itu ada di tahun 2025 ini. GP2024 yang dinaikinya begitu sempurna, seperti jauh lebih baik dari GP2025 yang dikendarai oleh Marc, Pecco dan Di’gianntonio.

Alex tentu tak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini. Walau tahu kakaknya ingin menyamai prestasi Valentino Rossi, bukan tugas Alex untuk membantunya.

BACA JUGA : Fadli Sejarah

Pecco bersama tim mekaniknya berusaha menyelesaikan persoalan yang dialaminya. Tapi problem belum bisa diatasi. Hingga kemudian Pecco menemukan kunci, untuk melawan Marc Marquez, Pecco harus membalap dengan agresif, sejak awal.

Di balapan Mugello, Bagnaia sudah menunjukkan hal ini. Pecco agresif.

Pada sesi kualifikasi, Pecco berusaha merebut pole position. Hampir berhasil, namun menjelang akhir marc Marquez sedikit lebih cepat. Tapi Pecco tetap berhasil start dari grid depan.

Dan dalam sesi sprint race dan balapan utama, Pecco melakukan start dengan baik. Di sprint race, Marc Marquez sempat tertinggal karena masih sibuk dengan launch control. Bagnaia melesat.

Namun Marc yang sempat merosot ke posisi ke 7 ternyata tak kalah sensasional, segera kembali melesat ke depan dan menguntit Alex Marquez dan Pecco.

Pada balapan utama, Marc dan Pecco sama-sama cepat saat start. Keduanya berdampingan dan Pecco berhasil melewati Marc di tikungan kedua.

Setelah itu Marc dan Pecco terlibat saling salip. Dua kali Marc dan Pecco bersentuhan. Persaingan keduanya membuat Alex mengambil untung. Melewati keduanya untuk memimpin balapan.

Balapan di Sirkuit Mugello menjadi salah satu balapan terseru di Moto GP 2025. Semua penonton tegang menyaksikan persaingan dan agresifitas dua pembalap yang berada di satu tim.

Tapi Marc Marquez setelah kegagalan di Austin dan Jerez telah berubah. Masih agresif tapi sudah penuh perhitungan. Marc menjadi lebih sabar sehingga ketika ketinggalan di lap-lap awal tidak akan melawan habis-habisan. Marc mulai memperhitungkan ketahanan ban. Hasilnya, Marc tidak lagi tercatat sebagai pembalap dengan rekor paling banyak jatuh atau crash.

Ketika menunggangi Honda, Marc kerap melesat ke depan meninggalkan lawannya sejak lap-lap awal. Motor digenjot hingga melampaui batasnya. Setelah menaiki Ducati, Marc biasanya membuat jarak ketika lawannya mulai mengalami masalah dengan ban.

Konon Marc marquez memang piawai mengendarai motor yang bannya mulai aus.

Maka setelah pertengahan balapan, biasanya balapan mulai berjalan tidak menarik. Marc marquez seperti tak terkejar lagi. Yang akan disorot oleh kamera adalah persaingan perebutan posisi sampai sepuluh besar. Yang terdepan sudah dikunci oleh Marc Marquez.

Sampai-sampai banyak yang akan bilang kalau yang bisa mengalahkan Marc Marquez adalah dirinya sendiri. Marc gagal kalau terjatuh atau salah perhitungan ketika flag to flag.

Pecco menjadi bermasalah. Mengendarai motor yang sama dengan Marc Marquez, dan telah merengkuh juara dunia dua kali sekaligus sebagai salah satu pembalap aktif yang paling berbakat ternyata tertinggal jauh oleh tandemnya di Ducati.

Lawan Pecco terdekat saat ini adalah Alex Marquez.

BACA JUGA : Padlling Sesukamu

Tahun 2025 menjadi tahun terbaik untuk Alex Marquez selama karirnya di balapan motor. Walau belum berhasil meraih gelar juara dunia, namun di tahun ini Alex menjadi pembalap yang langganan berdiri di podium. Alex hampir selalu menjadi pemenang kedua baik di balapan utama maupun sprint. Sampai digelari Mister P2.

Ducati GP2024 seperti tercipta untuk Alex Marquez. Motornya sangat nge-klik dengan gaya balapnya.

Bicara kecepatan, Alex Marquez tercatat menjadi salah satu pembalap yang selalu cepat. Pecco dan Marc terlihat kerap kali kalah kecepatannya jika berhadapan dengan Alex Marquez.

Hampir tak ada yang menduga Alex Marquez akan sekuat ini sehingga podium kejuaraan bakal kerap dihiasi oleh kakak beradik.

Dari klasemen sementara, kedua kakak beradik ini memimpin sangat jauh, Pecco Bagnaia bukan hanya tertinggal jauh dari Marc Marquez tetapi juga Alex Marquez.

Apakah Pecco semakin memburuk dibanding tahun lalu?.

Sebenarnya tidak juga, hanya saja Marc dan Alex melejit lebih tinggi dibanding tahun lalu.

Dengan menunggangi Ducati pabrikan, Marc Marquez seperti kembali ke masa keemasan. Hanya saja lebih mengkilap dibanding tahun 2019, karena Marc bukan lagi pembalap yang suka memacu motornya melebihi batas.

Marc kini lebih susah ditebak, karena bisa memainkan ritme balapan, bukan asal gas poll dan menciptakan jarak, menang dengan meninggalkan lawan jauh di belakang.

Kemenangan Marc Marquez di Moto GP 2025 bukan diperoleh dengan gaya agresif dan ngotot, sampai dengan seri ke 9 di Sirkuit Mugello, kemenangan Marc Marquez diraih dengan santai. Belum terlihat Marc berjuang habis-habisan dari awal hingga akhir balapan.

Tentu Marc dan Alex saling bantu, tapi tak benar kalau Marc membiarkan adiknya menang, atau Alex membiarkan Marc menang.

Di lintasan balap, setiap pembalap tentu ingin menang, tak peduli siapa yang dilawan.

Bahkan dalam setiap tim balap, lawan pertama yang harus dikalahkan adalah rekannya sendiri.

Jadi tak benar, Pecco dikeroyok oleh duet Marquez.

Sampai dengan balapan ke 9, Marc belum punya lawan. Yang dilawan oleh Pecco adalah Alex Marquez, Fabio D’gianntonio, Franco Morbidelli dan mungkin Maverick Vinalles.

Tapi kebangkitan Francesco Bagnaia masih pantas ditunggu. Sirkuit Assen Belanda adalah salah satu lintasan favorit Pecco Bagnaia, tiga tahun terakhir ini Pecco berjaya disana.

Menarik untuk ditunggu.

Jika ternyata hasil di Sirkuit Assen seperti di Mugello, maka Pecco mesti merelakan kesempatan untuk menjadi juara dunia Moto GP 2025 tak ada lagi dalam jangkauannya.

note : sumber gambar – GRIDOTO