KESAH.ID – Marc Marquez tak pernah menduga bakal meraih podium pertama beruntun. Setelah tampil apik di Aragon, penampilan Marc di Sirkuit Misano berbalik 180 derajat. Marc jatuh di sesi kualifikasi sehingga mesti mengawali balapan dari posisi ke 9. Karakter Sirkuit Misano yang flowing dan sempit, sulit bagi Marc untuk segera melesat kedepan. Namun cuaca berpihak pada Marc Marquez, Jorge Martin yang terlalu cepat mengambil keputusan masuk pit untuk berganti motor menjadi titik balik bagi Marc Marquez untuk memimpin balapan.
Sirkuit Motorland Aragon menjadi balapan sempurna untuk Marc Marquez. Marc meraih grand slam karena selalu menjadi yang terbaik dalam sesi latihan, kualifikasi, sprint dan balapan utama. Semua sepakat dalam balapan di Aragon, Marc Marquez berada di level yang berbeda dengan pembalap lainnya.
Jorge Martin yang selalu meraih podium kedua mengatakan tak mungkin mengejar Marc Marquez. Baginya balapan hanya perlu diselesaikan di depan Francesco Bagnaia agar Jorge Martin kembali mengambil alih pemuncak klasemen utama.
Hanya saja kemenangan Marc Marquez setelah puasa hampir tiga tahun lamanya menjadi tercoreng oleh drama antara Alex Marquez dan Francesco Bagnaia.
Alex Marquez yang kembali ingin mengawinkan podium dengan kakaknya punya kesempatan besar karena berhasil membuntuti Jorge Martin walau cukup berjarak. Namun Pecco yang punya kesempatan karena kecepatannya lebih dibanding Alex Marquez juga ingin memangkas jarak dengan Jorge Martin.
Saat Alex melebar walau tak sampai meninggalkan lintasan, Pecco masuk untuk melakukan overtake. Dan naas bagi mereka berdua, Alex Marquez yang terkejut karena racing line-nya diambil oleh Pecco kemudian menegakkan motornya dan menabrak Francesco Bagnaia. Keduanya terjatuh dalam hempasan yang cukup mengerikan.
Untung saja mereka tak cidera berarti walau keduanya tak mungkin lagi meneruskan balapan. Kehilangan poin dalam balapan Aragon merugikan Pecco karena Jorge Martin bisa membuat jarak poin dalam klasemen sementara makin jauh.
Dalam posisi ini pantas jika Francesco Bagnaia meradang dan kemudian menyalahkan Alex Marquez sebagai biang kekalahannya.
Sikap ini bisa dimengerti namun sungguh disayangkan dalam salah satu ucapannya Pecco sungguh gegabah dan emosional sehingga menuduh Alex Marquez sengaja menabrak dirinya.
Karena yang dituduh adalah Alex Marquez, ucapan ini kemudian memancing tafsir yang mengarah pada luka lama antara Marc Marquez dan Valentino Rossi.
Rossi meradang karena Marc Marquez yang tak punya potensi untuk merebut gelar juara, menganggu Rossi agar Jorge Lorenzo bisa memenangkan gelar juara Moto GP.
Alex Marquez yang juga dalam posisi tidak mungkin meraih gelar juara, oleh Pecco dianggap mencelakai dirinya sehingga menguntungkan Jorge Martin dalam perebutan gelar juara dunia Moto GP 2024.
Ucapan Pecco ini kemudian membuat publik Moto GP terbelah dua. Sebagian membela Pecco dan sebagian lagi membela Alex Marquez. Dalam ekosistem Moto GP pembelahan ini mewakili kubu Marquez dan kubu Rossi.
Panel pengawas balapan atau FIM Steward setelah memanggil keduanya kemudian membuat keputusan bahwa kejadian itu merupakan kecelakaan dalam balapan, bukan kesengajaan atau kesalahan salah satu pembalap sehingga tidak ada hukuman.
Namun keputusan ini tidak membuat drama tabrakan antara Alex dan Pecco berakhir. Publik Moto GP masih terus terbelah dan suasana ini akan memanaskan balapan yang akan diselenggarakan di Misano, Italia. Sirkuit yang dianggap sebagai rumah bagi pembalap-pembalap Italia terutama mereka yang dididik oleh akademi Valentino Rossi.
Soal kontroversi siapa yang salah dan siapa yang benar sebetulnya biasa saja. Masing-masing bisa pandangan yang berbeda. Namun menuduh pembalap lain sengaja menabrak adalah sebuah tuduhan yang serius. Sebab berkeinginan mencelakakan orang lain dalam balapan sama artinya membuat diri sendiri celaka.
BACA JUGA : Bapa Innova
Sadar bahwa tuduhannya pada Alex Marquez lebih dikarenakan rasa marah karena kehilangan banyak poin, menjelang balapan di Sirkuit Misano Pecco Bagnaia meminta maaf.
Berlaga di sirkuitnya sendiri, Francesco Bagnaia menunjukkan kembali kedigdayaannya. Dari sesi latihan bebas Pecco terus memimpin diikuti oleh Marc Marquez dan Jorge Martin. Ada tanda-tanda Ducati akan memimpin di baris depan.
Dalam sessi kualifikasi Pecco kembali berjaya hingga menduduki pole position. Disusul oleh Franco Morbidelli dan Marco Bezzecchi. Ketiganya merupakan jebolan akademi VR46.
Jorge Martin pemimpin klasemen yang sebelumnya kuat dalam sessi latihan ternyata berada di urutan keempat. Deretan Ducati kemudian dijeda oleh Pedro Acosta dan Brad Binder di posisi 5 serta 6. Baru Alex Marquez berada di posisi 7 dan Enea Bastianini di posisi 8.
Marc Marquez yang mengalami crash menjelang akhir sessi kualifikasi dan tak bisa menyelesaikan putaran harus puas di urutan ke 9.
Hampir semua pembalap Ducati berada di 10 besar untuk mengawali balapan di San Marino ini. Hanya Fabio Digianntonio yang tercecer di belakang karena masih cidera.
Tampil apik di Sirkuit Aragon mulai dari latihan, kualifikasi hingga balapan, ternyata Marc Marquez tidak berhasil mempertahankan konsistensinya. Marc yang biasanya menjadi penunggang GP 2023 terbaik, di Sirkuit Misano ini kalah oleh Alex Marquez dan Marco Bezzecchi dalam posisi start.
Pada saat print race, Jorge Martin melesat seperti roket. Martin berhasil mengambil alih posisi terdepan dari Francesco Bagnaia sejak tikungan pertama. Marquez terjebak di gerombolan pembalap yang berada di tengah.
Pecco terus membuntuti Jorge Martin namun tak cukup kecepatan untuk mengambil alih posisi terdepan.
Pecco mengejar Martin, sementara di belakangnya Enea Bastianini berusaha mengejar Franco Morbideli untuk memperebutkan podium ketiga.
Marc Marquez perlahan mulai mengejar Marco Bezzecchi. Lalu mengejar Jack Miller yang sempat menahan Marc Marquez hingga kemudian Miller melebar dan disalip oleh Marc.
Lepas dari Miller, Marc Marquez mengejar Brad Binder. Penunggang KTM pun berhasil dilewati oleh Marc Marquez yang kemudian mengejar Pedro Acosta.
Di lap terakhir Marc Marquez berhasil melewati Pedro Acosta. Sementara Bastianini berhasil melewati Morbideli namun diambil alih kembali karena melebar.
Jorge Martin berhasil finish pertama, memenangkan sprint race di Sirkuit Marco Simonceli setelah membuat jarak dengan Francesco Bagnaia, disusul Franco Morbideli, Enea Bastianini dan kemudian Marc Marquez.
5 posisi terdepan milik Ducati. Dan klasemen sementara pembalap Moto GP 2024 tidak berubah. Jorge Martin tetap memimpin kejuaraan, disusul Francesco Bagnaia dan Marc Marquez yang mempunyai poin sama besar dengan Enea Bastianini.
BACA JUGA : Musim Tuyul
Dari analisis kecepatan, Pecco Bagnaia sebenarnya merupakan pembalap tercepat di Sirkuit Misano. Namun start yang kurang bagus membuat Bagnaia tidak bisa mengkonversi kecepatannya menjadi kemenangan. Sirkuit Misano dikenal sebagai sirkuit yang sulit untuk menyalip atau melakukan overtake karena sirkuitnya sempit dan flowing.
Sebagai pole sitter dalam balapan utama pasti tak akan mengulangi kesalahan yang sama. Sesi utama balapan utama pasti akan berbeda dengan sprint race karena pembalap akan memakai ban yang berbeda.
Pecco Bagnaia memulai balapan dengan sempurna. Jorge Martin berusaha mengejar dan hampir menabrak di tikungan pertama. Pembalap yang saling berhimpit untuk mencari posisi terbaik mengakibatkan beberapa senggolan. Yang paling parah antara Franco Morbideli dan Pedro Acosta, ada perangkat bagian belakang motor Morbideli yang lepas.
Pecco terus memimpin di depan, mulai membuat jarak dengan Jorge Martin. Pedro Acosta juga berhasil melewati Morbideli. Mendung berubah menjadi hujan, hingga titik-titik basah di lintasan. Pedro Acosta melebar dan ketika kembali ke lintasan kemudian tergelincir. Tak lama kemudian Morbideli juga menyusul, terbanting di lintasan.
Menganggap hujan akan deras, Jorge Martin berinisiatif masuk ke pit untuk melakukan flag to flag, mengganti motor dengan ban basah.
Pecco yang mengendurkan kecepatan karena lintasan licin kemudian disusul oleh rombongan pembalap di belakangnya. Ada Miller, Binder, Enea Bastiani dan Marc Marquez.
Dalam situasi ini Marquez menunjukkan keahliannya di lintasan basah. Marc yang awalnya tertahan di posisi 7, langsung melaju ke depan dan berhasil melewati Pecco untuk memimpin balapan.
Hujan yang tak jadi turun membuat Jorge Martin kena prank dan kembali masuk ke pit untuk berganti motor kedua kalinya. Martin tercecer jauh di belakang.
Dan Marc Marquez perlahan-lahan membuat jarak dengan Pecco Bagnaia yang sepertinya mencari posisi aman. Jarak Marc dan Pecco makin melebar ketika ancaman dari Enea Bastianini juga berkurang. Enea yang pada pertengahan balapan mulai menunjukkan kecepatan ternyata menjelang lap-lap akhir kehilangan banyak waktu karena kecepatannya menurun.
Marc Marquez semakin perkasa di depan terlebih ketika Pecco Bagnaia nampaknya tak berusaha untuk mengambil posisinya.
Berjarak kurang lebih 3 detik dengan Pecco, Marc meraih kemenangan ketujuh kalinya di Sirkuit Misano.
Marc Marquez bersorak kegirangan karena berhasil back to back meraih podium pertama. Sementara Jorge Martin meringgis menyesali keputusannya yang terlalu cepat berganti motor namun di-prank oleh hujan.
Drama prank hujan di Misano sungguh tak diduga oleh siapapun.
note : sumber gambar – DETIK








