KESAH.ID – Hasta La Vista Ducati, itu yang diucapkan oleh Jorge Martin dengan manis karena persembahan kemenangannya di seri Moto GP 2024. Jorge Martin mengulang kesuksesan Valentino Rossi yang berhasil memenangkan gelar melalui tim satelit. Kemenangan ini menjadi tanda perpisahan yang manis setelah sebelumnya Jorge Martin menerima kenyataan pahit karena tidak dipilih sebagai tandem Francesco Bagnaia di tim pabrikan Ducati untuk musim balap 2025 nanti. Ducati memang kehilangan nomor 1 di motornya, namun tetap menjadi raja di Moto GP 2024 ini.
Ducati tampil dominan dalam seri balapan Moto GP 2024 ini. Dari dua puluh balapan, Ducati memenangkan 19 kali. Kemenangan Ducati hanya dijeda di Austin, Amerika Serikat saat balapan dimenangkan oleh Maverick Vinalles dengan motor Aprilia.
Francesco Bagnaia tercatat sebagai pembalap Ducati yang paling banyak meraih kemenangan. Pecco mencatatkan rekor dengan menang sebanyak … kali. Sedangkan Jorge Martin meraih kemenangan sebanyak … kali, Marc Marquez … kali dan Enea Bastianini sebanyak dua kali.
Rekor demi rekor dicapai oleh Ducati terutama oleh motor Desmosedici GP 2024. Motor ini hanya mampu disaingi oleh Desmosedici GP 2023 yang ditunggangi oleh Marc Marquez.
Ducati pun hampir menyapu semua gelar yang ada dalam balapan Moto GP.
Di masa jayanya dengan Honda, Marc Marquez hampir tak terkalahkan. Namun masih ada pembalap dengan motor lain yang bersaing ketat dengannya. Pembalap Yamaha, Suzuki dan Ducati tetap melawan. Sehingga sulit untuk mengatakan balapan Moto GP adalah milik Honda pada saat itu.
Tapi kita Ducati berjaya dengan 8 motor di lintasan. Seri balapan Moto GP 2024 bisa dikatakan sebagai balapannya Ducati atau Ducati Cup.
Berkali-kali pole position dan podium hanya diduduki oleh pembalap Ducati yang menurunkan 4 tim dalam seri balapan tahun 2024 ini.
Dominasi Ducati ditunjukkan lewat daftar klasemen pembalap sebelum Moto GP 2024 dipungkasi di Catalunya Barcelona. 10 pembalap paling atas dihuni oleh 7 pembalap Ducati. Urutan pertama hingga keempat sudah dikunci oleh para pembalap Ducati yakni Jorge Martin, Francesco Bagnaia, Marc Marquez dan Enea Bastianini.
Posisi 4 teratas ini tak mungkin lagi digoyang karena jarak poin antara pembalap posisi keempat dengan kelima begitu jauh, 100 lebih.
10 besar klasemen sementara hanya diduduki oleh motor dari pabrikan Eropa. Ducati menempatkan 7 pembalap, KTM menempatkan 2 pembalap dan Aprilia menempatkan 1 pembalap. Motor dari pabrikan Jepang yakni Yamaha dan Honda, ketinggalan di belakang.
Posisi terbaik dari pabrikan Jepang dicapai oleh Fabio Quartararo. Motor Yamaha yang ditungganginya hanya menempatkan dirinya di posisi 13 klasemen sementara. Posisi terbaik yang bisa dicapai oleh Fabio ini tak akan berubah sampai akhir seri balapan Moto GP 2024.
Dominasi Ducati makin terlihat dalam perolehan poin konstruktor. Nilai yang diperoleh oleh Ducati dua kali lebih banyak dari KTM/GAS GAS yang berada di posisi kedua. Perolehan Ducati sembilan kali lipat lebih banyak dari Honda yang berada di posisi terakhir.
Tim yang memakai motor Ducati juga menjadi tim terbaik di Moto GP. Lima besar tim papan atas dihuni oleh 4 tim dengan motor Ducati dan 1 tim lain yakni Aprilia Racing.
Persaingan untuk menjadi yang terbaik hanya terjadi diantara motor dan pembalap Ducati. Perebutan gelar juara dunia Moto GP 2024, mulanya terjadi antara 4 pembalap Ducati yakni Francesco Bagnaia, Jorge Martin, Marc Marquez dan Enea Bastianini. Namun usai balapan di sirkuit Mandalika Indonesia, persaingan kemudian hanya mengerucut pada Francesco Bagnaia dan Jorge Martin.
Marc dan Enea dipastikan hanya akan berebut posisi ketiga dan keempat.
Pedro Acosta yang digadang-gadang akan mengacaukan persaingan ini ternyata tak bisa bicara lebih banyak. Walau akan meraih gelar sebagai rookie of the year Pedro Acosta belum berada di level memperebutkan gelar juara dunia. Pedro yang tampil impresif bahkan belum berhasil memenangkan balapan, hingga peluangnya untuk menjadi pembalap termuda yang memenangkan balapan di Moto GP telah lewat.
BACA JUGA : Kalabendu Kalasuba
Sedianya, Valencia akan menjadi seri terakhir balapan Moto GP 2024. Namun karena kejadian bencana hebat yang menghilangkan ratusan nyawa dan kerusakan lingkungan yang parah, balapan penutup urung diselenggarakan disana.
Balapan terakhir kemudian akan dilaksanakan di sirkuit Catalunya, Barcelona. Balapan terakhir ini akan menjadi penentuan bagi Francesco Bagnaia dan Jorge Martin untuk mengklaim mahkota juara dunia Moto GP 2024.
Secara matematika, Jorge Martin lebih diuntungkan karena margin poinnya cukup lebar yakni 24. Martin hanya perlu mendulang dua poin diatas Francesco Bagnaia untuk sesi balapan pertama atau sprint race. Jika berhasil maka Jorge Martin akan mengangkat trofi juara dunia Moto GP untuk pertama kalinya.
Martin harus memastikan hal itu agar kalau terjadi apa-apa di balapan utama tidak akan menganggu posisinya sebagai juara dunia atau pemenang Moto GP 2024.
Dilihat dari sejarahnya, Francesco Bagnaia memang sering tampil baik di sirkuit ini. Sayangnya, meski nantinya Francesco Bagnaia mampu memenangkan sesi balapan spint race dan balapan utama, tetap saja tidak akan mengklaim gelar juara dunia tiga kali berturut-turut jika Jorge Martin juga selalu finish kedua.
Artinya dengan penampilan dan konsistensi Jorge Martin saat ini, bisa dipastikan gelar juara akan diamankan olehnya di Sirkuit Catalunya jika tidak ada kejadian buruk menimpanya. Gelar juara dunia Moto GP 2024 akan melayang dari Jorge Martin kalau terjatuh dan tak bisa melanjutkan balapan dalam sesi balapan utama.
Balapan yang bertajuk Solidarity Grand Prix dipimpin oleh Francesco Bagnaia disusul oleh Aleix Espargaro dan Marc Marquez. Jorge Martin memulai balapan dari posisi keempat.
Pada balapan sprint race, Pecco melakukan start dengan baik demikian juga dengan Jorge Martin yang berhasil merangsek ke depan. Namun yang tampil terbaik justru Enea Bastianini yang berhasil membuntuti Pecco di depan.
Pecco terus memimpin sejak start, sementara Martin dan Enea berebut posisi kedua. Sempat mengamankan posisi kedua, Martin berusaha mengejar Francesco Bagnaia namun Pecco tetap bisa mengamankan jarak yang aman.
Justru di lap terakhir, Enea Bastianini berhasil menyalip Jorge Martin hingga akhirnya Martin harus puas finis di posisi ketiga.
Jorge Martin belum bisa mengamankan gelar juara dunia yang didambakannya. Martin tidak berhasil mendulang poin yang membuat tak mungkin lagi dikejar oleh Pecco Bagnaia.
Dengan finis posisi ketiga dan Pecco finis sebagai yang pertama, jarak antara Martin dan Pecco menyisakan 19 poin.
Balapan utama di seri terakhir Moto GP Barcelona dipastikan akan menyajikan drama menarik. Martin dan Pecco akan mempertaruhkan segalanya untuk meraih gelar juara.
Bukan hanya Martin dan Pecco yang bersaing. Enea Bastianini juga terlihat sangat agresif karena ingin mengakhiri seri dengan menduduki peringkat ketiga mengalahkan Marc Marquez.
Dalam sprint race, Enea dan Martin sempat bersenggolan.
Jika terulang dalam balapan utama dan menyebabkan celaka, bisa-bisa gelar Martin melayang.
BACA JUGA : Ganti Kurikulum
Dream come true, Jorge Martin akhirnya meraih gelar juara dunia Moto GP walau finis di tempat ketiga di belakang Francesco Bagnaia dan Marc Marquez.
Balapan memang berjalan membosankan, setelah di start Jorge Martin berusaha untuk terdepan. Namun seperti biasa Bagnaia melesat. Marc Marquez yang dalam balapan sprint race terkesan menyingkir ternyata tak mengendurkan gasnya.
Marc bahkan melewati Martin dan mengejar Pecco.
Nampaknya posisi 1, 2 dan 3 sudah terkunci. Pecco, Marc dan disusul Martin. Namun posisi Martin belum aman, dibelakangnya Enea Bastianini berusaha mengejar.
Aleix Espargaro, yang dikenal sebagai sahabat Martin kemudian mengganggu Enea Bastianini. Terjadi beberapa kali salip menyalip hingga kemudian Espagaro berhasil melewati Enea Bastianini. Posisi Enea bahkan semakin merosot ketika berhasil dilewati oleh Alex Marquez dan Pedro Acosta.
Separoh balapan posisi makin jelas, balapan akan dimenangkan oleh Pecco Bagnaia, disusul Marc Marquez dan Jorge Martin. Semua berkonsentrasi agar tidak melakukan kesalahan karena posisi 1 hingga 3 sepertinya susah berubah. Yang mungkin berubah adalah posisi 4 dan 5 yang diperebutkan oleh Alex Marquez dan Aleix Espargaro.
Balapan sebenarnya membosankan walau mendebarkan.
Dan Martin nampaknya sudah nyaman dengan posisi ketiga karena tahu dengan finis ketiga sudah cukup untuk mengunci juara dengan selisih 10 poin.
Skenario yang dicurigai akan diterapkan oleh Ducati untuk mengeroyok Jorge Martin tidak terbukti. Justru skenario Aleix Espargaro yang melindungi Martin di level juara yang berhasil.
Tak heran jika kemudian yang pertama dipeluk oleh Jorge Martin adalah Aleix Espargaro.
Kemenangan ini menjadi hiburan tersendiri untuk Jorge Martin yang tersingkir dari skuad Ducati karena tidak dipilih sebagai pembalap utama pabrikan untuk tahun depan.
Ducati memang kehilangan nomor 1 di motornya tahun depan. Namun selama seri balapan Moto GP 2024 ini dominasinya tidak bisa dielakkan. Ducati memang selalu didepan.
Dengan empat pembalapnya menduduki klasemen teratas, wajar jika kemudian persaingan antar pembalapnya memanas hingga team order atau kebijakan untuk lebih mengutamakan pembalap utamanya tak bisa diterapkan.
Martin berhasil memakai mahkota juara dunia Moto GP 2024, namun Ducati adalah rajanya.
note : sumber gambar – TRIBUNNEWS








