Kita pasti biasa mendengar Pedagang dan Pengusaha. Dan kita menganggap keduanya sama.saja. Padahal kalau ditelisik lebih dalam baik dari pengertian, sistem dan cara kerjanya, pedagang dan pengusaha itu berbeda.

Dalam KBBI, pedagang adalah “n orang yang kerjanya berdagang”.

Sedangkan pengusaha adalah “n orang yang mengusahakan (perdagangan, industri, dan sebagainya); orang yang berusaha dalam bidang perdagangan; saudagar; usahawan”.

Maka secara maknawi berdagang adalah bagian yang dijalankan oleh seorang pengusaha.

Dengan demikian pedagang dan pengusaha akan berbeda dari sisii mindset atau pola fikir. Mindset adalah penentu dan gambaran dari sebuah usaha yang di bangun.

Beberapa hal yang membedakan antara pedagang dan pengusaha adalah alur kerja, penerapan dan pola fikir pelakunya.

1. Sistem

Sistem adalah satu hal sangat membedakan antara pedagang dan pengusaha, Pengusaha sangat memperhatikan bagaimana sebuah sistem berjalan dalam operasi usahanya. Sementara pedagang biasanya menganggap sistem tidak terlalu perlu untuk usahanya.

Dalam.sebuah perusahaan aistem sangat penting karena dengan menerapkan sistem mulai dari perencanaan sampai dengan produksi dan pengelolaan sumber daya lainnya akan menjadi efektif. Sistem harus dibuat dan dilakukan karena aspek usaha sangat banyak dan saling terhubung satu sama lainnya. Mulai dari alir produksi, pengelolaan keuangan, sistem distribusi, pengelolaan sumberdaya manusia, pemasaran, promosi dan rencana pengembangan bisnis atau usaha. Bagi pengusaha sistem adalah asset.

2. Cara Kerja

Perbedaan lain antara pedagang dan pengusaha adalah cara kerja. Pedagang bisa menjalankan aktivitas usahanya sendiri atau One Man Show. Semua diurusi sendiri sehingga penggunaan waktu dan tenaga sering tidak efisien.

Tapi lain halnya dengan Pengusaha, dengan sosrem kerja kelompok atau team work. Tanggungjawab atau beban kerjaenjadi lebih terdistribusi dan terkontrol. Maka seorang pengusaha bisa lebih punya waktu menikmati hidup, menikmati hasil usaha dan bahkan merencanakan langkah agar usahanya lebih maju, berkembang dan besar.

3.Pedagang = Omset dan Pengusaha = Aset

Pedagang berkawan dengan omset, sedangkan pengusaha bersahabat dengan aset. Kenapa bisa begitu ?, Ya, karena kebanyakan pedagang hanya memikirkan pendapatan. Omset yang didapat mulai dari harian, mingguan hingga bulanan. Jarang memikirkan apakah atau bagaimana omsetnya akan bertahan atau tercapai dalam.satu atau dua tahun ke depan. Pedagang kerap berpikir disini dan hari ini. Apa.yanh didapat hari ini dinikmati, untuk besok cari lagi.

Lain halnya dengan pengusaha yang lebih memilih bersahabat dengan aset, lalu bagaimana bersahabat dengan aset itu?.

Yang dimaksud dengan aset bukan hanya berupa tanah, mesin produksi dan bangunan, tapi juga sistem dan cara kerja seperti sudah diuraikan diatas.

Sistem adalah aset karena bagi pengusaha sistem adalah nyawa dari sebuah usaha itu sendiri. Tidak sedikit usaha besar jatuh tersungkur karena sistem usahanya buruk dan tidak terkontrol. Sebaliknya banyak usaha kecil yang bisa tumbuh membesar dengan cepat karena melengkapi diri dengan konsep dan rencana serta sistem yang baik

4. Pengusaha adalah pedagang, tapi pedagang belum tentu seorang pengusaha.

Seorang pengusaha pasti seorang pedagang pula, tapi seorang pedagang belum tentu pengusaha. Karena pengusaha pasti memproduksi sesuatu entah barang atau jasa untuk dijual atau diperdagangkan. Sedangkan pedagang belum tentu punya pengalaman sebagai pengusaha karena dia hanya berjualan, hanya berpikir apa yang laku dijual. Namun seorang pedagang yang kemudian berpikir maju bisa berkembang menjadi pengusaha. Berdagang dengan pola.kerja dan sistem, bukan hanya menjual apa yang laku, tapi juga bagaiman membuat jualan laku, omset dan gerainya bertambah dan seterusnya.

Kalau ditanya mana yang lebih bagus menjadi pedagang atau pengusaha maka jawabannya sama sama baiknya. Menjadi pengusaha atau pedagang adalah pilihan yang tentu disesuaikan dengan kemampuan. .

Tidak semua layanan bisa dijadikan usaha karena berhubungan dengan skala atau jumlah dan ukuran pelanggan. Apalagi jika.nilao dagangannya persatuan kecil. Pasar yang kecil atau ceruk bisa dijadikan skala usaha jika yang diperdagangkan secara nilai adalah besar.

Dalam usaha dikenal scale up. Sebuah rencana usaha patut diteruskan jika mempunyai kemungkinan atau peluang untuk dikembangkan agar makin besar dan meluas atau scale up.

Pingin jadi pengusaha yang sukses?. Ada baiknya mulailah belajar dengan menjadi pedagang terlebih dahulu. Agar bisa punya pengalaman dan pengetahuan tentang cara, situasi dan kondisi berjualan. Hingga tiba saatnya nanti kemudian setelah mengukur diri dan potensi buatlah keputusan tetap menjadi pedagang atau kemudian memilih bermetamorfosis menjadi pengusaha.

(pict by google.com)