Mengolah bahan makanan dengan melibatkan bumbu disebut memasak.

Dalam dunia masak memasak dikenal dua jenis bumbu yakni condiment dan seasoning.

Condiment adalah bumbu yang disiapkan saat pra-memasak. Sedang seasoning adalah bumbu yang dimasukkan saat atau sesudah memasak.

Condiment yang menentukan sebuah masakan disebut sup, tumis, oseng,opor,gulai dan lain-lain. Sedangkan seasoning akan memperkuat cita rasa dan juga aroma.

Sebenarnya masih ada bumbu lain yang disebut flavouring. Yang merupakan material bumbu perasa. Sebab dalam proses memasak cita rasa atau aroma bahan bisa berkurang maka diperkuat lagi dengan flavouring.

Kembali ke seasoning, ada banyak bumbu yang masuk dalam kategori ini. Ada yang cair, bubuk, kristal dan bentuk lainnya.

Bawang goreng, irisan seledri yang ditabur setelah masakan dimasukkan dalam mangkuk termasuk juga dalam seasoning.

Dari semua bumbu seasoning garam adalah salah satu yang utama dan pertama. Apapun masakannya tanpa garam semua akan terasa hambar. Tanpa garam aroma dan rasa dari masakan tak akan keluar.

Memupuk dengan Garam

Ternyata garam bukan hanya digdaya di dapur dan meja makan.

Bahan yang mudah dan murah ini lazim juga digunakan sebagai pupuk.

Banyak petani dan mereka yang menyebut diri sebagai pengemar tanaman organik menggunakan garam untuk memupuk.

Mereka merasa tanamannya akan sehat, tumbuh dengan baik jika diberi garam. Pun ketika berbuah, tanaman yang dipupuk dengan garam buahnya akan terasa lebih manis dan besar.

Garam memang mengandung unsur kimia natrium clorida (NaCl) sehingga dalam jpumlah tertentu bisa mengantikan pupuk KCl.

Selain itu garam juga digunakan untuk memberantas hama yang merusak tanaman.

Serangga yang biasa menyerang tanaman ternyata peka terhadap garam. Mereka akan menyingkir jauh dari kebun jika mempunyai kandungan garam.

Daftar manfaat atau guna garam untuk memupuk lahan bisa diperpanjang. Baik untuk tanah, tanaman, batang, daun, bunga hingga buah.

Diluar itu garam juga bisa membantu menetralkan tanah asam dan alkali.

Mudah dan murah, begitulah gambaran aplikasi garam diatas lahan. Tak heran jika kemudian banyak yang melakukannya.

Hanya saja aplikasi garam pada tanah dalam skala besar dan luas sesungguhnya berbahaya. Bahaya karena garam akan membuat tanah terdepersi. 

Agregat tanah yang terpapar oleh garam pecahenjadi mineral kecil dan partikel organik.

Mineral dan partikel organik ini bisa mengendap sekaligus tererosi.

Pengendapan akan menutupi pori tanah sehingga menganggu permeabilitas tanah. Gangguan pada laju penyerapan tanah pada air hujan akan menyebabkan ketidakseimbangan pasokan air tanah.

Aplikasi garam tidak terkendali pada akhirnya akan menyebabkan masalah pada tanah dan air.

Partikel halus yang mengendap pada lapisan tertentu bukan hanya menyumbat melainkan juga bisa menjadi segel karena menimbulkan lapisan yang sulit dilewati oleh air. 

Pada musim hujan akan membuat air limpasan (runoff) menjadi tinggi karena air hujan sebagian besar tidak terserap ke dalam tanam. Sebuah kondisi yang akan menimbulkan resiko banjir dan longsor.

Sementara di musim kemarau akan membuat pohon atau tumbuhan merana karena akar akan sulit menyedot air tanah. Sumbatan atau segelan pada pori-pori tanah juga akan membuat kelembaban tanah berkurang. Tumbuhan akan mati. Dan tumbuhan yang mati pada kondisi tanah kering akan mengundang kebakaran lahan.

Dampak lain yang sering dianggap keuntungan oleh aplikator garam adalah matinya hama. Padahal yang disebut dengan hama kemungkinan besar termasuk mikroorganisme dalam tanah. Mahkluk super kecil yang bertugas untuk memproduksi nutrisi dan material organik tanah dengan cara melumat atau mendekomposisi apapun yang hidup dan kemudian mati.

Jadi pada dasarnya aplikasi garam untuk lahan dalam skala besar bukan hanya sebuah kesalahan melainkan kejahatan. Jahat karena hanya berpikir untuk menumbuhkembangkan apa yang ditanam tapi menyebabkan tanah menjadi sehat. Untung sendiri tapi menyebabkan kerugian bagi lingkungan dan orang banyak.

Sebagai bukti dahsyatnya paparan garam sehingga menimbulkan lapisan ‘kedap air” adalah laut.

Karena air laut mengandung garam maka air laut tidak masuk ke dalam sistem air tanah. Kalaupun ada kejadian air laut mengintrusi air tanah maka itu pertanda rusaknya daerah pesisir karena telah diotak-atik. Salah satunya adalah pengerukan.

Jadi biarlah laut yang menggarami dunia. Kita tak perlu ikut-ikutan menebar dan menyebar garam diatas permukaan tanah. Hamburkan garam diatas panci atau wajan kalau memasak agar bisa menyajikan makanan yang penuh citarasa di atas meja tempat bersantap.

Sumber gambar : Harris Vo – unsplash.com