KESAH.IDBagaimanapun Marc Marquez tetap menjadi bintang dan magnet di Moto GP. Walau tiga tahun tanpa prestasi tapi perbincangan di arena Moto GP tetap selalu tentang Marc Marquez. Dan tak ada yang menyangka Marc yang telah sehati dengan Honda sepuluh tahun ternyata harus berpisah dengan motor yang membuatnya menjadi legenda. Bukan hanya itu, karena dicurigai membawa misi ‘mata-mata’ Ducati sebagai prinsipal motor yang kemungkinan bakal ditunggangi oleh Marc Marquez memberi tuntutan bahwa Marc hanya boleh pindah ke Gresini sendirian. Marc pun harus berpisah dengan sosok kepala mekanik yang lekat dengannya yakni Santi Henrnadez jika ingin berlabuh ke Ducati.

Di lintasan balap Moto GP kabar yang tersaji adalah tentang dominannya Ducati yang hampir selalu menjadi pemenang. Dari delapan pembalapnya hanya dua yang tampil kurang mengesankan, yakni Enea Bastianini yang kerap dirundung cidera dan Fabio Di Giantononio yang entah kenapa begitu kesulitan memacu motor yang kencang itu.

Hanya saja prestasi para pembalap Ducati yang bersaing untuk memperebutkan gelar juara dunia menjadi tak begitu panas karena di luar lintasan atmosfer berita yang menguat adalah tentang Marc Marquez yang akan hengkang dari Honda, mengakhiri kontrak panjangnya lebih cepat sebelum berakhir di tahun 2024.

Awalnya hampir tak ada yang percaya pada isu ini. Petinggi Ducati menanggapi dengan mengatakan Marquez akan kesulitan mencari tim jika meninggalkan Honda. Tim-tim utama dalam Moto GP telah mempunyai line up pembalapnya sendiri dan juga kebijakan untuk merekrut pembalap muda.

Untuk sementara isu Marc Marquez meninggalkan Honda reda, namun ternyata muncul kembali ketika ada yang menghubung-hubungkan Marquez dengan KTM. KTM memang ingin menambah tim satelit untuk mengakomodir Pedro Acosta yang sudah ngebet ingin berlaga di klas utama Moto GP.

Dan selentingannya jika rencana pembentukan tim satelit KTM disetujui, maka KTM akan memberi tempat pada Marc Marquez untuk bertandem dengan Pedro Acosta.

Tapi Dorna sebagai pemegang hak dan penyelenggaraan Moto GP menolak permintaan KTM walau ada slot yang ditinggalkan oleh Suzuki.

Pertanyaannya apakah Marc Marquez mau bergabung dengan tim satelit dan adakah tim yang mampu membayar Marc yang adalah pembalap dengan bayaran paling besar di Moto GP itu?

Kini kuncinya ada di Marc Marquez. Selama Marc diam isu tentang hengkangnya dari Honda yang ditiupkan oleh berbagai pihak tentu tak akan terus berkobar.

Namun rumor kemudian berkembang karena Marc Marquez ikut bermain dengan memberi kode-kode tentang kemungkinannya hengkang dari Honda. Salah satu kata kuncinya Marc Marquez tidak menolak kemungkinan untuk bergabung dengan tim satelit. Selain itu Marquez juga menyebut uang bukanlah masalah.

Dengan demikian ruang Marc untuk menghentikan kontrak lebih cepat dari Honda kemudian terbuka kembali dan jelas yang bisa menampungnya adalah tim dari Eropa karena niat Marquez untuk meninggalkan Honda bukan mencari penghasilan yang lebih besar melainkan kemungkinan untuk kembali meraih gelar juara dunia.

Honda pun kemudian ikut menanggapi dengan mengatakan mereka tidak bisa menahan-nahan pembalap yang punya keinginannya sendiri namun tak bisa dicapai bersama Honda. Peluang Marc Marquez meninggalkan Honda menjadi terbuka.

Dan dalam balapan di Jepang, Dani Pedrosa bekas tandem Marc Marquez di Honda menyebutkan ada peristiwa yang tak biasa. Tidak pernah pembalap Honda bertemu dengan para petinggi untuk membicarakan bisnis pada saat balapan. Dan pertemuan tak biasa itu dilakukan oleh Marc Marquez, hingga kemudian publik menanti apa yang akan terjadi kemudian.

Dan banyak pihak menduga status Marc Marquez di dalam tim balap Honda akan diumumkan setelah balapan di Motegi atau pada saat balapan di Mandalika.

Benar, Honda kemudian mengumumkan beberapa hari setelah balapan di Motegi, bahwa mereka bersepakat akan mengakhiri kerjasama panjang dengan Marc Marquez untuk mencapai tujuan masing-masing.

BACA JUGA : Petani, Pemulia Tanah Air Negeri Indonesia

Sebenarnya hampir tak ada yang pernah membayangkan bahwa Marc Marquez akan berpisah dengan Honda, seperti halnya Messi dengan Barcelona. Dalam arena Moto GP, Marquez identik dengan Honda, pengemar Marc Marquez sebagian besar juga pengemar Honda.

Jika dirunut-runut, biang perpisahan antara Marc Marquez dan Honda bermula dari pensiunnya Pedrosa dari dunia balap. Banyak yang menyayangkan Honda melepas begitu saja Pedrosa yang tidak ingin balapan lagi karena didera cidera.

Meski tidak mau membalap lagi, semestinya Honda tetap mengontrak Pedrosa sebagai pembalap penguji karena bakatnya bukan hanya balapan melainkan juga mengembangkan motor.

Dan terbukti ketika Pedrosa kemudian dikontrak menjadi pembalap penguji KTM, motor balap KTM menjadi hebat dan punya potensi menyaingi Ducati.

Kehebatan Pedrosa yang lama tidak membalap dalam menangani motor sesekali masih bisa dilihat ketika mendapatkan wild cards untuk ikut balapan. Pedrosa terlihat yang paling menguasai motor KTM, capaiannya di lintasan balap kerap lebih baik dari pembalap reguler KTM.

Setelah ditinggal Pedrosa, Marc Marquez masih bisa mencetak prestasi dengan Honda RC213V namun kemudian petaka menimpanya. Marc Marquez cidera panjang dan tim Honda tak cukup bisa mempunyai data karena Honda kemudian ditunggangi oleh pembalap yang tak dipakai sebagai patokan. Pengembangan RC213V kemudian morat-marit karena Marquez absen.

Sementara tim lain terutama tim dari Eropa kemudian berkembang pesat tatkala Marc Marquez istirahat panjang. Motor-motor dari pabrikan Eropa makin digdaya, sementara pabrikan Jepang makin melempem terlebih lagi ketika Suzuki memilih untuk hengkang.

Memasuki musim balap 2023, kembalinya Marc Marquez juga tidak mulus. Cedera kembali menimpanya. Meski cepat pulih namun Marc yang kembali membalap tanpa rasa takut pada cidera ternyata tak mampu bersaing dalam balapan. Motornya jelas-jelas kalah, hingga jika Marc Marquez ngotot untuk bersaing di jajaran pembalap terdepan resiko mengalami crash selalu terjadi. Marc Marquez tercatat sebagai pembalap yang paling banyak mengalami crash di tahun 2023 ini.

Saking seringnya crash kemudian Marc Marquez memilih cara membalap cari aman. Para pengamat menjuluki Marc Marquez memakai mode balap Sunmori. Dalam balapan Moto GP Marquez hanya berusaha bersaing dengan motor dari Jepang, makanya ada Japan Cup di setiap kali seri balapan Moto GP.

Jika dalam balapan seri India dan Motegi Marquez berhasil mencetak prestasi, itu terjadi karena kondisi atau situasi balapan yang tidak normal. Dalam dua seri balapan yang terakhir, motor-motor cepat tidak bisa dimaksimalkan karena kondisi cuaca dan lintasan. Makanya Marquez berhasil podium karena pembalap dengan skill yang baik yang bisa berada di depan meski motornya tidak maksimal.

Ketika balapan di sirkuit internasional Budhh India, tim dan pembalap tidak mempunyai banyak data. Balapan yang baru berlangsung untuk pertama kalinya itu menuntut skill pembalap yang lebih utama karena setting motor yang sesuai dengan lintasan sulit dilakukan akibat minimnya data.

Dalam situasi itulah Marc Marquez bisa unjuk kemampuan, melahap lintasan dengan percaya diri. Pun ketika di Motegi Jepang, motor-motor dengan kecepatan tinggi juga tak bisa dipacu gila-gilaan karena hujan. Marquez bisa memanfaatkan kesempatan itu dengan baik.

BACA JUGA : Politik Dinasti Akankah Selalu Buruk 

Balapan di Budhh dan Motegi tidak bisa menjadi ukuran bahwa Honda RC123V sudah mulai membaik. Maka Honda dan Marc Marquez kemudian secara resmi memutuskan untuk berpisah.

Dalam pengumuman resminya, Honda menyampaikan kerjasama panjang dan capaian yang telah diperoleh bersama Marc Marquez. Hanya saja sebelum kontrak habis kerjasama tak akan dilanjutkan karena masing-masing pihak mempunyai tujuan yang berbeda.

Marc Marquez dalam postingan di media sosial menyebutkan berat harus meninggalkan Honda, hatinya ada di Honda. Meninggalkan Honda adalah pilihan rasional karena Marc Marquez ingin kembali menjadi yang terhebat. Dengan bertambahnya usia, sulit bagi Marquez untuk bangkit dengan cepat bersama Honda.

Honda memahami pilihan Marc Marquez untuk menempuh jalan short cut, meninggalkan Honda dan kemudian bergabung dengan tim dengan motor dari pabrikan Eropa.

Tentu jalan ini menyakitkan mengingat Honda begitu perhatian pada Marc Marquez ketika didera cidera dan tak bisa membalap. Semua yang ada dalam kontrak tetap dipenuhi oleh Honda, bahkan ketika Marc Marquez sendiri meminta untuk tidak dibayar karena tak berada di lintasan Honda tak melakukannya.

Kabarnya Marc Marquez akan berlabuh ke Gressini, tim satelit Ducati. Disana kakak beradik Marquez akan kembali berada dalam satu tim.

Walau tidak memakai motor terbaru, namun Desmosedici GP 23 yang akan dipakai Marc Marquez nanti tetaplah motor yang kencang. Motor ini telah membuat Bagnaia dan Jorge Martin bersaing dalam posisi puncak untuk memperebutkan gelar juara tahun 2023.

Banyak pengamat mengatakan jika Marc Marquez memakai Ducati maka balapan menjadi tidak menarik lagi. Marquez dianggap akan autocepat, mengingat Ducati adalah motor yang mudah dikendalikan oleh pembalapnya.

Bahkan Bagnaia, pembalap nomor 1 Ducati juga menyadari hal itu. Dia telah mengucapkan selamat dan menyambut kehadiran Marc Marquez dalam GP 2024 nanti sebagai pemicu untuk melihat siapa yang terbaik dengan motor terbaik.

Memang akan lebih manis jika Marc Marquez tetap di Honda, berproses bersama Honda dan kembali menjadi pembalap terhebat dengan motor tercepat. Hal itu dikatakan oleh Pedro Acosta, pembalap yang digadang-gadang akan memberi kejutan di kelas utama Moto GP seperti halnya Marquez yang langsung menguasai balapan saat berpindah dari Moto 2 ke kelas utama.

Maunya hati memang demikian, namun mengembangkan motor bukan pekerjaan gampang. Sulit bagi Honda untuk mengejar ketertinggalan hanya dalam waktu satu tahun. Perlu waktu lebih lama dan juga perombakan tim pengembang agar motornya kembali unggul.

Ada desas-desus perpisahan baik-baik antara Marc Marquez dan Honda adalah modus untuk menjaga agar Marc tidak frustasi. Honda bersedia melepas Marquez satu tahun lebih awal agar nanti kembali lagi ke Honda setelah satu tahun mencoba motor pabrikan lainnya.

Makanya Ducati kemudian memberi warning ke Gressini, Marc Marquez diijinkan menaiki Desmosedici GP 23 namun tidak boleh membawa tim pribadinya ikut pindah. Marc Marquez pindah sendirian dan kemudian akan didampingi oleh tim yang sudah ada di Gressini.

Ducati khawatir jika Marc Marquez membawa tim mekaniknya sendiri maka data atau rahasia mesin Desmosedici akan terkuak. Dan jika kemudian Marc kembali lagi ke Honda maka dengan segera akan diterapkan untuk membuat motor Honda kembali digdaya.

Masih ada 6 balapan tersisa untuk menunggu apakah yang telah diputuskan oleh Marc Marquez agar dirinya kembali pembalap terhebat dengan meninggalkan Honda adalah sebuah keputusan yang tepat.

Sedih rasanya mendengar Marc Marquez hengkang dari Honda. Sekali hampir tak terbayangkan tapi ternyata juga terjadi. Walau demikian tetap ada kabut yang menyelimuti kepergian Marc Marquez ini.

Apa yang hendak dituju oleh Marc Marquez, adakah bergabung ke Gresini adalah cara dia untuk bisa masuk ke tim pabrikan Ducati. Dengan menunggangi motor yang kencang Marc berpeluang untuk menjadi terdepan, bisa juara dunia atau sekurangnya runner up. Dengan modal ini Marc bisa bergabung dengan factory team-nya Ducati.

Atau masuk ke tim satelit adalah cara Marc Marquez menunggu KTM menyediakan tempat untuknya di tim utama. Bisa jadi nanti Marc Marquez di tahun 2025 akan dipasangkan dengan Brad Binder atau Pedro Acosta di tim utama KTM.

Dan skenario terakhir yang mesti diwaspadai oleh Ducati, Marc Marquez sengaja dilepas sebagaimana pemain bola dipinjamkan ke klub lain. Dan Honda kemudian akan mempersiapkan apa yang diminta oleh Marc Marquez selama tahun 2024 nanti. Dan Marc akan kembali ke Honda pada tahun 2025 ketika RC123V sudah kembali menjadi motor yang siap bersaing di depan.

Sekali lagi apa yang sesungguhnya akan terjadi mesti ditunggu sampai 2025 nanti. Dan Marc Marquez akan selalu menjadi bintang di Moto GP hingga saat itu, terkecuali ada petaka yang menimpanya kembali.

note : sumber gambar – IWANBANARAN.COM