“Jangan tanyakan apa yang sudah negara berikan untukmu, tetapi tanyakanlah sumbangsih apa yang telah kamu berikan pada negara.”
Doktrin kecintaan pada negara ini berasal dari ucapan Marcus Tullius Cicero, seorang orator dan negarawan romawi kuno namun kini kerap dikenang sebagai perkataan dari John F Kennedy.
Kennedy mengucapkan kalimat indah itu dalam pidato inagurasinya sebagai presiden Amerika Serikat ke 35 pada tanggal 20 Januari 1961.
Presiden termuda kedua dalam sejarah Amerika Serikat dan satu-satunya yang non protestan ini tewas terbunuh pada tahun 1963. JFK menjadi presiden Amerika Serikat yang keempat yang meninggal karena dibunuh.
Adalah Joseph P Kennedy, laki-laki berdarah Irlandia, seorang pebisnis yang kemudian sukses menjadi salah satu orang kaya di Amerika Serikat. Bermodal kekayaan, dia masuk dalam dunia politik hingga kemudian menduduki jabatan penting dalam pemerintahan. Salah satunya adalah menjadi Duta Besar Amerika Serikat di Inggris.
Joseph memberikan pendidikan terbaik untuk anak-anaknya, mereka mengenyam pendidikan di universitas-universitas terkemuka di Amerika Serikat. Kelak putra-putranya kemudian menjadi anggota konggres dan senat termuda, jaksa agung dan salah satunya menjadi presiden Amerika Serikat.
Atas apa yang dilakukannya, Joseph berhasil membangun keluarga Kennedy menjadi keluarga yang paling berpengaruh dalam politik di Amerika Serikat. Kennedy berhasil membangun klan atau dinasti politik di Amerika Serikat meski kemudian tidak berlanjut karena berbagai tragedi yang menimpa keluarga ini.
Selain John F Kennedy yang dibunuh saat menjabat presiden Amerika Serikat, adiknya yakni Robert F Kennedy juga terbunuh saat mencalonkan diri sebagai presiden.
Sebelumnya Joseph F Kennedy jr, sang sulung yang digadang-gadang akan menjadi presiden Amerika Serikat, tewas dalam kecelakaan pesawat di Inggris.
Gairah politik keluarga Kennedy yang dimulai oleh Joseph P Kennedy terus berlanjut hingga cucunya. Namun berbagai macam tragedi mulai dari kecelakaan, penyakit hingga penyalahgunaan obat bius menutup lembaran buku politik dinasti ini di akhir tahun 90-an.
Di Amerika Serikat kelak ada keluarga yang berhasil mendudukkan bapak dan anak sebagai presiden yakni keluarga George Bush. Dan juga ada suami istri yang berusaha menduduki posisi politik tertinggi di Amerika Serikat. Bill Clinton berhasil menjadi presiden namun Hillary, istrinya gagal karena dikalahkan oleh Donald Trump.
BACA JUGA : Kaum Ektrimis Bernama Vegan
Ketika di Amerika Serikat keluarga Kennedy berjaya, di India posisi kepala pemerintahan hampir tak pernah lepas dari garis keturunan perdana menteri pertama Jawaharlal Nehru.
Garis keturunan Jawaharlal Nehru sendiri berasal dari kakeknya yakni Gangadhar Nehru yang merupakan kepala polisi India dan ayahnya, Motial Nehru yang merupakan pejuang kemerdekaan India, pengacara dan Ketua Partai Kongres India.
Indira Priyadashini Nehru, putri Nehru satu-satunya kemudian meneruskan tampuk kepemimpinan sebagai salah satu perdana menteri dengan jabatan terlama di India setelah Nehru. Lebih dikenal dengan nama Indira Gandhi karena menikah dengan Feroze Gandhi. Namun mereka sama sekali tidak ada hubungan darah dengan pahlawan India, Mahatma Gandhi.
Indira Gandhi pertama dilantik menjadi perdana menteri pada tahun 1966, dan berkali-kali menduduki jabatan kembali hingga berakhir pada tahun 1984 karena pembunuhan.
Indira Gandhi mempunyai dua putra yakni Rajiv dan Sanjay Gandhi. Sanjay digadang-gadang sebagai penerus Indira Gandhi, namun wafat karena kecelakaan pesawat. Hingga kemudian Rajiv Gandhi yang meneruskan tahta perdana menteri India yang dimulai dari kakeknya.
Rajiv yang menikah dengan perempuan Itali itu tidak memimpin lama karena pada tahun 1991 mengalami nasib yang sama dengan ibunya.
Edvige Antonia Albinia Maino yang kemudian lebih dikenal sebagai Sonia Gandhi juga berpolitik. Istri mendian Rajiv Gandhi ini dianggap memegang peranan penting dalam memenangkan kursi perdana menteri bagi Manmohan Singh.
Anak Rajiv dan saudara sepupunya juga terjun dalam dunia politik.
Rahul dan Priyanka Gandhi, kakak beradik anak dari Rajiv Gandhi meski belum berhasil menduduki kursi perdana menteri, namun telah berada dalam jalan untuk mempertahankan kedudukan politik Nehru sampai tujuh turunan.
Sama dengan Amerika Serikat dan India yang menganut sistem pemerintahan demokratis, di Indonesia juga berkali-kali muncul upaya untuk membangun dinasti politik.
Sama dengan Nehru, keturunan presiden pertama Indonesia yaitu Sukarno, pengaruh dan kedudukan politiknya sudah sampai pada cucu. Puan Maharani, putri Megawati menduduki jabatan sebagai Ketua DPR RI, Puan juga pernah duduk sebagai menteri dalam kabinet Jokowi.
Putra-putri presiden Sukarno yang lain dulu juga berpolitik meski kemudian Guruh, Guntur dan Sukmawati lebih memilih jalan lain. Puti Guntur Sukarno, putri dari Guntur Sukarno Putro meski kalah populer dari Puan Maharani, adalah anggota DPR RI periode 2019-2024. Puti juga pernah mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur pada pemilu kepala daerah tahun 2018 lalu.
Sebagai presiden dengan jabatan terlama di Indonesia, Suharto juga berusaha membangun dinasti politik. Saat berkuasa, putra-putrinya mulai terjun ke dunia politik. Mbak Tutut, Titik dan Tommy adalah putra-putri Suharto yang aktif dalam dunia politik.
Mbak Tutut sempat menjadi menteri dalam kabinet bapaknya. Namun kejatuhan Suharto membuat pengaruh politik putra-putrinya tidak sekuat di jaman bapaknya berkuasa.
Presiden ke 6 Indonesia yang juga merupakan presiden pertama yang dipilih lewat pemilu langsung yaitu Susilo Bambang Yudhoyono juga berupaya membangun dinasti politik lewat partai yang didirikan olehnya.
Kedua putranya kini aktif berpolitik. Bahkan putra sulungnya yang adalah perwira Angkatan Darat, kemudian mengakhiri karir militernya untuk kemudian meneruskan tampuk kepemimpinan bapaknya sebagai ketua umum Partai Demokrat.
Presiden yang ke 7 yakni Joko Widodo bukanlah presiden yang berangkat dari aktivis atau pengurus partai. Namun Jokowi juga berusaha membangun dinasti politiknya lewat jalur eksekutif. Putra sulung dan menantunya kini menduduki jabatan walikota.
BACA JUGA : Scouting
Upaya untuk membangun dinasti politik tidak hanya terjadi di tingkat nasional atau level negara. Di tingkat negara, dinasti politik juga berkembang dengan subur. Sampai-sampai muncul istilah ampibi untuk menyindir sebuah keluarga besar yang menduduki semua lini kekuasaan di daerah. Ampibi kependekan dari anak, menantu, ponakan dan bini.
Di Kalimantan Timur paska reformasi, keluarga yang dikenal berupaya membangun pengaruh politik turun temurun adalah Syaukani HR. Bupati pertama yang dipilih dalam pemilihan langsung ini mengkader putrinya untuk menjadi penerus.
Ketika Syaukani ditangkap KPK karena tuduhan korupsi pada periode pemilu berikutnya Rita Widyasari, putrinya berhasil memenangkan kontestasi pilkada dan duduk sebagai bupati Kutai Kartanegara sebagaimana bapaknya.
Dianggap sukses memimpin Kutai Kartanegara, Rita digadang-gadang untuk menjadi Gubernur Provinsi Kalimantan Timur.
Awang Faroek Ishak, Gubernur Kalimantan Timur sebelum Isran Noor juga berupaya membangun dinasti politik. Putra-putrinya aktif berpolitik. Dan putra sulungnya berhasil duduk sebagai anggota DPR RI dan DPD RI, demikian juga menantu-menantunya yang juga berhasil menduduki kursi wakil rakyat di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Namun ketika mencalonkan sebagai kepala daerah, putra Awang Faroek Ishak berkali-kali gagal menang.
Di Kota Bontang, keluarga Sofyan Hasdam juga membangun dinasti politik demikian juga dengan Ismunandar di Kutai Timur.
Beberapa tokoh politik lainnya termasuk walikota Samarinda saat ini juga membangun dinasti politik melalui jalur legislatif walau tak terlalu kentara karena figur-figurnya tak terlalu dikenal oleh masyarakat.
Dan yang terbaru dan menonjol adalah upaya membangun dinasti politik yang dilakukan oleh Mas’ud bersaudara. Menjadi kentara karena semua memakai nama keluarga. Mereka kini ada yang duduk sebagai anggota DPR RI, DPR Provinsi, Walikota dan Bupati. Dan masing-masing adalah ketua partai di tingkat provinsi, kabupaten maupun kota.
Dinasti politik tetap bisa tumbuh dalam iklim demokrasi dikarenakan mereka yang terlahir dalam lingkungan keluarga, orang tua atau saudara yang mempunyai kekuatan serta pengaruh politik kemudian menjadi lebih mudah dan punya kesempatan yang lebih besar untuk masuk dalam dunia politik.
Para tokoh politik dan pemegang kekuasaan walau jarang yang tercatat dalam daftar ‘orang-orang paling kaya’ namun mereka tetap orang-orang beruang. Perpaduan antara kekuasaan, pengaruh dan uang niscaya merupakan kekuatan yang sulit ditandingi oleh mereka-mereka yang ingin masuk dalam dunia politik hanya bermodal dengkul.
Satu-satunya yang bisa mengalahkan kekuatan kekuasaan, pengaruh dan uang hanyalah keberuntungan.
Di Amerika dinasti politik keluarga Kennedy runtuh karena tragedi entah pembunuhan, kecelakaan, penyakit maupun hal lainnya. Tragedi yang beruntun menimpa keluarga Kennedy sampai membuat banyak orang berpikir ada kutukan atas keluarga itu.
Sedangkan di Indonesia, dinasti politik yang marak umumnya tak bertahan lama. Kekuatan dan pengaruhnya menurun biasanya karena perpecahan dalam kendaraan politiknya.
Melihat apa yang terjadi di Kalimantan Timur, dinasti politik gagal bertumbuh dan membesar karena tertimpa kasus korupsi. Syaukani HR yang diperkarakan oleh KPK dan kemudian digantikan oleh anaknya, ternyata ketika menjabat, Rita Widyasari, putri Syaukani akhirnya juga ditangkap oleh KPK.
Ismunandar, Bupati Kutai Timur juga ditangkap oleh KPK bersama istrinya yang adalah Ketua DPRD Kabupaten Kutai Timur. Dan yang terakhir, anak bungsu dari keluarga Mas’ud, yakni Abdul Gafur Mas’ud, Bupati Penajam Paser Utara juga dicokok oleh KPK di Jakarta.
Tak ada yang salah ketika sebuah keluarga membangun dinasti politik untuk memberikan pengabdian terbaik bagi negara, bangsa dan masyarakat. Namun ketika kekuasaan telah direngkuh dan tak mampu mengendalikan keserakahan niscaya bangunan dinasti politiknya akan segera runtuh.








