Ada banyak persoalan atau masalah dalam kehidupan bersama kita. Salah satu yang kerap menimpa adalah bencana. Dalam setiap masalah tidak selalu pemerintah bisa bergerak cepat atau mempunyai sumberdaya yang cukup untuk mengatasinya.
Kondisi ini kemudian membuka peluang partisipasi dari masyarakat. Orang-orang yang merelakan waktu, tenaga, pikiran, harta bahkan nyawanya untuk turut serta mengatasi masalah secara sukarela sebagai bentuk kepedulian pada sesama.
Perkembangan teknologi informasi, maraknya berbagai platform media sosial membuat dunia kesukarelawanan menjadi semakin marak. Orang atau kelompok orang kini dengan mudah mengajak, mengorganisir dan memobilisasi sumberdaya untuk menolong orang lain yang berkesusahan melalui media sosial. Muncul berbagai wadah kesukarelawanan sosial di platform media sosial dengan berbagai model pendekatan.
Dan kegiatan kesukarelawanan bukan lagi sekedar menjadi kegiatan aksidental atau ketika ada peristiwa tertentu. Sebagaian bahkan sudah berkembang menjadi kegiatan rutin, kegiatan yang berkelanjutan. Dan spektrum kerelawanan sosial juga sudah meluas bukan hanya masalah kesusahan atau kebencanaan saja melainkan sudah masuk ke isu lingkungan hidup serta isu publik lainnya.
Namun kesukarelawanan tidak selalu dipandang baik, terus saja ada anggapan bahwa para relawan adalah orang-orang yang punya pamrih, untuk menarik perhatian pemerintah dan pihak lainnya agar kelak bisa mendapat bagian proyek misalnya. Dan banyak lagi bias pandangan lain seperti dianggap untuk meningkatkan pengenalan dan elektabilitas karena punya cita-cita untuk mencalonkan diri, entah menjadi wakil rakyat atau pemimpin daerah.
Apapun pandangan masyarakat, kerelawanan sosial tetap merupakan satu tindakan yang mulia dan terpuji. Para relawan adalah orang-orang yang tidak menunggu kaya atau berkecukupan untuk membantu orang lain. Modal utama seorang relawan adalah kepedulian dan kemauan untuk melakukan perubahan, menjadikan kehidupan bersama lebih baik dengan memberi waktu dan tenaga untuk melakukan aksinya.
Lalu apa untungnya menjadi seorang relawan?.
Seorang relawan tentu saja bukan orang yang mencari untung. Tapi kalau mau ditelisik lebih jauh tetap ada keuntungan dengan menjadi seorang relawan. Keuntungannya tentu bukan keuntungan material melainkan manfaat bagi diri karena melakukan aksi kerelawanan sosial.
Dengan melakukan aksi kerelawanan sosial sesorang akan bertemu dengan orang lain, memperoleh teman baru, sehingga membuat seseorang akan terus mengasah ketrampilan dalam hubungan sosial dan membangun jarring-jaring komunikasi sosial yang lebih luas.
Berhubungan dengan orang lain mengasah kepedulian akan membuat seseorang juga memperoleh ketenangan psikologis, terhindar dari kecemasan dan mengurangi stress. Membantu orang lain pasti akan menumbuhkan rasa gembira dan bahagia di hati.
Kegiatan kerelawanan sosial umumnya adalah kegiatan fisik. Dengan membantu orang lain kita menjadi bergerak sehingga tubuh akan semakin sehat karena aktif. Selain menyehatkan, kegiatan kerelawanan sosial juga akan memupuk kepercayaan diri karena seseorang menemukan dirinya bisa berkontribusi dalam kehidupan bersama.
Untuk generasi muda, kegiatan kerelawanan sosial juga bisa meningkatkan ketrampilan teknik. Dengan terlibat dalam kegiatan SAR, evakuasi korban di medan ekstrim dan lain sebagainya seorang relawan akan belajar banyak ketrampilan teknis yang bukan hanya berguna untuk kegiatan sosial melainkan juga membangun sumberdaya dirinya sendiri.
Dan untuk mereka yang kehilangan harapan karena ditinggal orang-orang terkasih, putus cinta dan lain sebagainya, aktif dalam kegiatan kerelawanan sosial bisa menjadi jalan untuk kembali menemukan makna hidup sehinga bisa kembali membangun tujuan baru dalam hidup kedepan.
Jadi kenapa tidak mulai menjadi relawan sosial jika kita menemukan dalam diri sebuah kepedulian pada sesuatu atau berbagai hal dalam kehidupan bersama.








