Setiap awal tahun, Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur akan menggelar acara publik memperkenalkan destinasi dan event wisata unggulan Kalimantan Timur. Namun karena pandemi acara offline semacam itu tak memungkinkan untuk digelar.

Sebagai salah satu sektor yang paling menderita karena serangan pandemi Covid 19, kemajuan pariwisata dan geliat seni budaya harus tetap dipromosikan, oleh karenanya dengan mengedepankan inovasi dan kolaborasi, Dinas Pariwisata Kaltim tetap menggelar promosi wisata dan apresiasi pada pelaku seni budaya serta industri kreatif dalam bentuk  Virtual Event agar sesuai dengan protokol kesehatan.

Kegiatan Virtual Event pertama yang sukses dilaksanakan di tahun 2020, kemudian dilanjutkan  kembali dengan tajuk Visit Kaltim Fest 2021.

Visit Kaltim Fest 2021 yang diluncurkan oleh Isran Noor, Gubernur Kalimantan Timur, Januari 2021 yang lalu akan terdiri dari 3 tema besar yaitu Festival Wastra Nusantara, Festival Tiga Danau dan Festival Karst Sangkulirang.

Rangkaian Visit Kaltim Fest 2021, seri pertama dengan tajuk “Wastra Indonesia, Dari IKN Untuk Nusantara” bekerja sama dengan Borneo Fashion Bration telah sukses dilaksanakan pada bulan Januari 2021 sebagai pembuka sekaligus perayaan peringatan Hari Ulang Tahun Provinsi Kalimantan Timur.

Dan seri kedua dari Visit Kaltim Fest 2021, yakni Festival Tiga Danau akan menyusul untuk diselenggarakan pada bulan September 2021 ini.

Kamis, 9 September 2021 yang lalu, diatas Kapal Pesut Bentong, Sri Wahyuni, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur berbincang dengan para awak media sembari menyusuri Sungai Mahakam selama kurang lebih 2 jam perjalanan.

{ baca juga : Saya Rasa Bukan Saya Pikir

Dalam perbincangan diatas Kapal Pesut Bentong, salah satu kapal wisata yang secara reguler menyelenggarakan perjalanan wisata susur sungai Mahakam, Sri Wahyuni menyampaikan Festival Tiga Danau akan diselenggarakan selama tiga hari mulai dari tanggal 17 hingga 19 September 2021, diatas Kapal Wisata Queen Orca.

Queen Orca sendiri merupakan houseboat yang mempunyai 10 kamar tipe standar dan 1 kamar suite yang biasa melayani perjalanan wisata dari Kota Tenggarong ke wilayah tiga danau di Mahakam Tengah.

“Kapal Queen Orca akan disulap menjadi dua studio untuk menyiarkan materi tayang baik yang disiarkan secara langsung maupun yang telah direkam sebelumnya,” terang Sri Wahyuni.

Pemilihan Kapal Queen Orca untuk menjadi lokasi Virtual Event Festival Tiga Danau tidak lepas dari nuansa yang ingin dihadirkan lewat acara yang akan berlangsung selama tiga hari ini.

“Virtual Event Festival Tiga Danau kali ini akan menghadirkan nuansa perjalanan, sebuah perjalanan yang menginspirasi dari anak-anak muda di Danau Jempang, Melintang dan Semayang,’ lanjut Sri Wahyuni.

Anak muda yang dimaksud adalah Catur Palinggi, Iqsan dan Rinanda Maharani.

Anak-anak muda berbakat yang merupakan influencer ini juga turut hadir dalam acara bincang-bincang diatas Kapal Pesut Bentong membagikan pengalaman dan kegembiraan mereka ketika mengekplorasi wilayah tiga danau Mahakam yang sebagian dokumentasinya akan ditayangkan pada Virtual Event Festival Tiga Danau nanti.

Saat ditanya apa yang paling berkesan selama melakukan ekplorasi di kawasan tiga danau Mahakam, Catur mengungkapnya kekagumannya pada pemandangan dan keanekaragaman hayati yang dilihat serta ditemui selama perjalanan menyusuri sungai dan danau.

Sedangkan Rinanda lebih terpesona oleh kearifan tradisional masyarakat sekitar Danau Jempang yang masih mempertahankan budaya pembuatan kain tradisional.

“Di Tanjung Isuy, masyarakat masih mempertahankan warisan tradisional kain ulap doyo, yang tumbuhannya masih banyak tumbuh di ladang dan tepian hutan,” ujar Rinanda.

Sementara Iqsan sangat terkesan dengan keramahan masyarakat disana dalam menyambut wisatawan.

“Suasana dan makanan yang disajikan serasa pulang ke rumah sendiri,” seru Iqsan.

{ baca juga : Suami Istri Kompak Korupsi

Menandaskan apa yang disampaikan oleh para influencer, Sri Wahyuni mengatakan bahwa Kaltim mempunyai semua yang diinginkan oleh para wisatawan.

“Kaltim bukan hanya punya hutan rimba, melainkan lanskap lain yang tak kalah menariknya yaitu danau cascade Mahakam yang sebenarnya tidak hanya tiga danau melainkan juga masih banyak danau-danau lain yang tak kalah indahnya,” terang Sri Wahyuni.

Sri Wahyuni menerangkan bahwa sebutan tiga danau tidak berarti mengecilkan peran atau kedudukan danau-danau Mahakam lainnya. Selain karena Jempang, Semayang dan Melintang merupakan danau yang terbesar, ketiganya juga menjadi salah satu dari program prioritas Gubernur Kalimantan Timur.

“Kawasan tiga danau merupakan area prioritas bagi Gubernur Isran Noor untuk dikembangkan menjadi pusat ekonomi,” ujar Sri Wahyuni.

Bicara soal potensi, kawasan danau cascade Mahakam dalam waktu yang panjang telah membuktikan diri menjadi sumber hidup dan penghidupan masyarakatnya. Salah satu potensi besarnya adalah ikan air tawar.

Namun potensi ini belum digarap secara maksimal, termasuk potensi pariwisata berupa bentang alam dan kebudayaannya yang khas.

“Lewat ekplorasi dan kegiatan lain berupa penelitian serta peningkatan kapasitas masyarakat diharapkan potensi kawasan danau-danau Mahakam akan terangkat dan kemudian menarik minat serta perhatian sektor bisnis dan industri untuk turut serta mengembangkannya menjadi sentra ekonomi ,” pungkas Sri Wahyuni.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here