KESAH.IDSepakbola bukan olahraga populer di Amerika Serikat meski negeri itu pernah menjadi tuan rumah piala dunia dan tim nasionalnya sering ikut sebagai peserta. Salah satu cara mempopulerkan sepakbola adalah dengan mendatangkan pemain-pemain besar yang memasuki masa pensiun. Ada banyak pemain ternama dari Liga Eropa bermain disana. Salah satu yang terkenal adalah David Beckham. Setelah tidak bermain, Beckham bahkan ikut menjadi pemilik salah satu klub yakni Inter Miami. Dan kedatangan Lionel Messi menjadi salah satu sukses besar dalam Liga Sepakbola Amerika Serikat. Messi mampu mendongkrak keterkenalan sepakbola disana. Bersama dengan beberapa rekannya di Barcelona dulu, Inter Miami kini bisa disebut sebagai Barcelona U 35. 

Selepas dari PSG, hubungan Lionel Messi dengan Barcelona membaik.

Banyak yang mengira Messi meninggalkan PSG untuk kembali ke Barcelona. 

Tawaran dari klub Arab Saudi yang bisa membuatnya mencatat rekor abadi sebagai pemain dengan bayaran termahal ditampiknya. Padahal Messi telah didapuk sebagai Duta Pariwisata Kerajaan Petro Dollar yang kini giat membranding negerinya sebagai destinasi wisata di masa depan.

Meski ingin, jalan Messi kembali ke Barcelona terjal. Barca belum memenuhi syarat fairplay dalam keuangan jika harus merekrut kembali Messi. 

Maka ada skenario, Messi akan direkrut dan kemudian akan digaji oleh Inter Miami, namun dipinjamkan ke Barca. Status Messi di Barca adalah pemain pinjaman sehingga tak menganggu neraca keuangan Barcelona.

Yang terjadi ternyata tak demikian. Skenario ini tak terwujud, Messi ternyata enggan bermain kembali di Barcelona yang kini dilatih oleh rekan baiknya. Messi tak ingin kehadirannya di Barca menjadi masalah yang akan menganggu prestasi Barcelona dan kehidupan pribadinya serta keluarga.

Messi akhirnya memilih berlabuh ke Inter Miami, klub sepakbola di Amerika Serikat yang mempunyai seragam berwarna pink.

Konon berlabuhnya Messi ke klub yang salah satu pemiliknya adalah David Beckham ini dikarenakan ada campur tangan tangan dari Adidas dan Aple TV sebagai sponsor MLS atau liga sepakbola Amerika Serikat.

Sepertinya mereka berhasil meyakinkan Messi bahwa berkarir di Amerika Serikat bukan melulu bermain sepakbola. Messi akan bisa menikmati kehidupan keluarga dan mulai mencoba beraktivitas di luar dunia sepakbola.

Dibandingkan dengan transisi dari Barcelona ke PSG. Messi yang kerepotan hampir selama setahun. Kedatangannya dari PSG ke Inter Miami berjalan mulus. 

Lionel Messi langsung tancap gas. Dalam dua pertandingan pertama Messi sudah berhasil nyetel dengan teman-teman satu timnya. Dua kali bertanding, satu sebagai pemain pengganti dan satu sebagai starter, Messi berhasil mencetak 3 gol dan 1 assist. Messi langsung produktif.

Lionel Messi yang baru pertama kali bermain di klub luar Eropa tidak mengalami kendala. Yang mengenal Messi tahu kalau itu pertanda dia bahagia. 

BACA JUGA : Bajingan, Rasa Bahasa Dan Kecerdasan Sosial

Kemungkinan besar Messi senang bermain di Inter Miami karena tak membawa beban besar. Tak seperti ketika ditarik ke PSG, Messi diharapkan mampu membawa PSG mengangkat trofi Piala Champion.

Buat Inter Miami kesediaan Messi untuk bergabung sudah membuat senang, pemilik senang, pemain riang dan penonton juga girang.

Publik sepakbola Amerika Serikat juga ikut girang, akun instagram Inter Miami naik 1000 persen. Sebelum kedatangan Messi, Inter Miami hanya punya pengikut sekitar 1 juta. Saat Messi diperkenalkan sebagai pemain, Instagram Inter Miami telah difollow 12 juta orang lebih.

Inter Miami mencetak rekor karena gabungan pengikut Instagram seluruh tim yang berlaga di MLS belum mampu melampaui jumlah pengikut IG Inter Miami.

Selain pengikut IG, kenaikan gila-gilaan juga terjadi pada harga tiket pertandingan Inter Miami. 

Messi tentu senang, kedatangannya ke Inter Miami tidak sia-sia.

Dan di Inter Miami Messi juga akan bermain kembali dengan kompatriotnya di Barcelona. Sergio Busquet dan Jordi Alba yang tak diperpanjang kontraknya oleh Barca juga berlabuh ke Inter Miami menyusul Messi.

Kabarnya Andres Iniesta juga dibidik untuk bergabung dengan Inter Miami. Mungkin bukan sebagai pemain melainkan masuk dalam jajaran tim pelatih.

Sahabat Messi lainnya yang dibujuk untuk bergabung dengan Inter Miami adalah Luis Suarez. Kontraknya dengan Tim Sepakbola di Brasil dipercepat selesainya. 

Suarez merasa tidak lagi fit lagi untuk bermain dalam iklim persaingan Liga Brasil. Cidera lututnya bermasalah. Apakah kemudian Luis Suarez akan bergabung dengan Inter Miami, menyusul Messi, Busquet dan Jordi Alba masih menjadi tanda tanya.

Yang jelas kehadiran 3 pemain andalan Barcelona di masa jayanya membuat Inter Miami diberi julukan Barcelona U 35.

BACA JUGA : Dari Yogyakarta Untuk Nusantarapsg,barcelona,inter miam

Major League Soccer atau MLS, Liga Sepakbola tempat Messi bermain umurnya belum tua. Kompetisi liga utama sepakbola Amerika Serikat ini memulai musim perdananya pada tahun 1996, setelah Amerika Serikat menjadi tuan rumah Piala Dunia 1994.

Pada waktu itu sepakbola atau soccer belum terkenal di Amerika Serikat. Yang disebut sepakbola adalah American Football, semacam rugby tapi dimainkan oleh sebelas orang dan tak ada batas pergantian pemain.

Baru pada tahun 2000-an MLS mulai terkenal dan mampu melahirkan pemain-pemain yang kemudian meniti karir di Eropa. Kedatangan David Beckham pada tahun 2007 ke LA Galaxy juga turut mendongkrak popularitas MLS.

Dimulai dari 10 tim, pada tahun 2023 sudah ada 29 tim yang berlaga di MLS. Dan yang terpenting pertandingan sudah dimainkan di Stadion Sepakbola bukan menumpang di stadion milik tim American Football (NFL).

Tidak seperti Liga Eropa atau liga pada umumnya, MLS tidak mengenal degradasi atau promosi. Sistem kompetisinya juga unik, peserta dibagi dalam pertandingan reguler 2 wilayah, wilayah barat dan wilayah timur.

Pemenang kompetisi ditentukan lewat babak playoff yang mempertemukan masing masing 9 klub dengan peringkat tertinggi dari wilayah barat dan timur.

Sistem seperti ini memang lazim dalam berbagai liga olahraga di Amerika Serikat yang pesertanya sebagian berasal dari Kanada.

Selain piala MLS Cup, liga Amerika Serikat juga menganugerahi Trofi Supporter’s Shield. Anugerah ini diberikan kepada tim dengan poin tertinggi sebelum memasuki babak play off.

Liga sepakbola Eropa boleh berbangga sebagai tempat untuk mendulang dan mengadu prestasi.

Namun Amerika Serikat mesti diakui sebagai negeri yang piawai mengelola marketing dan entertaining dalam olahraga termasuk sepakbola.

Messi yang mulai surut untuk bersaing di liga utama Eropa terbukti mampu meningkatkan gairah sepakbola di Amerika Serikat.

Kedatangan Messi bukan hanya mengahasilkan cuan untuk Inter Miami melainkan juga klub-klub lainnya. Tiket pertandingan laku keras saat sebuah klub akan berhadapan dengan Messi. 

Dan MLS juga pintar memanjakan Messi. Ketika Messi menyatakan tak suka bermain di rumput sintetis, MLS pun mengeluarkan himbauan agar klub-klub MLS menggantinrumput sintetis di stadionnya dengan rumput alami.

Sepakbola bukanlah olahraga utama di Amerika Serikat, namun kejelian mereka melihat peluang ternyata mampu menghasilkan cuan. Meski tak jor-joran mengeluarkan uang untuk membayar pemain seperti yang pernah dilakukan klub China dan klub Arab Saudi sekarang ini, toh Messi masih mendulang uang yang tidak kalah besar pada saat bermain untuk PSG.

Bayaran Messi masih berpuluh kali lipat dari pemain termahal yang pernah digaji oleh klub yang bertanding di MLS.

Di usia senjanya dalam sepakbola ternyata Messi dan kompatriotnya di Barcelona ternyata masih ‘sakti’ menyajikan sihir sepakbola. Penonton masih berjubel ingin datang melihat Messi bermain dengan riang hati, girang di lapangan.

Mungkin pentas sepakbola Amerika Serikat bakal lebih seru lagi jika atmosfir persaingan antara Barcelona dan Real Madrid di jaman Messi bisa dihadirkan kembali dengan kedatangan Sergio Ramos, bek legendaris Real Madrid pada klub rival Inter Miami.

note : sumber gambar ilustrasi – BOLASPORT.COM