KESAH.ID – Pada umumnya media sosial ternama dan mendunia berasal dari perusahaan teknologi Amerika Serikat. Tik Tok memecahkan anggapan itu. Dibuat oleh Bytedance, perusahaan dari China ternyata Tik Tok mampu mendunia.

Tokoh kunci dalam dunia jurnalistik adalah sumber berita, seseorang yang ucapannya valid atau kompeten untuk dituliskan dalam sebuah artikel pemberitaan. Sumber berita umumnya adalah kaum elit, pejabat pemerintah, tokoh masyarakat, ilmuwan, pakar dan juga kaum selebritas.

Beberapa dari sumber berita kerap kali juga merupakan pembuat berita atau news maker. Entah karena polahnya yang menarik atau gemar membuat kontroversi. Orang-orang seperti ini kemudian menjadi kesayangan media, setiap hari namanya muncul dalam pemberitaan.

Diberitakan atau menjadi bahan berita sama artinya dengan populer, terkenal.

Dan pada dasarnya setiap orang ingin dikenal, terkenal dalam lingkungan sendiri maupun lingkungan yang lebih luas.

Sayangnya saluran untuk menjadi terkenal amat terbatas, untuk diberitakan, masuk koran atau masuk tv seseorang mesti kompeten, punya koneksi atau relasi yang kuat dengan isu-isu tertentu.

Kehadiran internet yang kemudian disusul oleh kemunculan media sosial membuat saluran untuk menjadi terkenal, menarik perhatian orang lain kemudian menjadi amat terbuka, setiap orang bisa ‘memberitakan’ dirinya sendiri kepada khalayak luas.

Kemudian dikenal istilah ‘prosumen’, masyarakat menjadi produsen sekaligus konsumen media lewat platform yang disebut sebagai new media.

Peningkatan kecepatan akses internet kemudian memungkin untuk berbagi material audio visual dalam bentuk video. Muncul situs atau platform berbagi video yang berbasis User Generated Content. Youtube adalah salah satu yang ternama dan paling banyak penggunanya.

Dan ketika internet semakin bertambah dan aksesnya makin luas, material dalam bentuk video kemudian bisa disiarkan secara langsung melalui smartphone layaknya televisi. Lahir banyak platform video streaming, salah satu yang sempat populer adalah Bigo.

Video streaming kemudian semakin populer ketika media sosial seperti Facebook kemudian juga mengadopsinya.

Video baik yang disiarkan secara langsung maupun tidak kemudian menjadi tulang punggung dari berbagai platform atau aplikasi media sosial.

Dan aplikasi-aplikasi media sosial atau platform berbagi yang lahir setelah tahun 2015-an umumnya merupakan aplikasi berbagai video dengan format layar smartphone yakni video vertikal.

Berbasis pada video pendek, Tik Tok yang berasal dari China kemudian menjadi terkenal di berbagai penjuru dunia, menggeser popularitas dan kemapanan Facebook, Instagram, Twitter dan aplikasi-aplikasi video streaming lainnya.

BACA JUGA : ‘Citayam Fashion Week’ Rebelian Di Simpang Jalan

Pertengahan 2018, Tik Tok terkenal di Indonesia melalui Prabowo Mondardo atau lebih dikenal sebagai Bowo Alpenliebe.

Bowo menjadi selebritas karena video di akunnya disukai jutaan kali, pengikutnya juga hampir menembus angka 1 juta.

Namun sosoknya kemudian menjadi kontroversial, karena Bowo kemudian mengadakan acara jumpa fans berbayar. Tiket untuk masuk dalam acaranya berharga antara 80 hingga 100 ribu rupiah.

Monetisasi ala Bowo ini dianggap berlebihan dan dirinya kemudian menjadi sasaran serangan dari Netizen. Karena serangannya mulai kelewat brutal, ibunya sampai berhenti bekerja agar bisa fokus melindungi Bowo.

Dengan alasan banyaknya konten negatif dan berbahaya untuk anak-anak, Tik Tok kemudian diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi. Pada waktu yang hampir bersamaan Bigo dan beberapa aplikasi lain juga diblokir.

Hampir bersamaan dengan berkembangnya Virus Covid 19, Tik Tok kembali bangkit dan mewabah. Bukan hanya di Indonesia saja. Laporan dari Sensor Tower menyebutkan Tik Tok merupakan aplikasi kedua terbanyak yang diunduh di seluruh dunia pada tahun 2019.

Tik Tok yang tadinya distigma sebagai aplikasi video anak alay, kemudian menjadi ladang kreator baru untuk mengunggah video pendek yang keren, asyik dan lucu. Demam Tik Tok kemudian melanda artis, pejabat, politisi bahkan youtubers dan selebgram ternama juga mulai memakainya.

Ketika pandemi Covid menggila, WHO juga memakai Tik Tok untuk berbagi video informasi tentang seluk beluk Covid 19.

Tik Tok menjadi pilihan karena aplikasi ini mudah digunakan, untuk membuat video yang menarik perhatian tidak diperlukan skill editing yang mumpuni sebagaimana yang diperlukan oleh seorang youtubers.

Dengan modal kreatifitas, lewat template yang sudah disediakan, seorang Tik Tokers bisa menghasilkan video keren dan menarik perhatian pemirsa. Di Tik Tok kemudian bertaburan video-video pendek yang menarik perhatian dan menjadi viral.

Video Tik Tok kemudian semakin viral karena banyak di re-publish lewat platform lainnya. Apa yang viral di Tik Tok kemudian viral juga di Youtube, Facebook, Instagram dan juga Whatsapp.

Sebagaimana Smartphone China yang mampu menyajikan gambar lebih bagus dari aslinya, demikian juga dengan fitur video Tik Tok, wajah akan langsung terlihat glowing dan bling bling, semua jadi cantik dan tampan.

Dengan paket komplitnya, aplikasi video Tik Tok kemudian menjadi pilihan banyak orang agar menjadi terkenal. Tik Tok kemudian melahirkan selebritas-selebritas baru.

BACA JUGA : Bergaya Dengan Barang Non Ori

Oleh perusahaan riset Insider Intelligence, Tik Tok diprediksi akan menjadi media sosial ketiga terbesar di dunia setelah Facebook dan Instagram. Pengguna aktif Tik Tok telah melampaui Twitter dan membayangi Facebook dan Instagram.

Pengguna aktif Tik Tok diseluruh dunia diperkirakan sudah melampaui angka 1 milyard orang. Dan terus bertumbuh dengan angka pertumbuhan tahunan jauh diatas Facebook dan Instagram. Tahun 2020 pertumbuhan pemakai Tik Tok lebih dari 50 persen, dan tahun 2021, pengguna Tik Tok bertumbuh lebih dari 40 persen.

Sementara pertumbuhan angka pengguna baru Facebook dan Instagram terus melemah, dibawah angka 10 persen.

Di Indonesia sendiri pada awal tahun 2022 pengguna Tik Tok telah mencapai angka 92,07 juta orang. Dengan jumlah pengguna sebesar itu, Indonesia menjadi salah satu dari negara dengan jumlah pengguna Tik Tok terbesar di dunia.

Tak heran jika kini Tik Tok Shop mulai populer sebagai aplikasi belanja, jual beli selain di Facebook, Instagram dan marketplace lainnya.

Keperkasaan Tik Tok tak pelak menjadi salah satu faktor pendorong Facebook.Inc untuk bermetamorfosis menjadi Meta. Facebook dan Instagram kemudian melengkapi diri dengan fitur serupa yakni Reel. Youtuber pun tak ketinggalan dengan meluncurkan Youtube Short.

Saya sendiri mulai suka menonton video Tik Tok walau tak menginstall aplikasinya di smartpone saya. Mulainya saya tertarik dengan konten mbak-mbak Phone Angel, lalu mbak-mbak Volley dan mbak-mbak Penari Ndolalak.

Namun akhir-akhir ini saya lebih mencari polah anak-anak SCBD {Citayam Fashion Week} yang lucu-lucu, lugu namun terkadang sedikit bikin kesal dan menjengkelkan.

Apakah saya akan menginstall aplikasi Tik Tok dan kemudian membuat video dengannya?.

Entahlah, yang pasti saat ini saya merasa belum perlu. Meski begitu, saya yakin pada akhirnya semua akan Tik Tok-Kan pada waktunya.

note : sumber gambar – TRAVELKOMPAS.COM