Mati listrik tentu saja bikin jengkel, bad mood begitu ujar mereka yang ke-inggris-inggris-an.

Untung saja ada media sosial yang bisa jadi ruang untuk melampiaskan kekesalan.

Disamping itu membaca aneka postingan di media sosial dikala  mati listrik bisa bikin hati jadi terhibur. Sebab tak sedikit yang amat kreatif menggunakan kesempatan mati listrik untuk merangsang karya lewat postingan.

Tapi inilah ironi, sebagai provinsi lumbung energi nasional, ketersediaan energi dan kestabilan listrik belum dipenuhi.

Untung saja dapur dan kendaraan belum listrik. Bayangan jika kompor di dapur sudah pakai listrik dan motor serta mobil serba listrik, apa yang terjadi kalau listrik mati?. Tentu bukan hanya baper melainkan juga laper.

-000-

Yang jarang dibicarakan dalam energi listrik adalah kemandirian. Mandiri lebih ditujukan kepada kesediaan warga atau badan usaha untuk melengkapi diri dengan diesel atau generator cadangan untuk berjaga-jaga jika listrik PLN mati.

Cadangan yang akan membuat pengeluaran untuk listrik menjadi lebih besar dan juga tenaga untuk melakukan perawatan. Sebab sungguh celaka bila nanti saat dibutuhkan gensetnya tak bisa menyala.

Sebagai salah satu kebutuhan dasar, negara memang mempunyai tanggungjawab untuk menyediakan listrik. Konsekwensinya untuk mengejar efisiensi listrik akan dikembangkan secara sentralistik. 

Model ini membuat penyediaan listrik menjadi kurang lentur. Ada banyak sumberdaya listrik terutama yang terbarukan menjadi kurang mendapat perhatian. 

Belajar dari berbagai platform media sosial, situs berbagai dan ride hailing maka model yang diterapkan oleh mereka bisa diimplementasikan dalam pengembangan kemandirian listrik.

Di internet dikenal istilah User Generated Content. Istilah merujuk pada banyak platform yang isinya (content) di sediakan atau dihasilkan oleh para pemakainya. Pemakai aktif adalah produsen sekaligus konsumen dari content.

Pun sama dengan startup ride hailing, mereka bergerak dalam layanan transportasi tapi motor atau mobil disediakan sendiri oleh mereka yang bergabung sebagai mitra.

Perusahaan menyediakan platform dan tata kelola untuk meningkatkan nilai, mencari peluang monitisasi dan lain-lain sehingga pemilik motor serta mobil yang bergabung bisa mendapat penghasilan yang layak.

Model semacam ini bisa diterapkan dalam membangun kemandirian energi. Setiap warga bisa menghasilkan listriknya sendiri. Dipakai sendiri dan jika ada kelebihan maka kemudian disalurkan ke dalam jaringan sehingga bisa untuk mensuplai warga lain yang membutuhkan.

Dengan model UGC, grid, jala-jala atau jaringan listrik bisa diwujudkan lewat kolaborasi peer to peer. Sebagaimana telah ditunjukan oleh berbagai platform berbagi content, ride hailing dan lain-lain. 

Sebutannya adalah User Generated Energy (Electric).

-000-

Sejalan dengan kampanye global soal  green life atau gaya hidup yang ramah lingkungan maka model UGE bisa menjadi salah satu pondasi dasar.

Dan moda atau pilihan pembangkit orang per orang atau rumah per rumah yang paling cocok adalah pembangkit listrik tenaga matahari (panel surya) dan pembangkit listrik tenaga angin (kincir).

Sumberdaya matahari dan angin selama ini terbuang. Memanfaatkannya kita tak perlu membayar kepada matahari karena telah memberikan panas dan angin karena telah berhembus.

Berbeda dengan pembangkit listrik berbahan bakar fosil, gas atau batubara yang harus dibeli. Pun juga kemudian hasilnya yang lebih banyak terbuang ketimbang yang dimanfaatkan sebab energi listiknya sebagian akan menguap sebagai panas dalam pengantaran lewat sistem jaringan.

Sedangkan energi yang dihasilkan lewat panel Surya atau kincir angin akan disimpan dalam baterai atau power storage

Masing-masing rumah punya dan kemudian memanfaatkan energinya untuk kebutuhannya sendiri baru sisanya didistribusi dalam jaringan baik untuk kepentingan orang lain atau kepentingan umum seperti penerangan jalan, lampu lalu lintas dan lain-lain.

Pasti ada yang mengatakan bukankah membangun instalasi pembangkit listrik rumahan akan mahal?.

Benar. Menjadi mahal karena belum menjadi pilihan. Apa yang diperlukan juga belum tersedia secara massal karena jasa atau layanan untuk penyediaan dan pengembangan peralatan juga belum berkembang.

Namun kelak jika ekosistem ini terbangun dan kemudian bernilai ekonomis maka akan banyak muncul pengembang atau usaha-usaha yang berkaitan dengan hal ini.

Tugas pemerintah adalah membangun ekosistem itu. Memberi insentif atau dukungan pendanaan pada pengembangan yang dimaksudkan untuk menghasilkan perangkat pembangkit listrik rumahan yang berbasis panas surya dan angin. Memberi dukungan pada penelitian dan pengembangan power storage yang memungkinkan rumah menjadi powerbank.

Di pedalaman Tasikmalaya ada Ricky Elson yang membangun ‘Universitas Ciheras’. Bersama anak-anak muda dia melakukan riset dan pengembangan energi angin.

Bekerja jauh dari hinggar binggar dan sorotan. Berjalan dalam sunyi tapi kontribusinya telah dirasakan di desa-desa terpencil dan terisolir di Indonesia Timur.

Ricky bukan kaleng-kaleng karena sebelumnya bergelut dalam dunia industri pengembangan mobil listrik di Jepang.

Dan pemimpin kita yang kerap dipuja sebagai visioner oleh para punggawanya ternyata membiarkan mutiara-mutiara begitu saja. Membiarkan para visionaris berkerja sendiri dalam sunyi. 

Padahal ditangan mereka apa yang disebut dengan pondasi kemandiriian energi berbasis sumber daya lokal dan ramah lingkungan bisa diwujudkan. 

Sumber gambar : nationalgeographic.org

 

 

 

 

 .