Siapa orang paling berpengaruh di Indonesia?.
Jika menilik pada ekosistem YouTube maka kita mesti menyebut nama Raffi Ahmad, Baim Wong, Ria Ricis, Dedy Corbuzier dan Atta Halilintar.
Kenapa mereka paling berpengaruh?. Sebab channel YouTube mereka yang paling banyak ditonton orang.
Dan pengaruhnya bukan hanya pada masyarakat tapi juga pada industri. Karena dengan banyaknya penonton maka channel mereka menjadi saluran yang baik untuk memasang iklan.
Kenapa Raffi Ahmad dengan Rans Entertainment bisa menjadi yang paling berpengaruh?.
Channel Rans dibuat pada akhir tahun 2015. Dalam rentang waktu belum lima setengah tahun sudah meng-upload kurang lebih 2.148 video.
Itu artinya dalam sehari paling kurang diupload 1 video.
Dan dengan bertumpu pada selebritas Raffi Ahmad, Nagita Slavina, istrinya dan Rafatar anaknya, Rans menyajikan sesuatu untuk menjawab naluri paling dasar manusia yaitu ingin tahu kehidupan orang lain.
Dan hasilnya boom, video-video Rans mendapat watching time yang bagus mengalahkan Atta Halilintar dan Ria Ricis yang subscribernya jauh lebih banyak.
Eksposure Rans akan menjadi semakin luas jika ditambah dengan Kuy Entertainment, yang juga didirikan oleh Raffi bersama Gading Marten, Fahri Akbar dan Sean Galael.
Dan nanti akan bertambah luas lagi jika channel Rafatar diluncurkan tersendiri.
Kenapa?. Karena sesungguhnya penonton terbanyak YouTube adalah anak-anak dan remaja. Dan ini yang belum dilirik oleh banyak orang.
Dalam ekosistem seperti ini maka dipastikan peringkat youtuber paling berpengaruh di Indonesia dalam tahun-tahun mendatang tidak akan bergeser jauh dari kelima nama diatas.
-000-
Mari mundur ke belakang, ke sekitar tahun 2015. Siapa youtuber yang populer pada tahun-tahun itu?.
Raditya Dika, Bayu Skak, Skinnyindonesia24, Eka Gustiwana, Tim2one, Last Day Prpduction, Reza Oktovian, Agung Hafsah adalah nama-nama yang familiar pada saat itu.
Di masa-masa ini YouTube oleh para konten kreator dijadikan alternatif untuk mempublikasikan video-video yang tidak ada atau tak mungkin tampil di televisi.
YouTube oleh para konten kreator dianggap ‘lebih dari televisi’.
Di YouTube saat itu akan mudah ditemukan sketsa komedi pendek, film pendek, video musikal, Q and A, Tutorial, Sosial Experiment dan lain-lain.
Yang disebut dengan youtuber adalah para konten kreator yang tidak memulai karirnya dari industri hiburan atau media.
Namun YouTube setelah 10 tahun membangun brand dan market yang ditopang oleh para konten kreator kemudian mulai menerapkan tujuan korporasi.
YouTube mulai menjadi lahan basah untuk memasang iklan menyaingi media massa mainstream.
Algoritma You Tube kemudian mulai berubah. YouTube mulai menyukai kreator yang rajin meng-upload video sebanyak-banyaknya dan dengan durasi cukup panjang. Tujuannya agar bisa dipasangi sebanyak mungkin iklan.
Kreator-kreator yang rajin meng-upload video dan panjang durasinya yang kemudian akan dipilih oleh algoritma YouTube untuk direkomendasikan pada penonton.
Ukuran populer tidaknya sebuah channel bukan lagi pada banyaknya subscriber melainkan jumlah jam tayang atau watching time.
Video unggulan bukanlah yang isinya bermutu, dibuat dengan editing yang sangat serius melainkan video yang punya kemungkinan viral.
Agar viral tentu saja mesti berisi drama, kontroversi, konfrontasi atau konspirasi agar kemudian terus bisa berlanjut lewat video berikut yang akan diisi dengan klarifikasi.
Dan You Tube kemudian menjadi seperti televisi. Mereka yang tumbuh dan besar di televisi, atau mereka yang bisa berkolaborasi dengan artis televisi yang kemudian akan populer.
Perubahan ini selain karena algoritma juga karena perkembangan akses masyarakat pada internet.
Internet yang kemudian mulai menyebar dari perkotaan ke perdesaan membuat penonton televisi yang berpindah menonton YouTube jadi makin besar.
Apa yang dulu mereka tonton di televisi kini bisa disaksikan di YouTube.
-000-
Yang punya harapan pada YouTube tentu saja bukan hanya para konten kreator pemburu adsense.
Tapi juga mereka yang punya harapan lain, menjadikan YouTube yang punya daya jangkau luar biasa untuk melakukan perubahan.
Sebagai sebuah saluran publikasi yang menjangkau masyarakat luas secara inklusif You Tube adalah sebuah alat yang sangat digdaya.
Digdaya untuk menyampaikan konten yang mendidik, menginspirasi dan mencerdaskan.
Hanya mesti disadari bahwa algoritma You Tube tidak ramah untuk konten seperti ini. Namun bukan berarti konten yang serius, mendidik dan menginspirasi tidak bisa meraup penonton.
Selalu akan ada celah, ruang atau ceruk. Akan ada penonton yang butuh sajian informatif, mendidik dan mencerahkan.
Jadi buat yang punya ‘idealisme’ tertentu, tak usah gentar untuk memasuki belantara You Tube yang penuh persaingan untuk meraup penonton.
Soal cara jika ingin ikut jalan biasa, silahkan ikuti algoritma. Buatlah thumbnail yang menarik mata, bikin judul yang klikbait, isi narasi dengan kata kunci yang nge-hit di search engine.
Lalu rajin-rajinlah upload video dengan durasi yang cukup panjang. Dan kolaborasilah dengan youtuber-youtuber ternama serta produksi dengan tema yang sedang viral.
Kalau tak punya akses ke youtuber ternama, ‘kolaborasi’ bisa dilakukan dengan cara me-react video-video youtuber tersebut.
Tapi tentu saja tidak semua yang punya ‘idealisme’ akan memilih atau sudi melakukan jalan ini. Kalau begitu pilihlah jalan organik atau jalan pedang.
Itu artinya jadilah orang yang berbesar hati karena tidak cepat kecewa dengan jumlah subscriber, penonton dan jam tayang yang bergerak seperti siput.
Jalan pedang adalah komitment yang kuat dan konsistensi yang teguh untuk membangun channel pada ceruk tertentu sehingga perlahan akan meraup jumlah subscriber dan penonton yang loyal serta setia.
Dengan komitment dan konsistensi yang kuat channel akan bertumbuh secara organik.
Dan pakailah rumus umum untuk mempercepat pertumbuhan. Seperti jangan memakai judul-judul yang klikbait karena bisa mengecewakan.
Ramahlah pada Search Engine Optimizer pada penulisan deskripsi dan hastag.
Bangun komunikasi dengan penonton. Tanggapi komentar atau impresi dengan cepat.
Buat dan mintalah penonton menyaksikan video sampai akhir, menyaksikan video lainnya yang ada di dalam channel.
Dan akhirnya, yang paling klasik adalah Call To Action. Minta penonton untuk menjadi subscriber dan mengaktifkan lonceng notifikasi.
Sebab subscribe itu gratis.
Sumber gambar : pexels.com








