KESAH.ID – Marc Marquez membalas kesalahannya di sprint race yang berakhir dengan kehilangan poin karena terjatuh saat memimpin. Marc disoraki oleh penonton yang jelas-jelas merupakan pendukung Rossi, mereka tertawa melihat Marc jatuh. Tapi Marc tak terlalu mempersoalkan hal itu, bahkan tak terganggu. Maka hari Minggu, Marc Marquez bisa tampil nyaris sempurna dan membuat Marco Bezzecchi yang dibuntuti hampir 12 putaran menyerah karena motornya melebar saat masuk tikungan. Marc menang di sirkuitnya pembalap Italia.
Pengaruh Marc Marquez di Moto GP mulai menguat. Kini muncul sebutan Geng Marquez yang beranggotakan pembalap-pembalap dari Spanyol atau yang tinggal di Spanyol.
Geng Marquez berbeda denban Geng Rossi yang dilembagakan dalam sebuah akademi balap. Geng Marquez tidak demikian walau sebenarnya geng ini terbentuk dari kegiatan berlatih balap sama-sama.
Geng Marquez muncul karena kelebihan pengalaman Marc Marquez sehingga menjadi tempat bertanya atau meminta nasehat padanya seputar balapan. Anggota Geng Marquez yang pertama adalah adiknya sendiri, yakni Alex Marquez.
Alex jelas bukan pembalap yang fenomenal, namun kemudian prestasinya lumayan terutama di musim balapan 2025. Salah satu nasehat yang paling penting untuk Alex dari Marc Marquez adalah memintanya untuk tidak naik kelas jika belum juara dunia. Alex mengikuti nasehat itu sehingga tidak cepat-cepat pindah ke kelas utama Moto GP walau ada tawaran. Alex pindah ke kelas utama setelah berhasil meraih gelar juara dunia Moto 2.
Karena mengikuti nasehat Marc Marquez, Alex bertahan selama 5 musim di Moto 2. Dengan bekal kuat di Moto 2, Alex Marquez kemudian mampu bertahan di kelas utama Moto GP walau prestasinya tidak sementereng kakaknya.
Marc secara tidak langsung menjadi pelatih Alex Marquez dengan memintanya tinggal bersama. Alex kemudian tanpa talenta yang istimewa akhirnya berlatih keras. Dan dua musim terakhir di Moto GP bersama Gresini, prestasinya meningkat. Berpisah tim dengan kakaknya, Alex makin percaya diri sehingga pada musim balap Moto GP 2025 Alex menjadi pesaing satu-satunya bagi Marc Marquez.
Sebagai pembalap aktif dari Spanyol yang paling berprestasi, Marc kemudian menjadi tempat bertanya bagi bibit-bibit baru dari Spanyol. Fermin Aldequer yang menggantikan Marc marquez di Tim Gresini kemudian menjadi anggota Geng Marquez. Menjadi teman satu tim Alex Marquez menjadi mudah bagi Fermin untuk ikut berlatih dengan Marc Marquez saat rehat balapan.
Davfid Alonzo, pembalap berdarah Kolombia namun lahir dan besar di Madrid jiga dikenal dekat dengan Marc Marquez. David bukan pembalap yang malu-malu untuk menemui pembalap Moto GP demi meminta nasehat. Marc salah satu yang kaget saat ditemui David yang meminta wjangan. Setelah itu David Alonzo menjadi dekat dengan Marc Marquez hingga sering berlatih sama-sama.
Ada juga David Moriera, pembalap dari Brazil yang kemudian pindah ke Spanyol. Menetap di Spanyol membuat David sering berlatih dengan Marc Marquez. Marc mengetahui potensi David Moreira, dan mencoba merayu Ducati untuk merekrutya. Namu David Mpreora lenih memilih untuk bergabung dengna LCR Hinda.
Anggota Geng Marquez yang termuda adalah Maximo Quiles. Bisa dikatakan Quiles adalah anggota resmi dari Geng Marquez krena berada dalam bawah naungan perusanaan Marquez, Vertical Group.
Maximo Quiles sering berlatih bersama Marc Marquez, dan prestasinya cukup mengembirakan karena tampil mentereng dalam balapan-balapan yunior, seperti Red Bulls Talent Cup. Debutnya di Moto 3 juga impresif karena berhasil meraih podium dan kemenangan.
Walau tak dilembagakan dalam sebuah akademi, gerombolan belajar bareng Marc Marquez ini punya potensi untuk menguasai Moto GP dalam beberapa tahun ke depan. Spanyol tak kekurangan bibit pembalap untuk menggantikan kejayaan Marc Maequez.
BACA JUGA : Gula Kopi
Sebetulnya istilah Geng Marquez juga bisa merujuk pada kakak beradik Marc dan Alex Marquez. Mereka berhasil menjadi pembalap kakak beradik yang paling sukses di Moto GP. Tidak seperti kakak adik Valention Rossi dan Luca Marini.
Tahun ini satu-satunya pembalap yang berebut tahta juara adalah Marquez, Marc dan Alex. Sulit bagi pembalap lain untuk menghentikan Marc Marquez, termasuk rekan satu timnya sendiri yang punya dukungan kurang lenih sama dengan Marc Marquez.
Setelah menutup paruh musim dengan prestasi yang mentereng. Begitu di GP Cataluna, Marc mengakui kalau Alex sangat kuat disini. Prediksi Marc tidak meleset. Alex sangat cepat di Sirkuit Catalunya yang banyak tikungan kanannya.
Marc kesusahan, namun karena Alex jatuh Marc berhasil memenangkan sprint race. Namun dalam main race terlihat Alex memang lebih kencang dari Marc Marquez. Alex pun keliar sebagai pemenang, sebuah hibuan yang sangat besar untuk dirinya dan timnya. Marc Marquez pun ikut senang.
Marc digadang-gadang akan mengakhri persaingan di Sirkuit Misano Italia mengingat Marc Marques berkali-kali juara disini dengan menaiki Honda.
Namun sejak sesi latihan Marc Marquez nampaknya kesulitan untuk menemukan setingan yang khas. Kesulitan terus berlanjut sehingga saat kualifikasi Marc hanya berada di urutan ke 4. Kalah dari Alex Marquez, Fabio Quartararo dan Marco Bezzecchi.
Begitu bendera start dikibarkan, Marc langsung agresif sehingga bisa menguntit Marco Bezzecchi. Beberapa putaran Marc mengikuti dan kemudian mengambil alih balapan. Namun tak lama setelah memimpin balapan, Marc justru apes. Motor Marc Marquez terjatuh karena cengkeraman ban depan.
Membuntuti Marco Bezzecchi dari jarak dekat, suhu ban depan Marc Marquez meningkat sehingga daya cengkeramnya berkurang. Dan ketika Marc agak menekan di atas batas untuk membuat jarak dengan Marco Bezzecchi, motor menjadi sulit dikendalikan dan mengalami crash.
Marc kehilangan poin walau jarak dengan pesaing terdekatnya masih jauh.
Yang agak menyedihkan adalah sambutan para penonton terutama para pengemar Rossi yang memang membenci Marc Marquez walau sudah membela Ducati.
Mereka bersorak senang ketika Marc jatuh. Mungkin dengan kejatuhan Marc, ancaman untuk mengunci gelar di Misano, sirkuit kebanggaan Italia dan tentu saja Rossi menjadi urung. Padahal Marc memang tak berencana akan mengunci gelar di Misano.
Lagi pula, kapan gelar dikunci atau tidak itu hanya tinggal menunggu waktu. Dan jawaban siapa yang akan meraih gelar juara sudah jelas yakni Marquez. Hanya Marquez yang punya peluang meraih gelar juara dunia Moto GP tahun 2025. Sebab yang bersaing memperebutkan gelar dua-duanya menyandang nama keluarga yang sama yakni Marquez.
Maka untuk Marc Marquez tak perlu tergesa-gesa untuk mengunci gelar, sebab dipastikan gelar itu akan datang untuknya.
Tak perlu ada yang ditunggu, toh gelar juara akan datang dengan sendirinya.
Yang bermasalah justru sikap para pengemar Rossi, yang mungkin lagi khawatir karena tak lama lagi Marc Marquez akan menyamai rekor Sang Doctor.
BACA JUGA : Saras Mundur
Sial di sprint race yang diakui sebagai kesalahannya sendiri karena terlalu memaksakan ban depan, Marc pasti tak mau mengulangi kesalahan yang sama.
Berhasil start dengan bagus, Marc maju ke posisi kedua membuntuti Marco Bezzecchi. Dalam beberapa lap awal, Marc berusaha mendekat. Namun kemudian sedikit mengendor untuk menjaga temperatur ban depan.
Setelah membuntuti Marco Bezzecchi kurang lebih 11 putaran, menjelang akhir lap ke 12 Bezzecchi melakukan kesalahan, melebar saat memasuki tikungan. Marc tak menyia-nyiakan kesempatan untuk langsung mengambil alih pimpinan balapan. Setelah itu baik Marc maupun Bezzecchi menambah kecepatan dan membuat jarak dari Alex Marquez yang ada di tempat ketiga.
Marc berhasil menciptakan fastest lap di akhir balapan. Dibalas oleh Bezzecchi, namun dua lap menjelang balapan berakhir Marc Marquez kembali membuat catatan fastest lap.
Bezzecchi tidak mau menyerah, walau sulit untuk melewati Marc namun tetap menempel ketat. Siapa tahu Marc membuat kesalahan. Namun Marc tetap berhasil mempertahankan posisi walau beberapa kali Bezzecchi berhasil mendekat, namun kemudian Marc membuat jarak walau tak sampai 1 detik.
Yang menarik saat Marco Bezzecchi melebar dan Marc berhasil mengambil alih pimpinan balapan. DI podium yang dominan berwarna kuning ada gesture frustasi, banyak yang memegang kepala akibat kesalahan yang dilakukan Marco Bezzecchi sehingga bisa dilewati dengan mudah oleh Marc Marquez.
Mungkin sebagian dari mereka yang kemarin tertawa gembira saat Marc jatuh, dan kini terdiam karena Marc yang sabar membuntuti Bezzecchi dari belakang akhirnya berhasil memprovokasi Marco Bezzecchi hingga kemudian melebar.
Balapan yang sempurna untuk Marc Marquez di kandang Ducati.
Kemenangan Marc di Sirkuit Misano menorehkan sejarah tersendiri karena Marc Marquez berhasil mencetak poin tertinggi selama Moto GP menambah balapan sprint. Belum ada pembalap yang mencetak poin sebanyak Marc Marquez. Padahal masih ada 6 kali balapan lagi dan Marc masih akan menambah perolehan poinnya lagi. Hingga bisa dipastikan nantinya catatan perolehan poin Marc Marquez di musim Moto GP 2025 akan sulit dipecahkan oleh siapapun.
Marc dan Alex kembali naik podium bersama, Geng Marquez menguasai Moto GP 2025. Walau begitu Marc Marquez tak jumawa, dia tak melakukan selebrasi yang berlebihan di Sirkuit Misano karena dia tahu sirkuit ini adalah rumah Rossi.
Marc tetap kalem walau menang, padahal kemenangannya tidak diperoleh dengan mudah. Hingga pantas jika dia melakukan selebrasi yang heboh. Namun Marc memilih tenang, Agar para pendukung Rossi yang kemarin menyorakinya tidak kehilangan harga diri, karena murid-murid akademi VR46 dipecundangi oleh Marc Marquez.
Di sirkuit yang tak jauh dari rumah Rossi, Marc membuktikan bahwa adalah yang terbaik tanpa harus jumawa.
note : sumber gambar – MOBILINANEWS








