Final Copa America menjadi ajang duel dua karib yang merupakan motor dari masing-masing tim. Neymar di kesebelasan Brasil dan Messi di kesebelasan Argentina.

Namun sebelum pertandingan dimulai, Neymar merasa sesak di hati sebab ternyata banyak warga Brasil yang mendukung Argentina dan Messi.

Bukan rahasia lagi kalau banyak warga Brasil kurang senang dengan perhelatan Copa Amerika di Brasil. Gelaran ini dipandang tidak tepat karena Brasil masih diamuk pandemi Covid 19. Presiden Jair Bolsanaro dipandang menganggap sepi ancaman pandemi yang telah menelan lebih dari setengah juta warga negara Brasil.

Di luar itu ternyata dukungan pada Argentina lebih disebabkan karena ‘nasib’ Messi. Sebagai pemain bola terbaik sedunia saat ini, Messi dianggap kurang beruntung setiap kali memakai seragam tim nasional. Berprestasi dalam berbagai ajang professional, satu-satunya prestasi yang bisa dibanggakan Messi bersama timnas Argentina adalah medali emas pada Olimpiade Beijing, 2008.

Messi meski telah meraih penghargaan Ballon D’or sebanyak 6 kali dan berderet penghargaan individu maupun tim lainnya, dalam kesempatan untuk meraih kemenangan di tingkat tim nasional Messi berkali-kali gagal.

Meski selalu bermain baik dan kemudian terpilih menjadi pemain terbaik di final Piala Dunia dan Copa America sebelumnya, Messi tetap tidak bisa mengangkat piala sebagai juara. Satu kali final piala dunia {2014} dan tiga kali final copa America {2007, 2015 dan 2016} membuatnya berduka. Bahkan saking kecewanya, Messi pernah memutuskan untuk tak mau lagi berkiprah dalam tim nasional karena seolah ada kutukan tidak pernah juara.

Berkali-kali hampir menjadi juara, sudah sembilan pelatih timnas Argentina meracik model bermain mirip Barcelona agar Messi panen gol, namun ternyata belum berhasil membuat Messi memimpin timnas Argentina mengangkat trofi juara.

Mencetak 4 gol dan 5 assist dalam perhelatan copa America 2021, Messi yang tidak muda lagi masih menunjukkan diri sebagai pemain terbaik. Bukan hanya teman setim-nya yang senang tapi lawanpun juga menikmati permainannya.

Meski nasibnya di Barcelona belum jelas sepertinya Messi tak peduli. Bermain dengan rekan se-tim yang kebanyakan jauh lebih muda dan mengidolakannya, Messi tak jumawa.

Dan nampak benar rekan-rekannya ingin Messi merasakan trofi juara.

Rupanya ini pula yang dirasakan oleh Fabiola Andrade, reporter Sport TV Brasil. Lewat unggahan di instagramnya dia menyatakan dukungan pada Argentina dan Messi untuk menjuarai Copa America 2021 ini. Dia menyebut mendukung Argentina karena mencintai sepakbola dan Lionel Messi.

Dan banyak yang setuju dengan apa yang diungkapkan oleh Andrade. Ada simpati besar terhadap Messi, karena selama ini dia telah mewarnai mellenium dengan aksi-aksinya di lapangan yang kerap tak masuk akal, mengejutkan dan menghibur lepas dari menang atau kalah.

Daftar panjang mereka-mereka yang dipandang hebat dalam sepakbola tidak bisa melakukannya. Namun dibanding mereka satu kekurangan Messi yaitu belum mengangkat trofi bersama tim nasional. Piala Dunia dan Copa America belum satupun trofinya diangkat oleh Messi.

Fabiola Andrade menyebut ini sebagai ketidakadilan. Maka demi keadilan, dia mendukung kemenangan Argentina atas Brasil. Agar keadilan datang untuk Messi.

-000-

Menit ke 22 babak pertama partai final antara Argentina dan Brasil, Angel Di Maria berhasil mencetak gol ke gawang Brasil. Gol semata wayang itu bertahan hingga akhir babak kedua dan mengantar Argentina menjadi juara.

Final pada hari Minggu pagi, 11 Juli 2021 ini menjadi akhir dari ‘kutukan Messi’.

Akhirnya gelar juara datang untuk Messi dan Argentina.

Kredit besar memang mesti diberikan kepada Messi karena dia terlibat dalam 9 goal yang dihasilkan oleh Argentina sebelum mencapai final.

Messi memang berjuang habis-habisan karena merasa ini kesempatan terakhirnya bersama Argentina untuk menjadi juara mengingat usia yang kian bertambah. Target ini tak bisa ditawar-tawar lagi.

Bagi Argentina ini adalah gelar ke 15 pada ajang Copa America, bersama dengan Uruguay kini Argentina sama-sama mencatatkan diri sebagai pemenang terbanyak Copa America.

Dengan atau tanpa gelar juara Copa America, Messi sebenarnya masihlah yang terbaik sebagai pemain sepakbola secara individual. Namun dengan gelar ini sekurangnya Messi tak lagi dibanding-bandingkan dengan rival setaranya yakni Ronaldo.

Ronaldo dengan segala prestasinya yang juga mentereng, pernah mencatatkan diri membawa timnas Portugal menjadi juara Piala Eropa tahun 2016 yang lalu.

Akhir pertandingan yang diwarnai dengan permainan keras dan penjagaan ketat pada dua bintang yang berteman karib, membawa Messi meraih gelar ganda. Selain membawa Argentina menjadi juara, Lionel Messi juga dianugerahi penghargaan sebagai pencetak gol terbanyak dan pemain terbaik gelaran Copa America 2021.

Catatan sebagai top skorer liga Spanyol 2020/2021 membuat Messi meraih penghargaan sebagai pencetak gol terbanyak liga Spanyol lima kali berturut-turut. Messi melampaui pretasi Alfredo DI Stefano dan Hugo Sanchez yang hanya mampu mencatatkan diri empat kali berturut-turut.

Jika ditotal Messi telah mencatatkan diri sebagai top skor liga Spanyol sebanyak 8 kali. Jumlah yang terbanyak dalam sejarah la liga. Pesaing terdekatnya hanya mampu meraih 6 kali yakni Telmo Zarra, legenda Athletic Bilbao.

Dengan torehan prestasi sebagai top skor la liga dan top skor, pemain terbaik serta juara Copa Amerika, peluang Messi untuk meraih Ballon D’or yang ke 7 menjadi sangat terbuka. Nama-nama yang disebut sebagai pesaing antara lain Harry Kane, Robert Lewandowski, Kylian Mbappe, Kante, Juninho dan Ronaldo.

Namun nampaknya yang bisa menjadi pesaing berat Messi setelah hasil Copa America adalah pemain Inggris dan Italia yang menjadi finalis Piala Eropa.

Hanya saja dari deretan nama-nama itu, Messi-lah yang mempunyai daya sihir. Dalam pemilihan berbagai gelar terbaik, Messi kerap kali terkena angin baik, beberapa kali meski tak menjadi juara namun penghargaan yang terbaik tetap menghampirinya.

Gelar yang terbaik sering menghampiri Messi sebagai hiburan. Seperti Ballon D’or 2012, Messi gagal membawa Barcelona menjadi juara Champions dan La Liga, hanya menjuarai Piala Raja, Messi tetap terpilih meraih Ballon D’or 2012.

Kalah dalam final piala dunia 2014 di Brasil, Messi juga diganjar sebagai peraih Bola Emas, lambing pemain terbaik piala dunia.

Dan seandainya Messi meraih penghargaan Ballon D’or ke 7 kalinya, maka dia akan mencatatkan diri sejajar dengan Pele, legenda sepakbola Brasil.

Seperti diketahui pada 2016 France Football sebagai penyelenggara Ballon D’or melakukan penyaringan ulang siapa pemain yang benar-benar pantas meraih Ballon D’or sebelum periode 1995. Dan hasilnya Pele dianugerahi 7 Ballon D’or untuk tahun 1958, 1959, 1960, 1961, 1963, 1964 dan  1970.

Sebagai pengemar tidak fanatik Messi, saya bergembira dengan kemenangan Argentina karena Messi akhirnya bisa merasakan sebagai juara bersama tim nasionalnya.

Saya patut berterima kasih kepada Presiden Jokowi karena dalam masa pemerintahannya akhirnya Messi dan Argentina bisa menjuarai Copa America. Terimakasih karena tidak dilarang menyukai dan mendukung kesebelasan nasional negara lain, ketimbang kesebelasan nasional negara sendiri. Sebab begadang dan menonton pertandingan tim nasional Indonesia saat bertanding hanya akan berakhir dengan masuk angin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here