Istilah new normal atau tatanan hidup (normal baru) dianggap membingungkan oleh pemerintah sehingga kemudian diganti dengan Adaptasi Kebiasaan Baru.

Bagaimana adaptasi kebiasaan baru di dunia pendidikan ketika memasuki tahun ajaran baru dan pandemic covid 19 belum menunjukkan grafik menurun penularannya?.

Setelah berbulan-bulan tak ada bunyi dan keriuhan dalam kelas, nampaknya suasana itu masih akan berlanjut. Terutama untuk PAUD dan TK yang kebanyakan belum mempunyai murid yang mendaftar. Orang tua masih takut dan menunda memasukkan anak-anaknya. Pun sama halnya dengan SD, jumlah pendaftar baru terutama di sekolah swasta tidak seperti biasanya.

Apapun itu, suasana bunyi langkah sepatu di sekolah-sekolah dan keriuhan siswa sepertinya akan terus berlanjut. Kapan suasana itu akan kembali belum ada yang memastikan. Suasana di kampus juga masih sepi, mirip kuburan. Pendaftaran mahasiswa baru semua dilakukan serba online. Mungkin nanti saat pengenalan kampus mereka baru akan datang ke kampus jika diterima.

Untuk mereka yang ingin segera bertemu dengan teman-temannya haruslah bersabar. Sebab harus dipastikan resiko penularan dan tertular covid 19 di tempat pendidikan telah sirna.

Yang paling penting dipersiapkan oleh para pendidik, pemangku kepentingan dunia pendidikan adalah bagaimana pendidikan tetap harus berjalan, tanpa memberi beban tambahan yang berlebihan untuk para peserta didik dan juga orang tua.

Mau tidak mau para pelajar dan mahasiswa harus tetap belajar secara online. Dan membiasakan hal itu cukup sulit, masih banyak yang merasa belajar dengan bertatp muka lebih mudah dimengerti. Ini menjadi tantangan bagaimana membuat belajar secara online sama menariknya dengan belajar tatap muka.

Kita mesti menyadari bahwa kemampuan tiap-tiap institusi pendidikan untuk memberikan pelajaran secara online berbeda-beda. Ada yang telah mempersiapkan sumberdayanya sejak lama, namun ada pula yang sama sekali belum mempertimbangkannya sehingga kala pandemic covid 19 terpaksa atau mau tidak mau melakukannya.

Beruntung kita mempunyai menteri pendidikan yang tumbuh dari industri online sehingga mungkin saja tidak gagu menghadapi kondisi ini. Namun meski menterinya mampu belum tentu jajaran dibawahnya punya kemampuan atau bahkan kemauan yang sama.

Elaborasi model pendidikan online inilah yang kemudian penting untuk dilakukan agar kemudian bisa menuai hasil yang maksimal. Karena dalam pandemi covid 19 ini hanya model pendidikan online ini yang paling memungkinkan pencegahan penyebaran virus diantara para peserta belajar dan sekaligus mereka dapat terus menikmati indahnya bimbingan belajar.