KESAH.ID – MotoGP 2026 berubah menjadi panggung drama besar. Marco Bezzecchi sempat mendominasi bersama Aprilia dengan kemenangan beruntun, namun tekanan dan cedera membuat langkahnya goyah. Di saat yang sama, Marc Marquez bangkit kembali, membuka jalan perebutan gelar yang semakin sengit dan penuh kejutan.
Musim MotoGP 2026 dibuka dengan kejutan besar dari Aprilia. Marco Bezzecchi, pembalap utama mereka, tampil luar biasa sejak seri pertama. Kemenangan beruntun di Thailand, Argentina, dan Amerika Serikat menegaskan statusnya sebagai penantang serius gelar juara dunia.
Catatan di COTA, Amerika Serikat, menjadi istimewa: jika digabungkan dengan dua kemenangan terakhir musim 2025, Bezzecchi mencatatkan lima kemenangan beruntun. Prestasi ini menempatkannya sejajar dengan legenda-legenda MotoGP seperti Giacomo Agostini, Valentino Rossi, dan Marc Marquez.
Hebatnya, seluruh kemenangan itu diraih dengan memimpin penuh di setiap lap—total 121 putaran, melampaui rekor Jorge Lorenzo.
Ekspektasi pun membumbung tinggi. Aprilia, sebagai pabrikan Italia, melihat peluang emas untuk menyalip dominasi Ducati. Namun, di balik sorotan gemilang, tekanan besar mulai menghantui Bezzecchi.
BACA JUGA : Tangan Tuhan
Seiring berjalannya musim, tekanan dari luar dan dalam tim semakin terasa. Jorge Martin bangkit dengan performa konsisten, sementara pembalap satelit Aprilia, Raul Fernandez dan Ai Ogura, juga mencuri panggung dengan kemenangan di Mugello dan Assen. Bezzecchi yang semula tak tergoyahkan mulai kehilangan fokus.
Insiden di GP Ceko menjadi titik balik. Emosi tak terkendali membuatnya bersitegang dengan marshal, berujung larangan tampil di balapan utama. Di Assen, ia kembali terjatuh hanya dalam tiga lap, lalu di Sachsenring mengalami kecelakaan horor saat kualifikasi. Cedera tulang selangka memaksanya pulang ke Italia untuk operasi.
Dalam periode ini, Bezzecchi kehilangan posisi puncak klasemen. Jorge Martin dan Ai Ogura merangkak naik, sementara Marc Marquez yang sempat bermasalah fisik kembali menemukan performa terbaiknya.
BACA JUGA : Sachsen King
Sachsenring menjadi panggung kebangkitan Marc Marquez. Dijuluki “Sachsenking,” ia kembali menunjukkan dominasinya dengan kemenangan sprint race, menyamai rekor Giacomo Agostini dengan 10 kemenangan di satu sirkuit. Meski startnya kurang sempurna, Marquez tetap tak terkejar. Alex Marquez sempat memberi perlawanan, tetapi terjatuh, sementara Fabio Di Giannantonio dan Ai Ogura hanya mampu memperpendek jarak.
Kemenangan ini menegaskan bahwa Marquez masih menyala. Ia berhasil menyalip Bezzecchi di klasemen sementara, kini berada di posisi ketiga di belakang Jorge Martin dan Ai Ogura. Selisih poin dengan Martin semakin tipis, membuka kembali peluang Marquez merebut gelar juara dunia MotoGP 2026.
Sementara itu, Bezzecchi menghadapi jalan terjal. Cedera fisik dan tekanan mental menjadi ujian besar. Jeda paruh musim tiga minggu memberi harapan untuk pemulihan, tetapi pertanyaan besar tetap menggantung: apakah Bezzecchi mampu bangkit dan mempertahankan ambisinya sebagai juara dunia, atau justru musim ini akan dikenang sebagai kebangkitan kembali sang legenda, Marc Marquez?
note : sumber gambar – WARUNG ASEP








