Coba masukkan kata kunci ‘Menolak Beasiswa’ dalam laman mesin pencari google, pasti hasilnya tak banyak. Bisa dipahami karena dalam keseharian kita, menolak bea siswa artinya melewatkan kesempatan yang sangat berharga. Siapapun yang melakukan hal itu pasti dianggap telah melakukan tindakan bodoh.

Ya karena salah satu hal yang paling diburu oleh banyak orang adalah beasiswa, bantuan pendidikan, syukur-syukur pendidikan di luar negeri.

Siapa sih yang nggak pengen dapat beasiswa?.

Beasiswa selain membuat orang bisa melanjutkan studi juga bisa menjadi satu indikasi bahwa penerimanya adalah orang yang berprestasi entah dalam pelajaran maupun bidang lainnya 

Maka menerima beasiswa adalah sebuah penghormatan dan kebanggaan 

Namun sekarang ini ada juga banyak beasiswa yang bukan berupa penghargaan melainkan bantuan. Siapapun bisa menerima sejauh memenuhi persyaratan.

Beasiswa berupa bantuan pendidikan untuk siapa saja tentu akan meringankan beban orang tua. Entah dalam urusan menanggung biaya pendidikan atau keperluan lainnya.

Bukan rahasia lagi jika beasiswa bantuan pendidikan ternyata tidak dibayarkan ke institusi pendidikan melainkan di belanjakan untuk kepentingan lain, seperti membeli sepeda, gadget atau bahkan untuk biaya liburan (piknik).

Mungkin ada juga yang memakai untuk membayar uang muka kredit motor  agar pulang pergi kuliah dan kegiatan lainnya menjadi lancar. Kalau saja cukup untuk membayar uang muka kredit mobil barangkali akan ada juga yang melakukannya.

Apapun itu beasiswa sungguh menggiurkan. Meski begitu ada juga yang tidak tergiur karena berbagai alasan. 

Ada yang menolak beasiswa karena jurusan atau bidang yang ditawarkan tidak cocok dengan dirinya. Alasan ini tentu sangat jarang sebab kebanyakan nggak peduli, mumpung ada beasiswa ya ambil aja.

Tapi ada juga yang menolak dengan alasan eksternal. Misalnya karena tak direstui oleh orang tua. Orang tua tidak ingin anaknya sekolah jauh-jauh. 

Tentu saja ini merupakan dilema untuk yang berada dalam kondisi itu. Namun tak sedikit yang kemudian memilih untuk melewatkan kesempatan beasiswa itu karena tiada restu dari orang tua. 

Mungkin saja ada sesal di hati kecil karena telah melewatkan kesempatan. Namun bagi seorang anak restu dari orang tua adalah pondasi utama untuk membangun masa depannya.