KESAH.ID – Mandalika selalu menjadi panggung penuh drama bagi Marc Marquez. Sejak masuk kalender MotoGP 2022, sirkuit ini seakan mengutuknya dengan deretan kegagalan. Namun pada musim 2026, cerita berubah: Marquez datang dengan kepercayaan diri tinggi, meraih kemenangan di sprint race, dan akhirnya berhasil menuntaskan balapan utama. Meski harus mengakui dominasi Aprilia, kutukan Mandalika resmi terlepas, membuka babak baru persaingan sengit antara dirinya dan Jorge Martin dalam perebutan gelar juara dunia.

Massimo Rivola, CEO Aprilia Racing mengkoreksi pernyataannya tentang persaingan antar Ducati dan Aprila. Jika sebelumnya Rivola menganggap Aprilia menjadi pesaing terkuat dari Ducati, kini dia menyatakan satu-satunya lawan dari Aprilia adalah Marc Marquez.

Wajar Rivola menyatakan demikian karena deretan pembalap Aprilia kini berada dalam klasemen atas, mengalahkan pembalap Ducati. Dua pembalap Aprilia yakni Jorge Martin dan Marco Bezzecchi bergantian memimpin klasemen dan hampir tak tersentuh oleh pembalap Ducati.

Hanya saja setelah paruh kedua musim balap 2026, Marc Marquez langsung melejit dan memangkas ketinggalan seratus poin lebih. Marc kemudian masuk dalam kandidat juara bersaing dengan Marco Bezzecchi dan Jorge Martin. Bahkan setelah beberapa seri balapan memasuki paruh kedua, Marco Bezzecchi malah seperti tersingkir dari kursi calon peraih tahta juara. Peluang juara bergeser kepada Jorge Martin dengan lawan utamanya adalah Marc Marquez.

Ujian untuk Marc Marquez akan berlangsung di Mandalika. Sejak pertama kali masuk kalender MotoGP pada 2022, Sirkuit Mandalika seakan menjadi tanah yang tidak ramah bagi Marc Marquez. Pembalap yang begitu dielu-elukan di Indonesia, dengan basis penggemar yang besar, justru selalu gagal menyelesaikan balapan di sana. Dari 2022 hingga 2025, catatan Marquez di Mandalika adalah deretan kegagalan: crash, masalah teknis, hingga keputusan mundur. Kutukan Mandalika pun menjadi narasi yang melekat pada dirinya.

Namun, memasuki musim 2026, situasi berbeda. Marquez datang ke Mandalika dengan kepercayaan diri tinggi. Kemenangan di Motegi dan tren positif setelah paruh kedua musim membuatnya kembali menjadi kandidat kuat perebut gelar. Publik bertanya-tanya: akankah kutukan Mandalika berakhir? Apakah kali ini Marquez mampu menaklukkan sirkuit yang selama empat tahun terakhir selalu menolaknya? Aura optimisme menyelimuti kedatangannya, meski bayangan masa lalu tetap menghantui.

BACA JUGA : Hutan Adat

Meski penuh percaya diri, wajah Marquez di Mandalika 2026 terlihat kurang meyakinkan. Ia harus start dari posisi keempat, bukan tempat ideal untuk seorang pemburu kemenangan. Balapan pun dimulai dengan drama: di tikungan pertama, Marco Bezzecchi dan Raul Fernandez terjatuh, membuka jalan bagi Jorge Martin untuk memimpin.

Massimo Rivola semula berkomentar insiden ini terjadi karena Marc Marquez kelewat agresif. Hanya saja pernyataan itu kemudian dikoreksi dan Rivola meminta maaf. Race Director sendiri menyatakan insiden itu murni sebagai kecelakaan balapan sehingga tidak ada pihak yang dipersalahkan.

Terlihat di awal balapan itu memang terjadi beberapa sentuhan. Marc Marquez juga mengalami sentuhan dengan Fabio Diggiantonio sehingga perlu mengendurkan gas, dan pada saat itulah Jorge Martin yang dalam posisi bebas kemudian merangsek masuk untuk memimpin balapan.

Marquez kemudian membuntuti Martin selama delapan putaran, menunggu celah. Hingga akhirnya, masalah tekanan ban memaksa Martin melambat dan membiarkan Marquez melewati. Sisa balapan menjadi duel ketegangan. Martin berusaha mengejar kembali, hampir berhasil, tetapi melebar di tikungan krusial. Kesalahan itu dimanfaatkan Ai Ogura dan Fabio Di Giannantonio yang menyalipnya.

Marquez pun melaju mulus hingga garis finis, meraih kemenangan pertamanya di Mandalika. Jorge Martin harus puas di posisi keempat. Dengan hasil ini, Marquez kembali memimpin klasemen, sekaligus mematahkan kutukan Mandalika yang selama bertahun-tahun membayangi kariernya.

Kemenangan ini bukan sekadar angka di papan klasemen, melainkan simbol kebangkitan. Mandalika yang dulu menjadi mimpi buruk, kini berubah menjadi panggung pembuktian bahwa Marquez masih sanggup menulis sejarah baru di MotoGP. Jika nanti dalam balapan utama Marc berhasil memenanginya, maka Mandalika akan menjadi sirkuit ke 23 yang dimenanginya. Kemenangan yang akan menyamai rekor dari Valentino Rossi.

BACA JUGA : Tekstil Danantara

Jika kemenangan Marc Marquez di sprint race Mandalika 2026 menjadi simbol lepasnya kutukan, maka balapan utama justru memperlihatkan wajah lain: dominasi mutlak Aprilia. Untuk pertama kalinya dalam sejarah MotoGP, empat pembalap Aprilia menempati posisi 1, 2, 3, dan 4 sekaligus. Sebuah pencapaian yang menegaskan betapa kuatnya tim ini di Mandalika.

Marquez memang melakukan start dengan baik, tetapi kecepatan motor Ducati yang ia tunggangi tak mampu menandingi deretan Aprilia. Jorge Martin dan Ai Ogura menyalipnya, sementara Pedro Acosta juga berhasil melewati. Pada akhirnya, Marquez hanya bisa bertahan di posisi keenam, tepat di belakang empat pembalap Aprilia dan Acosta. Meski demikian, hasil ini tetap berarti: kutukan Mandalika resmi berakhir karena ia akhirnya berhasil menyelesaikan balapan di sirkuit yang selama empat tahun selalu menolaknya.

Dengan finis di posisi ketiga, Jorge Martin kembali merebut pimpinan klasemen, unggul dua poin dari Marquez. Situasi ini membuat persaingan gelar semakin sengit. Marco Bezzecchi yang sempat terpuruk kini kembali mempunyai asa untuk turut meramaikan persaingan memperebutkan gelar juara dunia, peluang Marco Bezzecchi kembali terbuka setelah kemenangannya di Mandalika.

Kini makin terbukti kalau pernyataan Massimo Rivola, CEO Aprilia Racing yang menegaskan bahwa satu-satunya lawan sejati Aprilia adalah Marc Marquez. Wajar jika Rivola berkata demikian: deretan pembalap Aprilia kini mendominasi klasemen atas, bergantian memimpin dan hampir tak tersentuh oleh Ducati.

Namun, paruh kedua musim 2026 menghadirkan kejutan. Marquez yang sempat tertinggal lebih dari seratus poin berhasil memangkas jarak dengan deretan kemenangan dan konsistensi. Kini, ia kembali menjadi kandidat juara, bersaing ketat dengan Jorge Martin dan Marco Bezzecchi. Mandalika menjadi ujian besar: meski tak mampu menaklukkan Aprilia di balapan utama, Marquez berhasil membuktikan bahwa ia masih layak diperhitungkan.

Kutukan Mandalika memang telah lepas, tetapi pertarungan sesungguhnya baru dimulai. Dengan Aprilia yang terlalu kuat dan Marquez yang kembali menemukan ritme, musim 2026 menjanjikan duel epik hingga seri terakhir.

note : sumber gambar – DETIK