Kajian Lingkungan Hidup Strategis Ibu Kota Negara yang dirampungkan oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Memuat 6 poin dasar pembangunan dan penyusunan rencana IKN telah diluncurkan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. Salah satu poinnya menegaskan seluruh kawasan Hutan Konservasi Bukit Soeharto dimasukkan dalam wilayah ibu kota baru.

Informasi itu tersebut telah ditegaskan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro dan Deputi Bidang Pengembangan Regional, Bappenas, Rudy Soeprihady Prawiradinata dalam diskusi tentang IKN di Bappenas.

Kalimantan merupakan pusat ekosistem hutan hujan tropis Asia Tenggara(Indo-Malayan Rain Forest), salah satu dari 3 yang ada di dunia. Dua lainnya adalah American Rain Forest (Amazone) dan African Rain Forest (Kongo, Zaire) (Whitmore, 1984). Fungsi utama hutan hujan tropis adalah sebagai paru paru dunia, karena selalu hijau dan terjadi fotosinteis setiap saat, terus menerus sepanjang tahun untuk menyiapkan oksigen bagi seluruh dunia.

Sebagian besar kawasan ibu kota baru seluas 265.000 Ha yang terletak di kawasan PPU dan Kutai Kartanegara adalah daerah dataran rendah dengan ekosistem hutan hujan tropis, salah satu pusat keanekaragaman hayati dan ekosistem hutan yang sangat rapat di Asia Tenggara. Kawasan megadiversity yang didominasi oleh jenis Dipterocarpaceae. Kekayaan jenis pohon dalam setiap hektar hutan rimba Kalimantan terdapat sekitar 100-200 jenis pohon besar dan kecil yang berdiameter di atas 10 cm.

Kawasan yang masuk dalam wilayah IKN juga merupakan habitat bagi 129 jenis anggota Dipterocarpaceae dari total 382 jenis anggota Dipterocarpaceae. 34% dari yang ada di Asia Tenggara. Selain itu juga terdapat jenis satwa liar seperti mamalia 222, 44 diantaranya adalah endemik, 420 jenis burung, 166 jenis ular, 394 jenis ikan, 144 diantaranya adalah endemik dan amfibi 100 jenis.

’’Ada Redlist IUCN di kawasan IKN, akan segera tergusur dan punah, karena kehilangan habitat sehingga mengakibatkan hilangnya sumber plasma nutfah untuk selamanya, kawasan Wetlands yang berupa hutan mangrove dan riparian yang merupakan habitat burung-burung dan bekantan (Nasalis larvatus) yang juga sangat sensitive terhadap perubahan’’ ucap Prof. Dr.ir. Paulus Matius, M.Sc. yang di temui di Laboratorium Keanekaragaman Hayati dan Ekologi Fakultas Kehutanan Unmul.

IUCN Red List, atau biasa dikenal dengan Red Data List, pertama kali digagas pada tahun 1964 untuk menetapkan standar daftar spesies dan upaya penilaian konservasinya. IUCN Red List bertujuan memberi informasi dan analisis mengenai status, trend dan ancaman terhadap spesies untuk memberitahukan serta mempercepat tindakan dalam upaya konservasi keanekaragaman hayati.

Diketahui kawasan yang akan dijadikan IKN sebagian besar hutan asli termasuk Tahura Bukit Soeharto sudah terdegradasi menjadi hutan sekunder atau lahan kritis, karena beberapa aktifitas seperti pertambangan, perkebunan sawit, HTI, kawasan pemukiman dan kebakaran hutan, sehingga berdampak juga pada menurunnya keanekaragaman flora dan fauna yang sebelumnya sangat tinggi.

Guru Besar Fahutan Unmul ini menambahkan bahwa, wacana presiden beberapa waktu lalu, dalam membuat kebun bibit atau pusat persemaian di IKN diharapkan akan mengembangkan bibit endemik dan spesies lokal yang ada di Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara untuk mempertahankan aspek budaya dan kearifan lokal Kaltim.

Rehabilitasi dikawasan eks tambang yang akan dijadikan kawasan lindung atau ruang terbuka hijau harus dengan jenis-jenis asli Kalimantan yang tahan kondisi ekstrim seperti jenis-jenis kahoi (Shorea belangeran), giam (Cotylelobium spp), laban (Vitex pinnata), puspa (Schima wallichii), dan jenis-jenis asli Kalimantan lainnya.

Sementara rehabilitasi hutan sekunder yang akan dijadikan kawasan lindung, konservasi dan ruang terbuka hijau dengan jenis jenis asli hutan hujan tropis dataran rendah Kalimantan seperti jenis-jenis Dipterocarpaceae, jenis-jenis endemik dan jenis-jenis yang terancam punah, serta jenis buah-buahan lokal.

Pada kawasan dataran rendah yang masuk wilayah IKN juga terdapat jenis satwa penting dan dilindungi seperti orang utan, owa-owa, beberapa jenis lutung, beruk dan monyet, beberapa jenis burung enggang, kuwaw/merak, ayam hutan dan jenis-jenis balam serta jenis-jenis mamalia seperti rusa, kijang, macan dahan, beruang madu, landak, babi hutan, musang dan trenggiling.

Paulus juga mengkhawatirkan pembangunan IKN juga mengancam wilayah kelola tradisional yang menunjang konservasi keanekaragaman hayati seperti kebun buah tradisional, kebun rotan tradisional, hutan-hutan tradisional, areal pohon penghasil madu, areal penghasil damar dan tengkawang serta areal perburuan tradisional. Hal mana mengakibatkan tersingkirnya masyarakat adat dari kawasan tersebut, tergilas pembangunan IKN.

 

Kawasan Terdampak

Merujuk pada pemetaan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara, diketahui ada 13 wilayah adat di sekitar ibu kota baru yang akan berpusat di kecamatan Sepaku, PPU dan kecamatan Samboja , Kutai kartanegara. 4 desa komunitas adat Dayak Paser bahkan ada di wilayah yang menjadi pusat IKB Baru, yaitu Mentawir, Sepaku, Semoi Dua dan Maridan.

Mereka Warga terancam kehilangan hutan yang meniadi sumber penghidupan dan kebutuhan lain untuk acara atau upacara adat. Maka amat penting untuk memastikan kawasan hutan terlindungi agar kearifan tradisional bisa dipertahankan. Masyarakat adat tidak kehilangan kawasan kelola dan pemanfaatan tradisional yang juga adalah tempat tinggal mereka.

” Konsep Forest city pemerintah harus memberi ruang Pengembangan budaya lokal dalam kawasan IKN, agar nuansa budaya adat asli Kalimantan tidak punah dengan adanya IKN serta dapat memperkaya nuansa ekosistem IKN,” pungkas Paulus Matius.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

3 × 5 =