Keistimewaan Hutan Hujan Tropis

Keanekaragaman hayati merupakan konsep penting dan mendasar karena menyangkut kelangsungan seluruh kehidupan di muka bumi, baik masa kini, masa depan dan juga evaluasi terhadap masa lalu. Konsep ini memang masih toritis dan berhadapan dengan hal-hal yang sulit diukur secara tepat, terutama pada tingkat keanekaragaman genetik serta nilai keanekaragaman belum ada pembakuan (standarisasi).

Seperti yang dikatakan oleh Brockerhoff, et al., 2009, Pengukuran/pemantauan biodiversity dapat dilakukan dengan mengukur langsung terhadap objek/organisme yang bersangkutan atau mengevaluasi berbagai indikator yang terkait.

Keistimewaan dari hutan hujan tropis yang ditandai oleh beberapa sifat yang jarang dipunyai oleh bioma-bioma hutan diluar hutan hujan tropis antara lain adalah kaya akan jenis, individu per jenis relatif sedikit, tajuk selalu hijau, tingginya paling rendah 30 meter atau bisa lebih tinggi , tegakan hutan bestrata umurnya terdiri atas tiga sampai empat stratum, banyak liana liana yang berbatang tebal dan epifit baik yang berkayu maupun bersifat herba.

Pertajukan Hutan Tropis

Tajuk hutan tropis yang sangat rapat semakin padat lagi dengan adanya tetumbuhan yang memanjat, menggantung dan menempel pada dahan-dahan pohon. Jenisnya seperti rotan, anggrek, dan paku-pakuan. Kerapatan ini yang menyebabkan sinar matahari tidak dapat menembus tajuk hingga ke lantai hutan. Karena tak mendapat paparan sinar matahari maka tidak memungkinkan bagi semak untuk berkembang dibawah naungan tajuk pohon terkecuali spesies tumbuhan yang telah beradaptasi dengan baik sehingga mampu tumbuh di bawah naungan.

Tajuk selalu hijau dan terdiri dari 3-4 strata yang ditunjang oleh pohon pohon serta banyak terdapat liana berakar tebal dan kaya akan berbagai epifit. Penyebaran hutan hujan tropika terluas terdapat di Amerika Selatan, dengan pusatnya di dataran Amazon yang meluas sampai ke pantai-pantai dan pulau pulau Carieba di bagian utara serta di lereng-lereng bagian timur dan barat pegunungan Andes.

Struktur Hutan Hujan Tropis dan Posisi Tumbuhan Bawah

Hutan adalah tentang manusia bukan hanya tentang pohon dan satwa. Saat ini banyak sekali defenisi hutan yanh bervariasi tergantung dari sudut pandang kepentingan. Secara ekologi, hutan dapat diartikan sebagai komunitas tumbuhan yang didominasi pohon dengan tajuk saling bersambungan.

Hutan adalah masyarakat tumbuh-tumbuhan yang dikuasai pohon-pohon yang menempati suatu tempat dan mempunyai keadaan lingkungan yang berbeda dengan di luar hutan, sedangkan satuan masyarakat hutan adalah tegakan.

Dalam hal ini, padang rumput bukanlah hutan. Struktur hutan hujan tropis di wilayah Asia Tengara, dimana Indonesia menjadi bagian terbesarnya dijelaskan dalam Whitmore (1998).

Hutan hujan merupakan ekosistem hutan paling kompleks yang dibentuk dari berbagai jenis dan ukuran tumbuhan. Tumbuhan tersebut membentuk stuktur hutan yang sering disebut kanopi.

Kanopi dapat pula dikatakan suatu tingkatan pohon penyusun hutan. Tingkatan tersebut terdiri dari tumbuhan bawah, anakan pohon, pohon muda, sampai dengan pohon dewasa.

Kanopi membentuk iklim mikro, sehingga apabila di dalam hutan, kita dapat merasakan udara yang lebih sejuk daripada di luar hutan. Kanopi juga membuat sinar matahari tidak dapat sepenuhnya masuk sampai ke dalam lantai hutan. Hubungan antara kerapatan tutupan kanopi sangat erat kaitannya dengan bentuk dan jenis tumbuhan yang ada di dalamnya.

Berikut merupakan kategori tingkat pertumbuhan pohon di hutan tropis.

1.Tumbuhan bawah: merupakan tumbuhan tidak berpembuluh (tidak berkayu), umumnya berada di atas lantai hutan.

2.Semai: anakan pohon yang memiliki tinggi kurang dari 150 cm

3. Pancang: anakan pohon dengan tinggi lebih dari 150 cm, tetapi memiliki diameter batang kurang dari 10 cm.

4. Tiang: pohon dengan ukuran diameter antara 10 cm dan 20 cm.

5. Pohon: tumbuhan berkayu yang memiliki diameter lebih dari 20 cm.

Selain tingkat pertumbuhan, hutan hujan tropis juga memiliki bentuk kehidupan tumbuhan lainnya. Berbagai bentuk tingkatan pertumbuhan pohon dan herba di dalam hutan dikelompokkan menjadi tumbuhan autotrofik yaitu tumbuhan yang dapat memproduksi makananannya sendiri.

Sementara, ada bentuk pertumbuhan lainnya, dimana suatu tumbuhan memerlukan tumbuhan lain untuk dapat hidup yang sering disebut sebagai heterotrofik. Hutan hujan menghadirkan bentuk interaksi tumbuhan yang luar biasa.

Bentuk pertumbuhan heterotrofik diantaranya pemanjat (climber), epipit (epiphytes), pencekik (strangler), parasit (parasite), dan saprofit (saprophytes). Bermacam bentuk pertumbuhan vegetasi merupakan bagian dari prosesi interaksi di antara tumbuhan. Jadi apabila tidak ada tumbuhan pendukung, maka organisme heterotrofik tidak dapat tumbuh dengan baik.

Semua komponen alam baik itu tumbuhan, hewan, dan faktor lingkungan fisik membentuk sebuah ekosistem. Ekosistem ini bersifat dinamis, mengalirkan energi dan nutrien dalam metabolism alam. Apabila terjadi gangguan terhadap ekosistem, misalnya pohon tumbang, maka akan terjadi gap atau rumpang. Tumbuhan baru akan berkompetisi mengisi kekosongan ruang tersebut.

Proses demikian sering disebut sebagai suksesi. Ekosistem dimana produktivitas tidak lagi bertambah secara signifikan, disebut klimaks. Namun faktanya, alam terus berubah. Alam dapat terus memperbaiki dirinya sendiri karena memiliki daya lenting. Tetapi, kalau kerusakan terhadap alam sudah melebihi batas daya lenting, maka alam tersebut akan sulit pulih bahkan akan berubah.

Tumbuhan Bawah Hutan Hujan Tropis

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, terkait posisi tumbuhan bawah yang berada dilantai hutan. Tumbuhan bawah adalah komunitas tanaman yang menyusun stratifikasi bawah dekat permukaan tanah.

Tumbuhan ini umumnya berupa rumput, herba, semak atau perdu rendah. Jenis-jenis vegetasi ini ada yang bersifat annual, biannual, atau perenial dengan bentuk hidup soliter, berumpun, tegak menjalar atau memanjat. Secara taksonomi vegetasi bawah umumnya anggota dari suku-suku Poceae, Cyperaceae, araceae, asteraceae, paku-pakuan dan lain-lain.

Vegetasi ini banyak terdapat di tempat-tempat terbuka, tepi jalan, tebing sungai, lantai hutan, lahan pertanian dan perkebunan (Aththorick, 2005)

Tumbubuhan yang sering berada dilantai hutan ini terdiri dari tumbuhan selain permudaan pohon, misal rumput, herba, dan semak belukar. Tumbuhan bawah juga merupakan termasuk tumbuhan penutup tanah terdiri dari herba yang tingginya sampai 0,5 meter sampai 1 meter.

Tumbuhan bawah Hutan Hujan Tropis yang sering dijumpai di kawasan hutan tropik terdiri atas famili Araceae, Gesneriaceae, Urticaceae, Achantaceae, Zingiberaceae, Begoniaceae, Rubiaceae, dan tumbuhan menjalar seperti kelompok Graminae (Calamus sp.), Smilaceae, Piperaceae dan beberapa jenis tumbuhan paku seperti Selaginellaceae.

Komposisi Tumbuhan Bawah Hutan Hujan Tropis

Komposisi dari keanekaragaman jenis tumbuhan bawah sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti cahaya, kelembaban, ph tanah, tutupan tajuk dari pohon di sekitarnya, dan tingkat kompetisi dari masing-masing jenis.

Pada komunitas hutan hujan, penetrasi cahaya matahari yang sampai pada lantai hutan umumnya sedikit sekali. Hal ini disebabkan terhalang oleh lapisan-lapisan tajuk pohon yang ada pada hutan tersebut, sehingga tumbuhan bawah yang tumbuh dekat permukaan tanah kurang mendapat cahaya. Padahal cahaya matahari bagi tumbuhan merupakan salah satu faktor yang penting dalam proses perkembangan, pertumbuhan dan reproduksi.

Menurut Barnes, et al., (1997), keanekaragaman tumbuhan bawah memperlihatkan tingkatan keanekaragaman yang tinggi berdasarkan komposisinya. Perbedaan bentang lahan, tanah, faktor iklim serta perbandingan keanekaragaman spesies vegetasi bawah, memperlihatkan banyak perbedaan, baik dalam kekayaan jenisnya maupun pertumbuhannya.

Lebih daripada itu tumbuhan bawah berfungsi sebagai penutup tanah menjaga kelembaban sehingga proses dekomposisi dapat berlangsung lebih cepat, sehingga dapat menyediakan unsur hara untuk tanaman pokok. Siklus hara akan berlangsung sempurna dan guguran daun yang jatuh sebagai serasah akan dikembalikan lagi ke pohon dalam bentuk unsur hara yang sudah diuraikan oleh bakteri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here